NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 48


__ADS_3

BAB 48


Makan malam pun tiba, semua sudah berkumpul di meja makan termasuk andra dan kinayah, keduanya tampak duduk bersebelahan, tetapi wajah kinayah tampak jelas jika sedang gundah, sang mami yang dapat melihat jika anaknya sedang tidak baik baik saja segera mengajukan pertanyaan.


"apa gerang yang membuat wajahmu tampak murung seperti itu nay...? Tanya sang mami kepada putrinya.


Kinayah hanya melirik sang mami tanpa ada niat untuk menjawab pertanyaannya, lalu kembali melirik sang suami yang sedang duduk sambil menikmati makanannya.


"Maaf pa, nyonya..., jika aku sedikit menganggu makan malam ini, tetapi aku mau memberi tahu sekaligus menitipkan kinayah karena aku akan ke kota y besok pagi , ucap andra sambil menatap kedua orang tua istrinya.


" Untuk apa ndra kesana...? Tanya tuan bambang.


"Ini pa..., sedikit urusan keluarga,tetapi aku belum bisa membawa kinayah ikut serta karena dana saya tidak cukup untuk dua orang, ucap andra jujur.

__ADS_1


Tiba tiba tuan bambang berdiri dan meninggalkan meja makan tanpa bersuara.


Tak lama kemudian dirinya pun sudah kembali dan menyodorkan semua fasilitas kinayah yang pernah di sita olehnya.


"Kau bisa membawa serta kinayah besok, gunakan uang itu semau kalian, anggaplah ini adalah sebuah hadiah bulan madu dari papi untuk kalian, bukankah di kota y ada banyak tempat tempat romantis yang bisa kalian datangi...?


" Maaf Pa, bukan niat saya menolak atau pun bersikap sombong terhadap papa, tetapi saya tidak ingin menjadi beban keluarga ini, sungguh aku meminta maaf atas semua ini tetapi papa juga harus mengerti jika saat ini saya sudah menyandang status sebagai imam dalam rumah tanggaku yang berarti aku memiliki tanggung jawab penuh kepada istriku.


"Mungkin aku tidak mampu memberikan kemewahan kepada kinayah seperti apa yang dia dapatkan dari kedua orang tuanya ,tetapi saya akan berusaha memenuhi kebutuhan kinayah hingga hidupnya setara dengan yang dulu dia dapatkan dari nyonya, ucap andra dingin.


" Jika benar buktikan karena aku tidak suka jika hanya teori tanpa praktek, ucap nyonya amalia sambil berjalan menjauhi meja makan tersebut.


"Baiklah nyonya , aku akan pergi besok dan tak akan kembali ke rumah ini jika aku belum bisa membuktikan kata kataku, ucap andra kembali sambil berdiri dari kursinya.

__ADS_1


" Kak andra..., apa yang kakak katakan....? Nasib tidak ada yang tau kak, bagaimana jika kak andra tidak bisa mencapai semua yang kak andra inginkah, lalu aku akan terus terpisah dengan kak andra..., dan bagaimana dengan pernikahan kita kak...? Tanya kinayah sambil menangis histeris.


Tidak tahan melihat istrinya menangis histeris, andra segera mendekap nya dengan lembut berusaha menenangkan sang istri sedangkan hatinya sendiri sudah terasa sesak dan seakan ingin berteriak sekeras kerasnya.


"Sudah dek...,jangan menangis, percaya sama kak andra jika kita tidak akan terpisah lama.


" Ndra sebaiknya kamu jangan terpancing dengan ucapan mami kinayah, ucap tuan bambang.


"Iya ndra sebaiknya kamu berpikir lagi dengan apa yang kau katakan, ingat tidak baik mengambil keputusan di saat kita sedang emosi, ujar aditya.


Sedangkan kinayah hanya mendongak mengharap andra akan merubah pendiriannya.


" Tidak dek.., jangan meminta aku untuk membatalkan keinginanku, percaya dengan takdir dan jodoh, semua sudah di tentukan oleh yang kuasa.

__ADS_1


__ADS_2