
BAB 47
Sementara di dalam sebuah kamar andra yang sudah di selimuti kabut gairah , berusaha melepas dress yang di pakai kinayah, tetapi tiba tiba ke dua tangan kinayah menahan pergerakan kedua tangan andra dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Maafkan kinayah kak andra, bukan maksud kinayah tidak menginginkan sentuhan dari kak andra, tetapi sebelum kak andra memulai hubungan kita ini ke arah yang lebih serius lagi sebaiknya kak andra kembali berpikir.
" Berpikir untuk apa nay....? Tanya andra dengan mata sayu karena gairah andra masih terus bergejolak.
"Seperti yang kak andra tau jika aku bukanlah gadis suci , meski statusku masih seorang gadis tetapi pada kenyataannya aku sudah bukan perawan lagi, ucap kinayah dengan wajah yang penuh sesal.
" Bukankah waktu itu kamu sudah jujur kepadaku nay, dan buktinya aku masih berada di sini sampai saat ini, yang berarti aku sudah menerima hal itu, asal kamu tau nay , jauh sebelum kau mengenal darco aku sudah terlebih dahulu mengenal dirimu, bahkan aku sudah jatuh cinta dengan kamu sejak pandang pertama, tetapi aku terus menepis perasaan ini karena bagiku memiliki kamu adalah hal yang sangat mustahil, hingga suatu hari seorang ayah yang sudah putus asa untuk menarik kembali putri yang sangat di sayangnya ke jalan yang benar mendatangiku dengan wajah yang sangat menyedihkan, beliau berlutut di hadapanku memintaku menikahi putri semata wayangnya, saat itu aku tidak bisa berkata apa apa karena yang pertama aku pikirkan adalah wanita yang aku cintai meski aku tau dirinya tidak mengenal aku dan dirinya juga memiliki pasangan yang sangat sepadan darinya, karena aku sudah cukup lama terdiam akhirnya sang bapak membuyarkan lamunanku dan bertanya kepadaku untuk yang kedua kalinya, karena merasa kasihan aku pun meminta waktu seminggu, setelah seminggu , aku akhirnya berniat mendatangi beliau untuk mengatakan jika aku tidak bisa menikahi putri nya karena aku mencintai wanita lain , tetapi apa yang aku dapatkan setelah sampai di rumah beliau, yang ada sebuah keramaian yang luar biasa ternyata hari itu adalah hari pernikahanku dengan putrinya, saat itu juga air mataku menetes memikirkan jika aku dan wanitaku tidak berjodoh, tetapi sungguh allah adalah mata bijaksana dan adil serta maha mengetahui tanpa di sangka jika wanita yang aku nikahi adalah wanitaku sendiri, cinta pertamaku , wanita impianku, sekarang coba kau katakan nay , dari arah mana aku harus menolak kamu, sedangkan Tuhan dan alam sendiri sudah merestui dan menyatukan kita , akan kah aku tega membuang kamu hanya karena kesalahan di masa lalu...? Tanya andra sambil mendongak menatap kinayah dengan air mata yang sudah tumpah membanjiri kedua pipinya , karena posisi andra saat ini sedang berlutut di depan ranjang di mana kinayah sedang duduk di tepi ranjang.
Melihat ketulusan yang terpancar di mata andra membuat kinayah juga ikut menumpahkan air matanya sejak dari tadi menganak sungai .
"Maafkan aku kak andra yang tidak bisa menjaga diriku, bahkan sesuatu yang sangat berharga di dalam diriku sendiri tidak mampu aku jaga , dengan suka rela aku serahkan kepada lelaki yang aku anggap sangat mencintaiku tetapi dengan kenyataannya aku hanyalah pemuas nafsunya semata. sungguh aku wanita yang sangat tidak pantas untukmu, karena kamu adalah laki laki yang berhati mulia sedangkan aku sudah bagaikan wanita malam yang suka menjajakan tubuhnya di setiap lelaki, tutur kinayah dengan air mata yang terus membanjiri kedua pipinya.
__ADS_1
"Sssttt...., jangan ucapkan itu lagi nay, biar pun masa lalu kamu hitam sehitam hitamnya, itu tidak akan pernah mengurangi rasa cinta yang sudah tumbuh dan bersemi di hatiku , sedari lama, ucap andra sambil meletakkan jari telunjuk nya di bibir kinayah.
"Tapi kak aku...., ucapan kinayah kini menggantung di udara karena dengan cepat kilat andra sudah ******* bibirnya dengan penuh hasrat.
Entah mengapa kinayah juga tidak kuasa menolak perlakuan andra hingga dirinya juga sekarang sudah terbawah suasana romantis yang menguras pikiran dan tenaga.
Setelah dua jam berlalu kini mereka sudah berada di depan cermin keduanya sudah mandi dan berpakaian rapi, andra berdiri di belakang kinayah sambil mengeringkan rambut istrinya dengan handuk, tampak wajah ke duanya tampak berseri seri tampak jelas di wajah mereka berdua gurat kebahagiaan yang tiada tara, hari ini mereka sudah menjadi suami istri yang sebenarnya.
Tetapi tiba tiba andra seakan melenyapkan ke bahagiaan yang tercipta dari sebuah penyatuan kenikmatan abadi meleburkan segala ego dan ambisi serta emosi dan menciptakan senyum kebahagiaan di bibir sepasang manusia yang sedang di mabuk asmara, karena andra tiba tiba berucap jika dirinya akan keluar kota.
" Deg...., tiba tiba hati kinayah berdenyut nyeri.
Melihat perubahan muka kinayah andra segera merayu istrinya.
"Adek nggak usah takut, kakak cuma pergi tidak lama hanya sekitar seminggu, tentunya kita akan saling rindu, betulkan dek...? Kamu akan merindukan kakak setiap hari.
__ADS_1
Kinayah hanya bisa mengangguk dengan perlahan, lalu memberanikan dirinya bertanya.
" Memangnya kak andra mau kemana...?
"Kak andra mau ke kota yy, ucapnya singkat.
" Dalam rangka apa kak..? Tanya kinayah lagi.
"Ada sedikit urusan dengan keluarga ayah dan ibu, ucap andra berbohong.
" Memangnya kak andra berasal dari sana...?
"Ayah dan ibu kak andra kebetulan kelahiran di sana .
" Lalu kak andra sendiri lahir di mana...?
__ADS_1
"Coba cek sendiri KTP kak andra biar nggak penasaran, bisik andra pas di telinga kinayah, sehingga kinayah merasa merinding.