New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 52


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama 1,5 jam, akhirnya Khalis tiba di kota Solo.


" Alhamdulillah, Mas sudah sampai di Solo. Sekarang menuju ke dealer " WA Khalis ke Dona.


" Alhamdulillah, met kerja " jawab Dona.


Di rumah Dona,


" Khalis sudah sampai Solo?? " tanya ayah Dona.


" Sampun Pak, barusan WA "


" Alhamdulillah, berarti lancar. Pulang jam berapa?? "


" Katanya sih, sore dari sana, sekitar jam 4-5 gitu "


" Yaa semoga pulangnya juga lancar "


" Aaamiinn "


Dona kembali beraktivitas seperti biasa. Untuk mengusir rasa bosannya, ia membuat aneka roti manis untuk cemilan. Roti dengan berbagai macam isian, dari pisang coklat, keju, smoked beef dan aneka selai kesukaan anak-anaknya. Ia pun mengirim sebagian rotinya untuk Aisha di asrama.


Tak terasa hari semakin sore,


" Assalamu'alaikum "


" Wa'alaikumsalam "


" Bu, ayah sudah pulang?? " tanya Rafif yang baru saja sampai dari sekolah.


" Belum, palingan nanti ba'da maghrib "


" Kamu mandi dulu gih!! bau matahari!! " lanjut Dona.


" Hihihi ibu hidungnya sekarang sensi banget!!"


" Yowes aku mandi, tapi minta roti smoked beefnya dulu ya Bu "


" Iya, tapi ntar langsung mandi yaa "


" Siaaap ibuu "


" Oiya Fif, ada PR ga?? "


" Ada, buanyaaaak!! kimia sama bahasa Inggris!!! Bu, bantuin bahasa Inggrisnya yaa "


" Buat kapan?? "


" Lusa "


" Oo yowes ntar ibu bantuin, dah buruan ah !! mandiii!! "


" Hihihi iya ibu cantik!!! aku mandii " jawab Rafif sambil berlari menuju kamarnya.


Ara dan Zalfa pun tak kalah menyerbu roti buatan ibunya ini.


Waktu telah menunjukkan pukul 6 sore, tapi Khalis belum memberikan kabar akan kepulangannya.


Dona pun mengirimkan WA kembali.


" Mas, masih di Solo?? atau sudah jalan pulang?? "


Tak lama Khalis menjawab,


" Masih di Solo, mungkin agak telat sampai rumah. Sayang makan malam duluan aja, nanti Mas kabarin lagi. Oiya, charger HPnya eror, ini baterai tinggal sedikit, Mas matikan dulu yaa HPnya "


" Iya, hati-hati Mas "


Saat makan malam,


" Khalis sudah jalan pulang?? "


" Ga tahu, tadi jam 6 terakhir WA, katanya chargernya eror, jadi ga bisa ngecharge. Jadi Mas Khalis matiin HPnya, karena baterainya tinggal sedikit "


" Sudah ngontak Dimas?? "


" Sudah, katanya sebentar lagi otw Jogja, tapi itu tadi jam 7an "


" Yaa semoga lancar perjalanan pulangnya "


Setelah makan malam, ayah Dona menonton berita di TV,


" Telah terjadi kecelakaan beruntun di jalan Solo - Yogyakarta. Disebabkan oleh truk kontainer yang ambruk dan menutup badan jalan. Sampai saat ini tidak ada laporan adanya korban jiwa, tetapi tercatat 5 orang mengalami luka dan memar akibat hantaman mobil mereka "


Dona yang mendengar berita dari ruang makan, mendadak lemas. Ayah dan ibu Dona pun menghampiri,

__ADS_1


" In syaa Allah Khalis dan Dimas ga papa. Tadi kan sudah WA, baterai HPnya tinggal sedikit, sudah kamu tenang saja. Istighfar, agar kamu tenang, jangan mikir macam-macam. Ingat bayimu " ayah Dona mencoba menenangkan


" Coba kamu hubungi Dimas "


Dona mencoba mengambil HPnya, tetapi badannya seolah-olah kehilangan tenaga.


" Sini, ibu yang ambil "


Lalu ibu Dona menghubungi HP Dimas, tetapi setelah beberapa kali, tetap tidak tersambung.


" Mungkin baterainya habis juga " ucap ibu Dona.


" Sudah, kita tunggu saja. In syaa Allah mereka berdua ga papa, kita berdoa untuk keselamatan mereka. Yang penting kamu tenang yaa " lanjut ibu Dona sambil mengelus punggung Dona.


" Iya Bu "


" Kamu istirahat saja di kamar, yaa. Mau ibu buatkan coklat hangat?? "


" Ga Bu, ga usah, matur nuwun "


" Aku langsung ke kamar aja ya Bu "


" Iya, istirahat, jangan mikir yang macam-macam "


" Baik Bu "


Dona pun menenangkan diri di dalam kamarnya. Setelah mengambil air wudhu, ia mencoba membaca Al-Qur'an, tetapi berulang kali ia salah mengucapkan huruf-hurufnya, hingga akhirnya ia menutup Al-Qur'annya dan memasang murottal yang tersimpan dalam HPnya.


Dua jam kemudian, Khalis akhirnya sampai di rumah.


" Assalamu'alaikum " salam Khalis sambil membuka pintu rumah.


