NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 56


__ADS_3

BAB 56


Di lain tempat, tepatnya di kediaman tuan bambang kusuma Wijaya tampak muka kinayah sangat kusut dan seakan tidak ada semangat hidupnya, penampilan kinayah udah tak seperti biasanya, rambut yang sudah tak beraturan wajah yang terus cemberut dengan pakaian yang sudah amburadul menemani hari hari kinayah selama kepergian andra yang baru sehari semalam.


"Nay , apa andra tidak ada menelpon kamu sayang...? Tanya tuan bambang.


" Belum pi, padahal kak andra sudah janji kemaren sama nay akan menelpon jika sudah sampai tetapi sampai hari ini dirinya tidak juga menelpon nay, ucap kinayah cemberut.


"Sabar sayang mungkin dia sekarang sedang sibuk.


" Sibuk ngapain sih..., sampai istri pun di lupakan, tidak bisakah menyisihkan waktu barang sedetik saja untuk nelpon istrinya, dasar suami nggak bener, oceh nyonya amalia.


"Mami jangan gitu dong, harusnya saat ini kita harus dukung nay, biar semakin bisa mengerti keadaan suaminya, timpal tuan bambang.

__ADS_1


" Iya tuh mami, lihat sekarang kinayah tanpa andra dirinya bagaikan manusia robot, timpal aditya.


"Sudah nay, jika andra nggak nelpon kamu, ya... Kamunya yang nelpon dia,lanjut aditya.


" Malu kak, nanti di kira nay terlalu posesif.


"Lho, kenapa harus malu...? Kan perempuan memang lebih posesif, apa lagi kalian kan bukan lagi sepasang kekasih tetapi kalian itu suami istri kau berhak atas dirinya sepenuhnya, timpal nyonya amalia.


"Uhuk... Uhuk.Kinayah yang mendengar cibiran kakaknya yang tidak sama sekali memakai filter, tiba tiba keselek dan terbatuk batuk sedangkan tuan bambang segera meraih gelas dan memberikan kepada kinayah, kinayah pun meneguk air itu sampai tandas tak bersisa.


"Nay, hati hati dikit kalau lagi makan, sebaiknya kalian makan tanpa harus membahas si andra itu, ucap nyonya amalia dengan sedikit ketus menyebut nama andra.


Seketika kembali sunyi tanpa ada yang berani membuka mulut kecuali untuk menyuap makanan yang sudah terhidang di depan mereka hingga acara makan selesai dan tampak mereka meninggalkan meja makan satu persatu.

__ADS_1


Begitu juga dengan kinayah yang sudah melangkah dengan cepat menuju kamarnya, dirinya akan mencoba saran keluarganya supaya dirinya yang terlebih dahulu menelpon andra, toh andra itu suaminya.


Setelah sampai di dalam kamar miliknya, dirinya segera menghubungi nomor andra tetapi sudah berapa kali kinayah menghubungi nomor tersebut tetapi sama sekali tidak ada yang di jawab.


"Khu, apakah benar kak andra akan tetap memegang janjinya kepadaku, ucap kinayah dengan mata berkaca kaca.


" Kok sesakit ini ya...? di tinggal saat cinta cintanya, ucap kinayah sambil mengusap air matanya.


Beberapa saat kemudian dirinya kembali melakukan panggilan ke nomor andra tetapi hasilnya masih sama.


"Kak andra semoga kakak di sana baik baik saja, di sini aku akan tetap bertahan menunggu hingga pertemuan kita kembali jika allah masih menghendaki kita bersama, dan andai pun kak andra sudah tak ingin kembali nay akan tetap memilih hidup sendiri. Monolog kinayah di dalam hati sambil mengusap cincin pernikahannya.


***mohon maaf ya para pembaca ku yang tersayang....autor lagi lelet up karena keadaan badan lagi nggak sehat di do'ain ya' semoga cepat pulih seperti sediakala ***

__ADS_1


__ADS_2