NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 86


__ADS_3

BAB 86


Kinayah pun segera beranjak dari duduknya lalu melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya sebelum menemui suaminya yang sudah lama tak berdua dengannya secara langsung.


Sedangkan nisa masih tetap di tempatnya semula sambil mengetik sesuatu di HP miliknya.


Kurang lebih sekitar dua puluh menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar.


"Tok tok tok.


Mendengar suara ketukan nisa segera membuka pintu kamarnya.


" Maaf nona boss aku menganggu anda, ucap seorang laki laki yang memiliki wajah yang lumayan tampan yang tak lain adalah orang kepercayaan nisa


"Iya nggak apa apa, di mana pesananku dan tuan mudah sekarang di mana?


" Ini, ucap laki laki tampan tersebut sambil menyerahkan sebuah paper bag kepada nisa.


"Bagus, terima kasih tetapkan penjagaan tetapi dari jauh saja.


" Baik nona boss.


"Ya sudah pergilah kami akan ke sana sekitar lima belas menit lagi.


Tanpa mengucapkan satu kata lagi laki laki tampan tersebut pergi meninggalkan nisa .

__ADS_1


Sedangkan nisa tak henti hentinya menatap isi paper bag sambil tersenyum lebar entah apa yang ada di pikirannya saat ini.


Tiba tiba kinayah sudah berdiri di belakangnya dengan hanya menggunakan handuk terlilit di atas kedua ***********.


" Kamu ngapain berdiri di pintu, ini sudah tengah malam, tanya kinayah yang merasa sedikit pemasaran dengan tingkah asistennya karena dirinya benar benar tidak tau jika asistennya sekaligus sahabatnya baru saja kedatangan tamu.


"Pakai ini dan dandang yang cantik serta pakai parfum limited terbaru.


" Chi..., apaan ini kamu nyuruh aku jadi pacung.


"apa ada masalah jika jadi pacung suami sendiri.


" Tapi aku ogah pakai pakaian seperti itu.


" Kau itu asisten aku, kau ti..., ucapan kinayah pun menggantung karena nisa sudah menarik handuknya kasar lalu mengolesi seluruh tubuh kinayah lotion dan segera memasangkan lingerie yang sangat seksi tampa memakai dalaman terlebih dahulu.


"Nis..., teriak kinayah kesal tetapi tetap ucapannya masih menggantung karena mulutnya sudah di sumpah dengan ****** miliknya lalu tubuhnya di dudukkan di sebuah kursi di depan meja rias lalu di dandani dengan cantik kemudian di pakaikan baju syarii yang lumayan besar.


" Ayo kita ke kamar suami kamu sekarang, kinayah pun menuruti perintah nisa.


"Kok jantungku berdetak begitu cepat ya nis?


" Hem, itu hal yang biasa...layani suami kamu sampai pengaruh obat itu hilang setelah itu pulang lah kembali ke kamar kita agar rencana kita tetap berjalan karena belum waktunya dia tau tentang siapa sebenarnya kita.


"Baiklah.

__ADS_1


Setelah berucap nisa segera meninggalkan kamar tersebut sedangkan kinayah mulai memberanikan diri membuka semua pakaian dan sekarang dia hanya menggunakan lingerie yang sangat seksi tanpa menggunakan dalaman lagi.


Sedangkan andra yang sudah di kuasai dari tadi napsu birahi langsung mendekati kinayah dan melakukan sesuatu sambil terus menyebut nama kinayah di setiap lenguhannya.


Sekitar jam lima subuh kinayah pun sudah kembali ke kamarnya dengan nisa.


"Sa..., bangun sudah waktunya sholat shubuh.


" Eum..., kamu sudah pulang? Tanya nisa setelah dia sudah dalam posisi duduk.


"Cepatlah wudhu aku mau mandi lalu sholat setelah itu aku mau istirahat.


" Gila, banyak banget tanda kepemilikan di bagian dada kamu.


"Hem, hanya suara deheman yang terdengar dari mulut kinayah.


" Jangan berdehem saja dong ceritain pengalaman kamu.


"Besok saja, aku sangat lelah dan capek tubuhku terasa remuk aku butuh istirahat.


" Berarti suami kamu hebat dong, lalu bagaimana keadaannya?


"Dia sudah tertidur, cepatlah ambil wudhu.


" Iya iya bawel, gerutu nisa sambil beranjak dari duduknya dan segera menggayunkan langkahnya menuju kamar mandi sambil bersenandung.

__ADS_1


__ADS_2