
" Alhamdulillah, dapat parkir dekat lift "
Khalis dan Dona telah sampai di parkiran Mall. Setelah turun dari mobil, Dona mengambil gambar kode area parkir yang tertera di kolom beton.
" Kok di foto?? " tanya Khalis.
" Biar ga salah, takutnya lupa" jawab Dona.
" Suka lupa ya?? "
" Iya, sering "
" Kita naik yuk "
Setelah masuk ke dalam area perbelanjaan,
" Belinya dimana, aku ga tahu " tanya Khalis.
" Alhamdulillah ga tahu. Di lantai 1 "
Dona menuju toko pakaian dalam dan tidur wanita.
Khalis berhenti melangkah tepat di depan pintu masuknya.
" Sayang pilih aja, terserah yang mana aja. Ini kartunya, pinnya tanggal lahir Rafif "
Dona tertawa lirih.
" Malu yaaaa "
" Ya iya lah, dah buruan masuk, pilih aja. Aku tunggu di sini "
" Mas, sukanya yang model apa?? "
" Kalau laki-laki ditanya, modelnya tuh ga penting, ntar juga langsung dilepas lagi "
Dona pun mencubit pinggang Khalis.
" Astaghfirullah!! sakiiit Yang!! "
" Lhooo kenyataannya memang begitu. Jadi pilih yang Sayang suka dan nyaman aja "
" Warna?? "
" Hmmm jangan ungu, merah cabe, hijau. Kalau yang lain masih oke "
" Beli berapa?? "
" Terserah Sayang, mau beli berapa. Butuhnya berapa. 7 juga boleh,jadi tiap malam bisa ganti terus "
Dona kembali mencubit pinggang Khalis, tetapi kali ini Khalis berhasil menghindar.
" Ih main cubit muluk. Udah pilih aja, bebas. Aku tunggu di sini "
Dona pun masuk ke toko tersebut. Setelah memilih beberapa lingerie, Dona memfotonya dan mengirimkannya ke Khalis.
Khalis segera membukanya.
" Ambil aja semua "
" Bener yaaa, jangan protes nanti"
" Iya, memangnya berapa juta sih?? "
" Ih juta!!! ngeri amat!! ga sampe lah!! "
" 4 ?? ga sampai sejuta?? yang bener?? "
" Ya benerlah. Aku bayar dulu "
Setelah membayarnya,
" Coba lihat!! "
" Ga percaya amat, semuanya 580ribu. Sudah setengah juta lebih dikit "
Khalis pun membaca struk pembeliannya.
" Kok murah?? "
" Murah?? ini mahal!! nih ada yang hampir 200ribu, tapi semua diskon 25% "
" Beli lagi!! "
__ADS_1
" Ga, sudah cukup "
" Kimononya?? " tanya Khalis.
" Hmm kayaknya dia yang expert!!... sudah nih, ada yang satu set sama kimononya "
" Kalau gitu kita beli yang lain "
Khalis menggandeng tangan Dona dan membawanya ke departemen store, ke area pakaian wanita.
" Pilih baju yang seperti ini, terserah yang mana " ucap Khalis sambil menunjuk dress bertali satu.
Dona melihat label harganya terlebih dahulu, kemudian
" Mas, jangan disini, yang disana aja" sambil menunjuk merk lain yang lebih murah.
" Ini lebih bagus, beli yang disini aja. Baju 'pahala' itu ga ada harganya. Sudah pilih aja, ga usah lihat price tagnya. Kapan terakhir belanja ga mikirin harga?? Ini perdana mbeliin baju untuk istri, jadi beli yang Sayang suka. Budget buat Sayang itu unlimited "
Dona pun memilih 2 dress, 1 berwarna hitam dan satu lagi berwarna marun.
Ketika Khalis membayarnya, Dona menutup satu matanya.
" Kenapa?? " tanya Khalis sambil menyerahkan plastik belanjanya.
Ketika Dona hendak melihat total harga di struk pembeliannya,
" Kok ga ada struk belanjanya?? "
" Sudah dibuang tadi. Dah yuk, mau cari apa lagi?? "
" Kok dibuang?? "
" Eee ditanya mau cari apa lagi?? malah nyari struk belanja... "
" Hmmm pengalihan isu. Dah ah, ga butuh apa-apa lagi kok "
" Nanti ke Turki ga butuh sepatu?? "
" Ada kok, yang ini enak dipakai buat jalan-jalan"
" Ga, beli baru!! "
Khalis menggandeng Dona ke bagian sepatu.
