
BAB 65
Sedangkan di lain tempat tampak kinayah dan bi inem menatap tajam ke arah aditya yang tiba tiba datang berdehem tepat di depan mereka.
" I ih, ngapalin sih kak aditya ngagetin kita?
"Aku nggak merasa ngagetin kalian kok.
" Lalu datang dengan tiba tiba itu apaan?
"Itu sih , kalian saja yang terlalu serius ngolok ngolok saya.
" Asal nuduh lagi.
"Siapa yang asal, memang kalian ngebully aku tadi kok.
" Maaf ya, nggak ada yang ngebully siapa di sini.
"Pake ngeles lagi, aku denger pake kuping gue ini.
" Ssttt, sudah aden, non lebih baik kalian sarapan setelah itu baru berangkat kerja, ucap bi inem yang sedang menengahi pertengkaran adik kakak ini.
"Betul bi, aku akan sarapan segera dari pada melayani wanita yang sedang setres di tinggal suami.
" Puk...puk...puk ..., terdengar suara pukulan kinayah di punggung aditya.
"siapa yang kak maksud?
"Ya siapa lagi kalau bukan kamu, masa bi inem sih , yang nyata nyata belum pernah nikah, ucap aditya sambil berlari menghindari amukan adiknya.
__ADS_1
"Kaaaaakkk adityaaaa..., teriak kinayah sambil mengejar kakak laki lakinya.
Setelah kinayah dan aditya sarapan mereka kembali ke kamar masing masing, kinayah kembali bersiap siap untuk berangkat menemui temannya dia mengikuti saran bi inem, supaya tidak terlalu percaya dengan foto tersebut bisa jadi itu editan seseorang, dengan sangat penuh dirinya melangkah keluar kamar dan segera menyambar kunci mobil miliknya yang sudah di kembalikan oleh papinya sebelum berangkat ke Singapore.
Kini kinayah sudah di rumah temannya dia pun menceritakan semuanya kepada temannya termasuk pernikahannya yang di selenggarakan dengan sangat sederhana saja.
"Tega, tega kamu nay nikah nggak ngundang aku, ucap teman kinayah.
" Ya maaf, aku aja masih nggak percaya dengan pernikahan aku saat itu tetapi lambat laun aku pun jatuh cinta dengannya.
"Mana sih, wajah suami kamu? Aku ingin lihat, penasaran akunya sama laki laki yang bisa tiba tiba menghapus pesona dari dari hati dan jiwa lho.
" Ini, essst tunggu dulu, tapi janji jangan jatuh cinta sama laki gua.
"Kamu ternyata sudah di buat gila sama tuh laki, siapa namanya?
"Kok namanya kayak familiar gitu ya.
" apa kau kira kira kenal dengan laki gue?
"Bentar, aku lihat dulu.
" Kenapa?
"Astaga ini kan kak andra teman kak rasya.
" Kamu kenal?
"Kenal sih iya, tapi akrab nggak.
__ADS_1
" Kirain akrab.
"Emang kenapa?
" Ya, kalau akrab kan aku enak nanya tentang dia ke kamu.
"Kayaknya ada udang di balik baru nih.
" Seperti yang kau lihat di foto itu.
"Kamu cemburu ya.
" Menurut lho.
"Nggak apa apa cemburu karena cinta dan cemburu itu bagaikan garam dan mi-won keduanya saling melengkapi jika tak ada cemburu bisa jadi juga tiada cinta, tetapi cinta tanpa cemburu itu bukan cinta tetapi sekedar nafsu.
" Kamu sekarang seperti puitis ya.
"Sedikit belajar dari pengalaman.
" Iya ya, tanpa sadar kita sudah berada di titik dewasa.
"Iya sih, asal jangan umur aja yang dewasa.
" Ngomong ngomong kok kamu berubah gini ya, mengingat selama ini kelakuan kamu.
"Iya nay,sejak bertemu dengannya aku benar benar tertarik dengan kedamaian yang dia selalu tebarkan di dalam benakku ini, makanya aku sekarang aku ingin ikut bersamanya ke kairo.
" Ha..., ka i ro? seru kinayah kaget.
__ADS_1