New Chapter Of My Life

New Chapter Of My Life
Episode 39 Perkenalan di Keluarga Besar Dona


__ADS_3

Malam hari setelah Isya, keluarga besar Dona yang masih berada di rumah orang tua Dona, berkumpul untuk makan malam bersama.


Dan seperti pada umumnya, untuk menyambut kehadiran anggota keluarga baru, Khalis pun harus menjalani serangkaian wawancara dari kerabat Dona.


" Katanya Bos ya, bos dimana?? " tanya paman Dona.


" Saya manajer area perusahaan otomotif Jepang "


" Waa sibuk dong, sering dinas keluar kota?? "


" Sebulan sekali ke wilayah Jawa Tengah, sekitar 2-3 hari "


" Asli mana?? "


" Jawa juga, tapi karena lahir dan besar di Jakarta, jadi tidak terlalu paham bahasa Jawa, apalagi yang kromo "


" Katanya prosesnya lamarannya cepat, dijodohkan atau?? ini ketemunya gimana?? "


" Dona suplay katering untuk rapat di kantor. Awal kenal saat presentasi kateringnya, lalu berlanjut untuk katering di rumah "


" Ooo jadi jatuh cinta berawal dari perut dulu dong!! "


" Sepertinya begitu " jawab Khalis sambil tertawa.


" Awalnya karena makanan, setelah itu yaa cinlok " lanjutnya.


" Nah setelah menikah 1 hari, gimana kesannya?? "


Khalis melirik ke arah Dona, yang sedang berbincang dengan kerabat wanita.


" Ternyata Dona, berbeda dari yang saya bayangkan. Saya kira dia sosok yang pendiam, pemalu. Tapi ternyata kebalikannya "


" Jadi ga sesuai dong?? nyesal?? " tanya Ari, kakak sepupu Dona.


" Ooo bukan, berbeda jauh dari yang saya kira dalam artian positif. Saya orangnya cenderung kaku dan serius, sedangkan Dona lebih santai. Yang lebih utama, gaya bercandanya yang berbeda dari yang lain, unik"


" Hmmm lihat nih pengantin baru, istrinya diliatin terus pakai senyum-senyum gitu. Bikin iri yang jomblo nih!!! " ucap Adit salah satu adik sepupu Dona.


" Makanya yang jomblo buruan nikah!! " canda Paman Dona.


Senyum Khalis tak lepas dari wajahnya, karena kehangatan keluarga besar Dona.


Baik Paman, Bibi, sepupu maupun keponakan Dona semuanya sangat familiar.


Dan dari sanalah Khalis mengetahui asal kelucuan Dona, karena semua anggota keluarganya baik tua maupun muda, ketika mereka berkumpul bagaikan panggung komedi.


" Mbak Dona curang!! masa' dah nikah 2x, aku yang masih 26 tahun, ga laku-laku!! " canda Alia, adik sepupu Dona.

__ADS_1


" Hmmm emang ini permainan siapa cepat dia dapat?? kok pakai curang??? aku mah dari dulu juga santai aja. Ada yang suka yaa Alhamdulillah, ga ada yaa Alhamdulillah juga semuanya ada waktunya. Ngejar-ngejar sesuatu yang menurut Allah belum saatnya... ya ga akan terjadi. Allah is the best planner!! manut wae" ( nurut aja)


" Trus ntar tinggal dimana ?? "


" Tetap disini, kasian bapak ibu sendiri kalau akunya pindah. Bapak lagi bangun bungalow di belakang, nanti aku tinggal di situ. Anak-anak yaa tetap di kamarnya "


" Nambah 1 anak laki ya mbak "


" Alhamdulillah, keinginan Aisha untuk punya kakak laki-laki terkabul. Walaupun cuma terpaut 2 tahun "


" Seneng banget punya anak laki-laki yang sudah remaja. Dari tadi aku ngeliat Rafif kayaknya sayang banget sama Zalfa, nemenin main, ngemong banget " ucap Hana kakak perempuan Dona.


" Iya, waktu acara famgath di Kaliurang, di dalam bis, Zalfa duduk sama Rafif, anteng aja dia. Biasanya kan maunya nempel sama aku. Anak-anak bisa langsung akrab, walaupun waktu itu baru ketemu 2 kali. Yaa natural aja merekanya langsung akrab, sampai orang kantor pada bingung "


" Hahaha mbak Dona, wanita penakluk Pak Bos Kulkas!! ga ada lawannya!! " ucap Rahma yang cukup keras, hingga terdengar oleh Khalis dan kerabat Dona yang lain.


" Eh ngobrolnya bareng!! sini ngumpul! " ajak salah satu paman Dona, Lik Hari.


Mereka pun berkumpul di ruang keluarga, sebagian di sofa dan sebagian yang lain duduk di lantai.


" Sopo sing Pak Bos Kulkas mau??!! "


( siapa tadi yang disebut Pak Bos Kulkas)


Dona dan Rahma tertawa.


" Tahu aja Mas!! eh dari kapan sadar kita nyebut Mas Khalis ' Pak Bos Kulkas '?? " tanya Rahma.


" Yaa dari awal kalian manggil itu kalau ngomongin saya di belakang, saya juga tahu. Yaa itu saya anggap nama panggilan 'sayang' karyawan ke atasannya " canda Khalis.


