NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 53


__ADS_3

BAB 53


Setelah sarapan andra pun pamit berangkat, tampak mata tuan bambang sudah berkaca kaca setelah andra menyalami dirinya lalu mencium punggung tangan mertua laki lakinya.


" Pa, aku titip kinayah, ucap andra sambil memeluk tuan bambang.


"Aku akan menjaga amanah yang kau percayakan kepadaku nak, hati hati di sana, semoga kau akan lebih cepat mendapatkan yang kau mau, ucap tuan bambang sambil mengusap usap punggung menantunya.


" Terima kasih banyak pak.


Setelah merasa sudah cukup, andra lalu memutar penglihatannya mencari ibu mertuanya tetapi yang di cari sudah tidak ada, dirinya pun berniat ingin menemui ibu mertuanya di kamarnya, tetapi langkah andra sudah di tahan aditya.


"Mau kemana andra...? Tanya aditya.


" Itu kak Adit, mau menemui nyonya,aku mau pamit sekalian memohon doa, jawab andra.


"Nggak usah temui ibu andra, aku takut dirinya akan mengucapkan kata yang tak sepantasnya kamu dengar.


" Tapi..., ucapan andra menggantung ketika melihat tuan bambang menggelengkan kepala.


"Sudahlah kak andra, tidak usah menemui ibu, nay takut ibu akan semakin menyakiti hati kak andra, ucap kinayah sambil mengusap air matanya yang sejak tadi tak henti henti.


Melihat istrinya terus meneteskan air matanya untuk mengiringi kepergiannya, andra pun mendekati istrinya lalu memeluk dan mengecup puncak kepala istrinya.

__ADS_1


"Jangan menangis lagi ya, ucap andra sambil mengusap air mata istrinya.


" Apakah benar kak andra masih akan tetap kembali untuk nay...? Tanya kinayah sambil memeluk suami yang sekarang sangat di sayanginya.


"Tatap mataku dek, apa ada sedikitpun kebohongan di sana... ?


" Entahlah kak, tetapi nay merasa jika kita tidak akan bersatu lagi.


"Hey,jangan berucap buruk bukankah ucapan itu adalah doa...?


" Tapi....? Kini ucapan kinayah yang menggantung di udara.


"Ssstttt.... Kak andra tidak mau mendengar ucapan yang buruk dari adek lagi,kak andra cuma mau doa saja.


" Hey, apa kalian akan terus pamer kemesraan disitu...?


" Aku sih nggak masalah nunggu, tetapi penerbanganmu tinggal satu jam lagi, ucap aditya sambil berkacak pinggang menatap tajam ke arah pasangan yang ada di hadapannya.


"Baiklah dek, kakak berangkat dulu tetap semangat jaga kesehatan dan hati kamu, jangan lupa makan, ucap andra sambil mengandung istrinya keluar dari halaman.


Tiba tiba terdengar suara bariton dari arah dalam rumah, melangkah mendekati sepasang suami istri.


" Tunggu dulu, teriak tuan bambang.

__ADS_1


Ketiganya serentak berhenti melangkah, lalu menoleh ke arah suara bariton berasal.


"Ini nomor kinayah, sering seringlah berkomunikasi dengannya.


" Baik pa, terima kasih banyak.


"Sama sama.


Setelah semuanya sudah selesai andra sudah tampak menaiki mobil mewah milik aditya lalu di susul kinayah, kini ketiganya sudah berada di dalam mobil kinayah tak henti hentinya memeluk lengan sang suami yang membuat aditya berdecak kesal.


" Cih... Nempel terus, nggak bisa apa jaga perasaan ku saat ini.


Tetapi kinayah tidak perduli dengan apa yang di ucapkan aditya.


Setelah berkendara selama tiga puluh menit mereka pun sudah sampai di bandara.


Tak lama setelah mereka sampai terdengar suara yang menggema di ruang tunggu, jika semua penumpang di harapkan segera menaiki kabin pesawat karena tidak lama lagi akan lepas landas, mendengar semua itu hati kirana semakin perih tenggorokannya seakan tercekik rasa sesak di dadanya semakin memuncak dan ketika tiba tiba andra berbalik dan memeluk dirinya dengan erat pecahlah tangis kinayah tubuhnya tampak bergetar hebat karena berusaha menahan suara tangisnya di dalam pelukan suaminya.


Demikian juga dengan andra dadanya terasa sesak tetapi sebisa mungkin dirinya tahan karena tidak ingin membuat kinayah semakin sedih.


"Dek, jangan nangis terus dong, nanti kak andra semakin nggak tenang meninggalkan adek.


Mendengar semua itu kinayah pun berusaha menahan tangisnya meski terasa sesak di dadanya tetapi dirinya berusaha tegar karena dirinya tidak mau suaminya akan gelisah.

__ADS_1


Setelah andra selesai pamit kepada aditya dirinya pun kembali memeluk istrinya dan mengecup bibir istrinya sekilas lalu melangkah hendak pergi tetapi tiba tiba kinayah kembali menarik tangan suaminya yang memang belum sempat dirinya lepas lalu dengan gerakan cepat dia sudah ******* bibir suaminya tanpa ada rasa malu dengan ke adaan sekitarnya, ciuman panas mereka pun berlangsung agak lama karena andra yang sempat kaget dengan apa yang di lakukan istrinya dengan senang hati menyambutnya,tanpa mereka sadari jika tidak jauh dari tempat mereka sedang melakukan adengan pulgar ada seorang laki laki yang sedang melihatnya dengan penuh kebencian sambil mengepalkan kedua tangannya dirinya berucap dengan lirih.


"Aku tidak akan pernah membiarkan kalian bahagia sebelum aku mendapatkan yang aku mau.


__ADS_2