
BAB 76
Sejak saat itu aku di bawah ke rumah tuan baskoro kemudian aku di sekolahkan hingga ke perguruan tinggi bukan itu saja tuan baskoro juga mengumumkan ke suruh rekan bisnisnya dan juga keluarganya jika aku sudah di angkat sebagai adik angkatnya.
Sejak saat itu namaku di ubah menjadi bambang Kusuma Wijaya dan kehidupan kami sangat tampak harmonis hingga suatu ketika tuan baskoro yang tidak lain adalah kakak angkat ku terlibat perdebatan sengit dengan beberapa rekan bisnisnya karena tuan baskoro tidak mau jika di dalam perusahaan di dunia kesehatan di campur adukkan dengan bisnis obat obatan terlarang.
Para rekan bisnisnya mulai mengatur siasat untuk membuat baskoro jatuh dan melepas semua saham miliknya di sana tetapi jalan mereka selalu menemukan jalan buntu hingga pada akhirnya dirinya merasa kehidupannya terancam lalu beliau meminta diriku kembali dari luar negeri dan menyelamatkan putra semata wayangnya.
Hingga pas pada malam kedatanganku para rekan bisnisnya yang merasa sangat membenci beliau melakukan pembantaian di kediaman ini , aku sempat berbicara dan akan tetap bersama beliau tetapi beliau meminta aku pergi dengan membawa putranya saat itu aku sungguh tak mampu meninggalkan mereka tetapi beliau berlutut dan memohon agar aku meninggalkan mereka dengan membawa putranya.
Aku pun mengiyakan keinginannya meski saat itu aku juga tidak pergi jauh aku hanya bersembunyi di halaman belakang dengan menelusup kan tubuhku dan tubuh satria ke dalam rimbunan pohon bunga yang sangat lebat yang berjejer di pinggir pagar sambil memeluk tubuh satria.
Malam itu aku benar benar bersumpah akan membalas perlakuan keji mereka kepada tuan baskoro dan istrinya beserta art, aku akan membunuh mereka dengan senjata yang di gunakan bahkan dengan cara mereka masing masing melakukan hal keji tersebut.
"Bagaimana bisa papi tau dengan cara apa mereka melakukan hal tersebut , tanya aditya penuh semangat.
" Karena kejadian tersebut terjadi di depan mataku pas di halaman belakang.
__ADS_1
"Astagfirullah sungguh kejam dunia bisnis, ucap kinayah lirih.
" Lalu satria sekarang di mana pi?
"Aku titip ke seseorang yang aku bisa percayai lalu aku rubah namanya.
" Lalu semua yang kami lihat di ruangan papi itu benar adanya.
"Maafkan papi nak, semua itu benar dan semuanya kulakukan dengan tangan sendiri.
" Terus mengenai seluruh aset yang sekarang di kelola papi itu juga benar jika semuanya bukan milik papi?
" Apakah pemiliknya adalah anak yang ada di foto keluarga yang ada di ruangan di dekat kamarku? Tanya kinayah.
"Benar sekali nak, itulah satria.
" Mengapa papi belum membawa pulang satria dan sekarang siapa nama satria? Tanya aditya.
__ADS_1
"Kalian salah nak, satria sudah lama pulang cuma kalian tidak mengetahuinya.
"Maksudnya pulang di rumah ini pi.
" Iya, dia sudah papi bawah nak.
Tiba tiba kinayah kembali menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya setelah menyadari dan mencoba menebak jika apa yang saat ini ada di benaknya benar .
"Jangan bilang jika satria dan kak andra adalah orang yang sama pi, tanya kinayah.
Mendengar ucapan kinayah aditya sontak membelalakkan matanya karena baru menyadari ucapan papinya.
" Apakah tebakan kinayah benar pi?
Tuan bambang Kusuma wijaya hanya mengangguk.
"Tapi ini masih di rahasiakan karena masih ada musuh yang mengincar satria sampai sekarang .
__ADS_1
" Siapa lagi pi? Tanya aditya kembali.
"Keluarganya yang sudah sejak lama mengincar harta baskoro.