New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 17 No More Tyo!!!


__ADS_3

Keesokan harinya,


" Bu, kemarin ayah bilang hari ini mau ngajak kita belanja " ucap Ara.


" Ga percaya, pokoknya Ibu ga akan kasih kalian pergi sama Ayah "


" Tapi Bu, ayah bilang mau ngebeliin baju sama alat tulis "


" Ibu juga bisa beliin!! kalau ayah kamu mau belikan, yaa langsung aja belikan trus kirim kesini "


" Ibu blokir nomor ayah kamu, ibu tidak akan ijinkan kalian pergi sama ayah, tidak akan! kecuali ayah kamu bertanggungjawab benar atas kalian !! "


" Semalam, ibu langsung telpon pakde Deni. Pakde melarang ibu untuk mengizinkan ayah ngajak kamu pergi untuk belanja, makan-makan, apalagi untuk menginap, kalau ibu ga boleh ikut. Pakde itu kan kakaknya ayah, yang kakaknya aja ga percaya. Dah, kamu nurut aja. Sampai saat ini, kamu juga ga kekurangan. Kalau ayah kamu punya niat yang baik, yaaa coba tiap bulan transfer biaya kebutuhan kamu. Kamu kemarin masuk SMP aja, ga mau biayain. Zalfa masuk SD juga ga dibiayain ayah kamu. Sekarang apa kamu yakin mau pergi sama ayah bareng Uma?? "


Ketiga anaknya menggelengkan kepalanya.


" Ok, nah sekarang mendingan kita bikin pizza aja yuk, Zalfa ibu bikinin pizza pisang coklat yaaa "


" Asyiiiiiik.... makasih Bu!! " teriak Zalfa girang.


Aisha dan Ara pun membantu Dona membuat adonan pizza dan menyiapkan toppingnya.


Semalam setelah Dona sampai di rumah, ia menghubungi Mas Deni, ia menceritakan semua yang baru saja terjadi. Dengan jantung yang masih berdegup kencang, Dona berusaha agar tidak 'jatuh'.


Ia sangat bersyukur, karena Mas Deni dan keluarganya sangat mendukung Dona. Mas Deni berpesan agar Dona jangan pernah melepaskan ketiga anaknya untuk pergi bersama Tyo tanpa dirinya, sampai kapan pun juga. Dan jika Tyo berani mengancam, Mas Deni minta agar Dona segera menghubungi dirinya. Selain itu, Mas Deni yang mengetahui benar watak adiknya itu, meminta Dona untuk memblokir semua panggilan Tyo, selama ia masih di Jogja.


" Don, gimana anak-anak , katanya mau pergi sama Tyo. Ibu kok ga sreg yaa "


" Tyo memang ngajak anak-anak pergi, tapi karena kejadian semalam, yaa aku ga izinkan mereka pergi. Lagian Mas Deni juga bilang jangan lepasin anak-anak pergi sama Tyo, bahkan nyuruh aku reject semua panggilan dari Tyo "


" Alhamdulillah, akhirnya ada yang mendukung kamu. Kamu harus berterima kasih sama Mas Deni "


" Iya Bu"


Tak terasa hari semakin siang, adonan pizza pun telah siap untuk di panggang.


" Yeeeiii!!! kita pesta pizza!!! " sorak Ara.


" Bu, kalau kita beli pizza, ini total berapa ratus ribu ya bu?? " tanya Aisha.


" Ini ada 2 pan large sama 1 medium, kalau beli kira-kira harganya hampir 500rb, belum lagi nih topping daging sama kejunya banyak banget "


" Buuuu, aku mau spaghetti juga " pinta Ara.


" Aisha kamu rebus spaghettinya, ini masih ada daging topping pizza tinggal ditambah saus bolognese aja"


" Aseeeekk, aku rebus sekarang ya Bu "


" Iya, jangan lupa digaremin airnya!! "


" Iya Bu "

__ADS_1


" Terus aku makan apa??? aku kan ga suka saos tomat!!?? " gerutu Zalfa.


" Kamu, makan nasi pake telur ceplok sama kecap aja yaa "


" Yeeiiii!!! Bu, telur ceplok setengah matang yaaa!! "


" Siyap Nyah!!! " canda Dona.


1jam kemudian, semua pizza telah matang, spaghetti pun telah siap disantap.


