
BAB 100
Lamunan Anita terpaksa buyar setelah dirinya di kagetkan oleh suara deringan HP miliknya yang cukup nyaring terdengar di telinganya.
"Kriiing kriiing kriiing.
" Ah HP sial ngagetin aku aja, kesal Anita sambil meraih HP miliknya.
"Siapa sih yang nelpon, tanya Anita.
" Astaga..., Andra lagi nggak sabaran banget sih nih orang untung ganteng dan aku sangat cinta kalau nggak pasti sudah aku tendang ke dasar laut. Ucap Anita kesal sambil menekan tombol menerima panggilan Andra.
"Kau di mana sekarang cepat sebelum aku berangkat.
" Ha.., berangkat? Emang berangkat kemana kemana kamu sayang?
"Pertanyaan kamu nggak penting cepat kemari atau kamu tak akan bertemu aku lagi.
" Oke, aku sudah tidak jauh lagi dari rumah kamu.
__ADS_1
"Oke aku tunggu sepuluh menit lagi.
" apa kau gila sepuluh menit.
"Terserah kamu, tut tut tut.
" Akh ,sial kok di tutup sih .
Dengan terpaksa Anita pun menambah kecepatan kendaraan yang di kendarai nya.
Belum sampai sepuluh menit Anita sudah sampai di halaman rumah dinas Andra dengan sedikit terburu buru Anita melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sesampainya di depan pintu utama Anita masuk tanpa mengetuk pintu atau memberi salam.
"apa kau tidak pernah belajar adat masuk ke rumah orang. Tanya Andra dengan suara bariton.
"Kurang baik apa aku bekerja di perusahaan kamu ha...?
" Kamu masih berani bertanya sama saya sementara kamu dengan sangat sengaja meninggalkan sebuah meeting penting si sana, ucap Anita dengan sedikit mendahului Andra marah.
"Tidak usah membalikkan pakta aku kesini dan meninggalkan meeting tersebut juga karena ulah kamu.
__ADS_1
" apa maksud kamu Ndra?
"Oya,apa benar kamu sungguh tidak tau kenapa kamu aku panggil ke sini atau kamu berani berlagak tidak tau lagi.
" Tapi aku benar benar tidak tau kenapa kamu memanggil saya kemari karena jika untuk kita bercinta itu sangat tidak mungkin.
"Ha.., benar sekali bahkan aku sekarang ini sangat muak melihat wajahmu yang penuh kepalsuan atau mungkin sekujur tubuh kamu memang tak ada yang asli termasuk ke hamil kamu.
" Andraaaa, jaga bicara kamu asal kamu tau aku hanya pernah melakukan hal ini bersama kamu itu pun krena aku sangat iba melihat keadaaan kamu sat itu jadi kamu jangan ulangi lagi ucapan kamu itu atau kamu tidak akan pernah lagi melihat darah daging kamu.
"Iba apa iba An dengan keadaan aku saat itu.
" Sepertinya kamu memang sangat tidak menginginkan anak ini Ndra.
"Terserah kamu aku tidak punya kesempatan berdebat denganmu, kamu hanya ingin membuang waktuku saja atau kamu hanya ingin menghindar dari perbuatan kamu beberapa hari ini dengan cara menyembunyikan berita tentang kematian ibu mertuaku.
" Kenapa sih Ndra kamu sudah tidak pernah sama sekali melihat kebenaran di dalam diriku ini , kamu sangat berubah setelah kamu berhasil menikahi ***** murahan itu
"Jaga ucapan kamu An dia bukan ***** dan murahan seperti kamu yang bisa bermandikan keringat dalam kenikmatan sesat dengan sembarang pria, ucap Andra dengan menekan dagu Anita dengan kuat.
__ADS_1
" Lepaskan aku Andra perbuatan kamu saat ini sangat kelewatan.
"Kelewatan ya, terus kamu menyembunyikan berita kematian ibu mertuaku apa itu bukan keterlaluan.