" Wa'alaikumalam. Alhamdulillah, kamu ga papa?? "


" Alhamdulillah, ga papa Pak, Bu "


" Cepat segera temui Dona, tadi Bapak nonton berita, katanya ada kecelakaan beruntun. Dona langsung lemas, sekarang dia di kamar "


" Baik Pak, saya langsung ke kamar yaa "


Khalis pun setengah berlari menuju kamarnya.


" Assalamu'alaikum " salamnya sambil membuka pintu.


" Mas ga papa, mas ga papa kok. Maaf tadi baterai HPnya habis, chargernya eror ga bisa dipakai di mobil "


" Maaf, tadi Mas anter Dimas pulang dulu, kasihan kalau dia kesini dulu, trus pulang naik motor, capek "


" Biar besok pagi dia ambil motornya sekalian ke kantor " lanjutnya lagi.


" Meluknya belum selesai?? Mas ga bisa lihat muka Sayang kalau begini "


Dona pun melepaskan pelukannya.


" Lho kok nangis?? " Khalis pun menghapus air mata Dona dengan jarinya.


" Mas ga papa, Yang... masih tetap ganteng kok "


Dona pun mencubit lengan Khalis dan memeluknya lagi.


" Besok beli charger!!! " ucap Dona setengah kesal.


" Dan akhirnya, kata-kata yang keluar adalah ' besok beli charger ' ... hmmm berapa tanda serunya tuh " canda Khalis.


" Ga tau, ratusan!! " jawab Dona.


" Kalau gini nanti jadi, ' berapa lapis?? ' " canda Khalis lagi sambil tertawa.


Dona pun melepaskan pelukannya, Khalis berdiri dengan lututnya dan menatap Dona.


" Alhamdulillah tadi hanya kena macetnya, mobilnya berhenti setelah kejadian tabrakan beruntun itu. Lumayan nunggu hampir 2 jam, sampai akhirnya bisa lewat "


" Mas tadi juga sempat khawatir ga bisa ngontak Sayang, takutnya Sayang mikir yang macam-macam. Maaf yaaa, maaf banget sudah bikin Sayang takut"


" Peluk lagi " pinta Dona.


" Hmmm istri kesayangan tiba-tiba manja "


Khalis pun kembali memeluk Dona dan mencium keningnya.


Setelah beberapa saat,


" Mas, mandi dulu yaa. Tadi sudah mampir ke Masjid untuk shalat maghrib dan isya, tinggal mandi aja "


" Yowes, aku siapin makan malamnya "

__ADS_1


" Makasih Yang "


Ketika Dona hendak keluar, pintu kamar pun di ketuk,


" Mbak, ini makan malam buat mas Khalis sama ada teh panas juga " Eni membawa nampan berisi makan malam.


" Makasih En, baru aja aku mau ngambil "


" Tadi disuruh Ibu bawain ke kamar aja. Ada yang perlu dibawain lagi ga Mbak?? "


" Tolong ambilin roti yang tadi aku bikin aja, yang smoked beef sama keju, masing-masing 1, makasih yaa "


" Sama-sama Mbak "


Dona kemudian meletakkan nampan di meja riasnya.


Tak lama Eni kembali dengan membawa roti.


Sembari menunggu Khalis selesai mandi, Dona mengecharge HP suaminya menggunakan chargernya.


Khalis keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah. Dona mengambil handuk kecil, lalu ia meminta Khalis untuk duduk.


" Mas, minum tehnya dulu, mumpung masih hangat "


" Makasih "


Dona pun mengeringkan rambut Khalis dengan handuk kecilnya.


Khalis tersenyum sambil menatap wajah Dona dan memeluk pinggangnya.


" Maaf yaa, sudah bikin Sayang takut "


" Ga, kan bukan salah Mas. Ini sudah ketentuan Allah "


Setelah selesai mengeringkan rambut Khalis,


" Mas, makan dulu, mumpung masih hangat "


" Sayang sekalian "


" Aku tadi sudah, masih kenyang "


" Jadi, Sayang nonton Mas makan nih?? "


" Ho oh, tontonan indah "


Khalis pun tertawa, ia pun kembali memeluk pinggang Dona.


" Kangen rasanya, tadi Mas juga khawatir kalau kejadian tadi diberitakan di TV dan Sayang kebetulan lihat, takut Sayang kepikiran macam-macam. But Alhamdulillah, i'm fine "


Dona mencium kening Khalis,


" Ini juga dong " ucap Khalis sambil memonyongkan bibirnya.


" Centil!! "


" Hahaha, Mas makan yaa, selamat menonton"


Di tengah makannya,


" Tadi Sayang, bikin roti?? "


" Iya, bosan jadi merotikan diri "


Khalis kembali tertawa,


" Yang, bikin kamus deh. Baru dengar kata-kata 'merotikan diri' "


" Ga, ntar bahasaku banyak di pakai orang, ga seru lagi jadinya "


" Oiya, Rahma tadi WA aku " ucap Dona sambil menunjukkan WA Rahma.


Khalis pun membacanya, tak lama ia pun tertawa.


" Hmmm apa yaa rahasia Bu Dona??? " goda Khalis.


" Aku memang mengagumkan!!! " jawab Dona santai.


" Yes you are "


" Lucu dari lahir " tambah Dona.


" No one can compare "


Keduanya pun tertawa.

__ADS_1


__ADS_2