" Waaaa pesta Italiano!!! " seru Aisha.


Dona segera memotong-motong pizzanya.


Aisha dan Ara tanpa menunggu segera menyantap pizza kesukaan mereka.


" Bismillah dulu!! Hati-hati masih panas lhoo!! "


" Zalfa, mau yang pisang coklat?? "


" Maauuuu!! "


Dona pun memberikan pizza dengan topping manis untuk Zalfa.


" Hmmm ini wangi banget. Restoran Itali pindah kesini yaa?? " ibu Dona menghampiri.


" Iya, Yangti!!! Yangti mau?? pizzanya enak banget!!! " jawab Ara.


Dona melanjutkan merapikan dapurnya dan membiarkan anak-anaknya menikmati pizza mereka.


" Pinter kamu, ngalihin perhatian anak-anak pakai pizza "


" Disibukin dulu Bu. Ntar gampang lah, kalau nagih jalan-jalan, tinggal ajak ke Monjali"


" Kamu atur aja. Ya sudah, ibu sudah tenang lihat anak-anak senang. Kamu juga harus istirahat lho, jangan kecapean. Minta Aisha sama Ara bantu beberes "


" Iya Bu "


Setelah ketiga anaknya selesai makan.


" Aisha, Ara, langsung dicuci piringnya, sekalian sama punya Zalfa. Mejanya dilapin, biar ga disemutin "


" Iya Bu!! " jawab keduanya.


" Zalfa bantu ibu njemur baju yuk. Zalfa njemurin yang kecil-kecil aja. Sini ibu ajarin "


" Aku dikit aja ya Bu "


" Iya, yang penting bantu Ibu. Oiya, tolong ambilin hanger di jemuran handuk yaa "


" Iya Bu "

__ADS_1


Hari itu Dona berusaha menyibukkan ketiga, anaknya dengan pekerjaan rumah dan keterampilan, agar tidak bertanya-tanya tentang ayahnya lagi.


Malam harinya, disaat mempersiapkan ketiga putrinya untuk tidur, mereka berbincang-bincang.


" Bu!! Ibu kapan mau nikah lagi?? " tanya Aisha yang membuat Dona sedikit terkejut dengan pertanyaan putrinya yang tidak biasa.


" Iya Bu, kapan?? Aku pingin punya kakak laki-laki!! " tambah Ara.


" Ini lagi??!!! gimana caranya mau punya kakak??!! "


" Yaaa, Ibu nikah sama Duda yang punya anak laki-laki yang sudah gede. Sudah SMA gitu Bu " jawab Aisha.


" Iya Bu, jadi nanti aku bisa dianterin sama ditemenin kalau pergi "


" Kamu pingin kakak atau supir nih " goda Dona.


" Yeeee ibu ngelawak niiii!!! "


Mereka berempat pun tertawa.


" Kalian berdoa aja, minta diberikan yang terbaik untuk keluarga kita. Kalau jodoh, Allah yang atur. Bantu ibu dengan do'a agar diberikan suami yang shalih dan sayaaaang sama kita semua "


" Kurang Bu!! kurang ganteng sama kaya, biar kita bisa jalan-jalan ke Ancol lagi " sahut Aisha.


" Aku pingin ke Dufan sama seaworld!! " tambah Ara.


" Aaamiiiinn!!! " jawab Dona sambil menggelengkan kepala melihat ketiga putrinya yang semangat membicarakan masa depannya.


" Dah malam, sudah shalat isya semua kan?? "


" Sudah Bu, Zalfa tuh yang ga!! " jawab Ara.


" Biarin, aku kan masih kecil!!! kan ga pa-pa!! "


" Eee Zalfa kenapa ga shalat?? "


" Aku males, aku mau tidur aja, sudah ngantuk!! " jawab Zalfa sambil menaiki tempat tidurnya.


" Hmmm besok harus shalat yaaa "


" Iya Bu, besok aku shalat. Bangunin shubuh ya Bu "


" Iya, eh sudah sikat gigi belum?? baca do'a dulu!!"


" Sudah Bu. Bismikallah humma ahya wa amut "


Dona mematikan lampu kamarnya, tak lama Zalfa telah tertidur pulas.


" Aisha, Ara sikat gigi terus langsung tidur. Besok ibu bangunin shubuh yaa "


" Iya Bu "

__ADS_1


__ADS_2