
BAB 87
Sementara di club malam tampak seorang wanita cantik sedang mengamuk karena rencananya gagal.
"Akh...., kalian benar benar tak berguna semuanya gara gara kalian semua rencanaku gagal lagi, teriak anita geram.
" Maafkan kami boss, kami benar benar sangat menyesal dengan kegagalan kami, ucap tiga laki laki tinggi besar sambil menunduk.
"apa..., maaf asal kalian tau saja untuk kalian tidak ada kata maaf, ucap anita dengan tatapan membunuh.
" Tapi boss, protes yang satunya lagi.
"Tak ada tapi tapi, hei....,kalian segera lakukannya yang aku perintahkan.
" Baik bos, ucap dua orang laki laki yang sejak tadi berdiri di belakang anita.
Sedangkan anita segera berlalu pergi meninggalkan club tersebut dengan hati yang sangat marah.
Tak butuh waktu lama anita pun sudah sampai di rumahnya, dirinya dengan gontai berjalan memasuki kamarnya lalu segera melemparkan tas yang di bawahnya ke sofa yang ada di kamarnya lalu berjalan mendekati meja rias miliknya dengan penuh amarah anita mengibaskan kedua tangannya sehingga semua yang ada di atas meja rias termasuk make up miliknya terlempar ke sembarang arah dengan di sertai suara suara berisik seperti barang pecah dan teriakan anita yang menggema karena sangat keras.
__ADS_1
"Akh......, aku benci kamu kinayah kamu sudah merebut hati andraku dan sekarang aku juga yakin jika yang menggagalkan rencanaku adalah anak buahmu, tapi ini belum berakhir karena aku akan sesegera mungkin mendepak kamu dari kehidupan Andra, dia hanya milikku..... Milikku.... Milikku.... biarkan seluruh dunia tau jika dia milikku, teriak anita histeris.
Setelah puas berteriak anita kembali membaringkan kepalanya dengan berbantalkan kedua lengannya yang di letakkan di atas meja rias dengan kedua lengannya yang saling silang sambil membayangkan kejadian tadi di mana Andra sudah hampir menjadi miliknya.
****
Andra yang baru saja datang segera menghampiri anita yang sedang duduk santai sambil tersenyum manis kepada Andra.
"Malam ndra, ayo duduk , ucap anita ramah.
Andra pun segera duduk tepat di hadapan anita.
" Cepat an apa yang kau ingin bicarakan kepada saya sebaiknya langsung aja aku tidak punya banyak waktu , ucap Andra dingin.
Setelah berkata seperti itu anita pun tampak melambaikan satu tangannya memanggil pelayang.
Tak butuh waktu lama pelayang yang di panggil anita pun sudah berdiri di depan mereka.
" Ndra mau pesan apa? ; atau aku saja yang pesan untukmu tetapi jika aku yang mesan untukmu susah tentu aku akan memesan minuman yang beralkohol, ucap anita sambil cekikian.
__ADS_1
"Biar aku aja , berikan satu gelas jus jeruk.
" Ha... ha.... ha..., ndra ....ndra .... Mana ada jus jeruk di tempat seperti ini.
"Terus...?
" Berikan satu gelas anggur, perintah anita.
"Tidak aku tidak mau minum minuman beralkohol, tolak andra.
" Kau tidak akan mabuk dengan hanya meminum minuman itu lagian hanya minuman itu yang memiliki kadar alkohol yang rendah.
"Kalau begitu cepat katakan apa lagi yang kau inginkan an?
Pembicaraan mereka segera berhenti karena kedatangan pelayang tadi kembali dengan membawa segelas anggur merah.
" Baiklah, aku hanya mau meminta maaf terhadap kamu ndra, atas kejadian yang kita alami seharusnya aku tidak terlalu memaksa tetapi apa yang aku katakan saat itu tentang perasaanku selama ini itu benar adanya.
"Sebaiknya kau belajar menerima sesuatu kenyataan baik pahit maupun manis an.
__ADS_1
" Iya ndra, justru itulah yang membuat aku mengundang kamu ke sini karena aku benar benar merasa bersalah semoga saja kamu tidak marah padaku.
"Aku mungkin nggak marah sama kamu apn tapi aku kecewa karena selama ini aku hanya punya satu sahabat cewek yaitu kamu, ucap Andra sambil meraih gelas yang berisi minuman tersebut lalu dengan santainya dia meminum hingga tersisa tinggal setengah sedangkan anita yang melihat jika andra sudah meminum minuman tarsebut tampak mengukir senyum licik di bibirnya yang tidak sempat di lihat Andra.