NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 15


__ADS_3

BAB 15


Aku sudah selesai berganti pakaian, kini aku sudah duduk di depan seorang penghulu dan dua orang saksi dan tuan bambang sendiri,tidak di pungkiri jika aku sangat deg degan menghadapi ijab kabul yang sangat tiba tiba ini, karena diriku sangat gugup dengan pikiran yang berkecamuk sehingga aku sama sekali tidak teringat atau merasa penasaran dengan raut wajah wanita yang akan aku nikahi hari ini juga.


Sampai akhirnya semua mata mengarah ke sebuah pintu di mana ada tiga sosok wanita cantik sedang berjalan dengan anggung menuju di mana kami semua sedang duduk, aku pun ikut serta mengangkat pandanganku mengarah di mana semua mata sedang tertuju dan tiba tiba pandanganku tertuju pada wanita cantik yang tubuhnya di balut dengan kebaya mewah yang tampak menundukkan mukanya, seketika membuat jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Deg...deg...deg... Suara jantungku saat melihat jika wanita yang akan menjadi istriku adalah gadis yang selama ini mampu mengusik ketenangan jiwaku selama bertahun-tahun lamanya.


Aku dengan cepat mengalihkan pandanganku ke arah lain ketika aku menyadari jika wanita itu sedang tidak bahagia dengan pernikahan ini.


meski dirinya menunduk tetapi aku masih bisa melihat jika mata gadis itu tampak bengkak dan sembab sepertinya dia sudah terlalu banyak menangis.


Kini dirinya sudah duduk di dekatmu

__ADS_1


Dengan wajah tampak di tekuk dan di sampingnya duduk seorang wanita paruh baya yang masih tampak cantik dengan raut muka yang begitu sangat marah memandangku, semua itu sempat aku lihat dari ekor mataku yang sesekali mencuri pandang ke arah mereka berdua.


Sungguh miris nasibku menikah dengan di paksa dan pasanganku terpaksa membuat suasana di acara hari ini tampak tak tampak adanya senyum kebahagiaan, semua tidak seperti yang ku impikan meski aku sendiri menyadari jika saat ini harusnya aku bahagia karena menikah dengan wanita yang dari dulu aku cintai tetapi aku juga tidak akan bahagia jika aku melihat wanita yang aku cintai merasa tidak bahagia sama sekali.


Tiba tiba pundakku di tepuk oleh pak aksan yang menjadi pendampingku hari ini sehingga membuyarkan pikiranku.


"Ha..... Ada apa pak...? Tanyaku kaget.


Dan aku hanya bisa tersenyum menanggapi pertanyaannya.


"Bagaimana nak andra apakah sudah bisa di mulai karena tampaknya semua sudah hadir di sini, tanya tuan bambang.


" Maaf Pak tetapi.... Ucapanku menggantung di udara karena tuan bambang terlebih dahulu memberikan ijin pak penghulu untuk memulai acara ijab kabul.

__ADS_1


Sekitar tiga puluh menit berlalu suara para tamu yang hadir menggema saat ijab kabul dengan lancar ku ucapkan.


"Sah....... Ucap mereka serentak, membuat suara riuh di dalam ruangan.


" Seketika air mataku menetes bukan menyesali atas apa yang ku lakukan hari ini tetapi aku sedih karena aku baru menyadari jika aku ternyata benar benar seorang yatim piatu ,di hari pernikahanku yang sangat penting ini benar benar tiada sesiapa yang hadir termasuk para sahabatku yang menjadi tongkat kesedihanku saat ini adalah hadirnya pak aksan di acara ini untuk mendampingi aku.


Pak aksan lalu memelukku dan mengucapkan selamat kepadaku.


"Selamat andra semoga sakinah mawaddah warahma, ucapnya.


"Amin......Terima kasih doanya pak aksan , ucapku sambil mengusap air mataku.


Tiba tiba tuan bambang meletakkan dua buah cincin yang memiliki bentuk yang sama lalu menyuruh aku dan kinayah mengambil masing masing satu, kami pun melakukan sesuai perintah tuan bambang lalu bergantian menyematkan di jari manis kami dengan cara bertukar cincin, yang aku punya ku sematkan di jari manis kinayah dan begitu juga dengan sebaliknya......lalu semua orang menyoraki aku agar segera mencium kinayah aku pun kembali menoleh ke tuan bambang, dirinya pun mengangguk seakan akan mengerti jika aku sedang meminta ijin,aku pun mengumpulkan keberanian lalu memberanikan diri mencium kening kinayah yang sudah sah menjadi istriku. setelah itu acara kembali di lanjutkan dengan sederhana.

__ADS_1


__ADS_2