" Nomor berapa? " tanya Khalis.
" 38"
" Mbak, minta yang ini nomor 38" ucap Khalis kepada pramuniaga departemen store.
Tak lama kemudian.
" Ini Pak sepatunya "
" Terima kasih "
Khalis berjongkok dan melepaskan sepatu Dona, kemudian membantu Dona memakai sepatu pilihannya.
" Berasa Cinderella aja, pakai sepatu dibantuin Pangeran " ucap Dona.
Khalis pun menjawab,
" Iya, tapi Cinderella tomboy, yang dipakai bukan sepatu high heels, tapi boots "
" Kan Paksu yang pilihin "
" Iya emang, aku yang milih. Tapi kalau aku pilihin sepatu cantik, pasti ga mau, ya kaan? "
" Tahu aja "
" Tahu lah, di rak sepatu ga ada sepatu cantik, semua casual atau kets. Pasti sepatu buat nikahan kemarin, terpaksa beli. Ya kan "
" Ih, sok tu no deh. Emang baru beli, demi ituu "
" Dah, silahkan berdiri Nyah "
Dona pun berdiri, kemudian berjalan mencoba sepatunya. Bibirnya pun tersenyum.
" Ok. Mbak yang ini "
Setelah melakukan pembayaran.
" Mas, udah shoppingnya. Sudah banyak nih, sudah 3 plastik "
__ADS_1
" Kan baru 3 "
" Nope, udah. Ga, mau lagi. Beliin aku skin care aja. Nah, ini mahalnya beneran "
" Emang berapa?? "
" 1 krimnya aja ada yang ratusan ribu, kalau 1 set sejuta lebih. Dulu banget pakai itu, sekali beli untuk 6 bulan, itu sekitar 250ribu. Sekarang bisa hampir sejuta ! "
" Dulu banget itu kapan?? "
" Ga lama setelah lulus kuliah, sebelum nikah. 18 tahun yang lalu?? "
" Trus kok ga dilanjutin?? "
" Mahal Mas, sayang uangnya. Yang penting sudah kinclong. Tinggal cari skin care untuk maintain"
" Yowes, yuk beli. Dimana?? "
" Ada di lantai sini juga. Yuk "
Dona mengajak Khalis ke sebuah toko skincare yang dimaksudnya.
" Beli satu paket sekalian, biar ga bolak balik "
" Bener yaa. Ku beli sepaket nih "
" Iya "
Dona menuju konter kosmetik,
" Mbak, 1 paket brightening "
" Semuanya Bu?? "
" Iya, 1 paket komplit "
" Baik, silahkan langsung ke kassa "
Khalis yang telah menunggu di kassa, segera membayarnya.
" Total 885.000 "
Khalis lalu menyerahkan kartu debitnya.
Setelah selesai,
" Ga sampai 1 juta, cuma 885ribu "
" Cuma?? itu nyaris 900ribu. Baca struknya dong, Mas. Nih, semuanya diskon ada yang 15%, 20%. Kalau ga pakai diskon yaa sejutaan!! "
" Ini buat berapa lama pemakaian?? "
" Sekitar 4-6 bulan, untuk krimnya. Kalau sabun muka sekitar 2 bulan "
" Ok, 900rb dibagi 4, 225rb. Murah itu. SPP anak-anak lebih mahal "
" Jiiyaaa disamain sama SPP!! "
" Lho itu kan pengeluaran bulanan yang jelas, ga berubah. Nambah buat Sayang tiap bulan ga sampai 1/4 juta, yaaa ga masalah. Murah itu!! "
" Hmmm uang makan buat berdua aja 5juta, selama sepekan lho!! " lanjut Khalis.
" Haadeee... iyaaa!!! emang berapa sih gajinya sebulan?? "
" Nanti kalau sudah gajian, aku transfer semuanya "
" Kok semua?? jangan lah "
" Nanti kalau aku butuh, tinggal minta Sayang"
" Ish!! "
" Bulanan cuma buat bensin sama kuota aja kok "
" Ga sampai 1 juta setiap bulannya " lanjut Khalis.
" Jadi laper ngomongin duit. Cari makan aja yuk Mas "
" Oke, Korea, Jepang, Cina, Western atau lokal?? "
" Pepper lunch!! " jawab Dona.
" Baiklah, yuk kita makan "
__ADS_1