" Uiidiiiii GR!! sayang!! beeuuu... tapi emang Pak Bos satu ini ga pernah marah, palingan negur baik-baik aja kalau ada yang bikin salah. Tapi hawanya dingin kalau lewat, makanya di panggil kulkas. Senyum dikit, seriiiuuuuuus banget, ngomongnya to the point banget, ga ada basa basi, trus kalau kita lagi kerja trus dia ngeliatin, duuuh takut luar biasa, 'salah apa lah aku', gitu !! " jelas Rahma panjang lebar.


" Makanya waktu Mas Khalis naksir Mbak Dona, semua karyawan tahu. Yaaa gimana ga ketahuan banget naksirnya??!! Ga pernah-pernah ngobrol di kantor sampai ketawa-ketawa, eee pas ngobrol sama mbak Dona ketawanya sampai kedengaran dari luar ruangan. Kaget dong!! Manusia tanpa senyum ini bisa tertawa juga!! " lanjut Rahma.


" Hmm hiperbola " ucap Dona lirih tetapi tetap terdengar.


" Kebanyakan main bola " lanjut Dona lagi yang membuat Khalis dan lainnya tertawa.


" Don, kamu tuh sudah bukan remaja lagi, anak dah 4 lho, masih aja nyelutuknya aneh bin ajaib gitu " tegur Bude Dona.


" Ga papa Bude, buat saya ini nilai plusnya Dona " puji Khalis.


Komentar Khalis pun mendapat ledekan dari kerabat Dona.


" Ciiieeeee yang baru nikah emang beda!!! "


" Beda lah, kalau sama, yaa ngapain nikah " jawab Dona.

__ADS_1


" Tapi ada PR buat Dona!! " giliran adik dari ibu Dona berbicara.


" Apa Bulik?? " tanya Dona.


" Perasaan aku dah lulus sekolah kok masih punya PR itu dari mana?? "


" PR mu itu, menghasilkan anak laki-laki!!! tuh PR terparipurna!!! "


" Haadee kirain!! hmm paksunya mung mesam-mesem wae ket mau, demen ye Pak!! " canda Dona.


" He eh " jawab Khalis singkat lengkap dengan senyum lebarnya.


" Besok kan Ahad, pada mau kemana?? " tanya ibu Dona.


Khalis melihat ke arah Dona, dan begitu pula sebaliknya.


" Aku ngikut aja, akhirnya aku bisa duduk syantik di kursi penumpang!! "


Khalis tersenyum mendengar jawaban Dona.


" Ya sekitaran sini aja Bu, belum tahu juga mau kemana " jawab Khalis.


" Biasanya kalau pengantin baru tuh, agenda utamanya shopping, honeymoon. Jadi mau honeymoon kemana?? " tanya Hana.


" Adaa deee, mau taaauuuu aja siii. Dilarang melakukan perkepoan yaa " jawab Dona.


" Hmmm kambuh!! Khal, hati-hati sama 'penyakitnya' Dona yang satu ini. Aselik aku tuh sudah jadi kakaknya bertahun-tahun, tetap aja, aku masih suka bingung ' adekku ngomong apa??!! ' belum lagi kalau bahasa 'kalbunya' keluar!! beneran!! aku sering ga ngerti!! heran sama adek satu ini, ajaibnya ga ilang-ilang, malah semakin jadi!! Yang sabar ya, Khal "


" Mbak, aku breakdown pernyataannya yaa, bukan breakdance, kalau breakfast besok pagi.. "


" Kan kan kambuh kan!!! " ucap Hana.


Dua kakak adik ini akhirnya memecahkan suasana.


" Back to pernyataan Mbak Hana. Satu, telah menjadi kakaknya bertahun-tahun. Laaa emang mau berbulan-bulan, masih bayi dong??!! Dua, Mbak Hana bilang tetap masih suka bingung, kenapa suka sama bingung?? hayooo kenapa?? bingung kok suka??... "


" Aselik ini kambuhnya parah!!! " ucap Hana kembali.


" Ssstt dengerin aja siii, protes belakangan, kalau duluan itu DP. Lanjuuuut... hmmm tadiii sampai mana yaaa..... hooo suka bingung!! ntar kalau sudah ga suka jangan langsung diputusin, kasihan nanti jadi semakin bingung!!"


" Mbak, kalau ga ngerti itu harus nanya, ntar kalau tiba-tiba ulangan trus belum ngerti juga kan hasilnya jelek. Makanya harus belajar yak!! Fighting kakak!! "


" Heran sama adek satu ini, ajaibnya ga ilang-ilang. Baiklah, sebagai adik perempuan satu-satunya dan mbak Hana adalah kakak perempuan satu-satunya, suatu kepuasan tersendiri jika berhasil membuat keajaiban yang tidak tertandingi maupun terkalahkan. Lagian kalau ajaibnya hilang, takutnya aku pun ikut menghilang. Nanti kalian semua akan merindukan diriku karena aku menghilang ditelan... ih serem!! siapa yang mau ditelan?? "


" Yang terakhir, semakin jadi!! bagus dong!! kalau ga jadi artinya gagal, harus ngulang lagi, butuh waktu kaaan. Baiklah sekian dan terima angpao


Suasana pun semakin pecah dengan candaan khas Dona.

__ADS_1


" Kalau bercandanya seperti ini, gimana bisa ga ketawa, kan Ma " ucap Khalis menanggapi komentar Rahma tadi.


__ADS_2