
BAB 20
Sedangkan di tempat lain kinayah sudah sampai di tempat kerja darco yaitu di sebuah cafe miliknya
Setelah memarkirkan motor yang di kendarai nya, dirinya langsung masuk ke cafe tersebut.....tampak semua pegawai di sana tampak pucat saat melihat kinayah.
"Pagi.... Sapa kinayah ramah sama salah satu pegawai di sana.
" Pagi nona... Balas pegawai tersebut dengan tingkah yang serba salah.
"apa tuan darco ada..... Tanya kinayah santai.
" Ada nona di dalam.. .. Jawab pegawai itu lagi.
"Makasih..... Ucap kinayah sambil berlalu.
Setelah itu kinayah berjalan dengan santai menuju sebuah ruangan kerja darco sekaligus tempat tidur karena di dalam ruangan itu selain meja kerja dan rak buku di dalam juga ada TV dan tempat tidur serta sofa karena darco kerap bermalam di situ jika dirinya sedang malas pulang ke rumah orang tuanya atau pun di ke club.
Dengan hati berbunga bunga karena selain senang akan bertemu tambatan hatinya, di dalam hati kinayah ada rindu yang sangat besar karena sudah lama dirinya tidak bertemu dengan sang kekasih.
Dengan senyum merekah kinayah membuka pintu tetapi setelah pintu terbuka senyum kinayah sontak menghilang dan matanya melotot seakan mau keluar melihat pemandangan yang saat ini di lihatnya betapa tidak dua insan yang beda jenis sedang bertelanjang bulat tanpa sehelai benang pun melekat di tubuh mereka berdua , yang sedang asyik mencari kepuasan hakiki sakin asyiknya.....mereka tidak sama sekali merasakan kehadiran kinayah yang sedang terpaku berdiri di ambang pintu dengan tubuh bergetar karena marah kecewa yang berkecamuk di dalam hatinya.
__ADS_1
"Darco dengan buas mengauli tubuh wanita yang berada di bawah kungkungannya.....******* yang menjijikkan saling bersahutan terdengar sangat jelas di telinga kinayah membuat kinayah seketika berteriak keras memanggil nama darco.
" Darco..... dasar kau bajingan, teriak kinayah sambil menangis dan melempari keduanya dengan barang barang yang ada di atas meja kerja darco.
Sedangkan darco yang mendengar suara kinayah berteriak ,sontak berdiri dan menarik sebuah selimut yang ada di tempat tidur tersebut.
"Nay sayang ka.. ka... kapan kau datang, tanya darco sambil mendekati kinayah hendak meraih tangan kinayah.
" Jangan sentuh saya dengan tangan kotormu itu darco.
"Sayang biarkan aku menjelaskan semua ini, apa yang kau lihat sekarang ini tidak seperti yang kau pikirkan dia yang menggodaku sayang.... Ucap darco sambil menunjuk wanita yang sedang menutup tubuhnya dengan satu bantal karena pakaiannya berada di bawah kaki kinayah.
"Menjelaskan apa..... Semua yang aku lihat sudah menjadi penjelasan bagiku darco, kamu memang bukan laki laki yang tepat untuk aku..... benar kata papi aku. Ucap kinayah sambil memutar tubuhnya hendak pergi tetapi tangannya segera di tangkap oleh darco.
"Lepaskan tanganku dan jangan lagi kamu menemuiku mulai sekarang kita selesai.... Ucap kinayah.
" Tidak nay kamu tidak boleh mengakhiri hubungan kita.... Semua yang aku lakukan ini karena prustasi beberapa hari ini kamu tidak pernah menemuiku.. Aku hubungi nomor kamu tidak pernah aktif aku datang ke sana tetapi orang suruhan papi kamu malah mengancamku..... Tutur darco
"Lantas kamu berbuat seperti ini dengan wanita lain..... apa kamu kira aku akan memaklumi semuanya darco...... Setelah apa yang ku korbankan untukmu.... apa kamu sadar jika aku sangat mencintaimu sehingga tiada siapa pun yang boleh menyentuh tubuhku selain kamu , tapi apa.... apa yang kau lakukan...... apa ini balasan dari pengorbananku selama ini....
Segalanya telah kau renggut termasuk ke sucianku..... Ku serahkan kepada kamu dengan suka rela..... apa kau tau semua karena apa...... Karena aku mencintai kamu darco...... Tetapi balasanmu sungguh luar biasa darco dan ini sungguh tidak bisa ku maafkan... Terima kasih atas penghianatan kamu.... Selamat tinggal...... Ucap kinayah sambil menangis dan berlalu pergi.
__ADS_1
Sedangkan darco hanya diam membisu sambil menatap kepergian kinayah .
Tiba tiba dia di kagetkan dengan suara wanita yang dari tadi diam di atas tempat tidur.
"apa kau menangisi kepergiannya ... Tanya si pelakor tersebut.
" Menangisinya.....tentu tidak karena dia tidak akan pergi jauh dariku sebelum aku mendapatkan apa yang aku inginkan...... Ucap darco penuh percaya diri.
"Wah kau memang hebat dalam bersandiwara.
" Bukan darco jika tidak hebat...... Ucapnya lagi.
"apa di hati kamu benar benar tidak ada cinta untuknya.
" Sejujurnya aku juga sangat mencintainya tetapi dalam mencapai sesuatu terkadang kita juga harus berkorban.
"Jika benar aku takut kamu tidak bisa menyelesaikan misi kamu...... Saranku jangan mengikut campurkan perasaan dengan pekerjaan karena itu adalah suatu kelemahan.
" Itu tidak masalah bagiku..... Seperti halnya kita sekarang kepuasan dan memuaskan itu berbeda..... Sambung darco.
"Tapi aku belum puas darco...... Ucap si wanita dengan manja.
__ADS_1
" Aku sedang tidak mood sekarang kita lanjut lain kali saja, timpal darco.