
BAB 75
Mendengar perintah dari sang papi kinayah pun segera berdiri dan meninggalkan dua laki laki yang beda umur sedang duduk berhadapan dengan raut muka yang tampak tegang, tak lama kemudian kinayah kembali dengan membawa tiga buah cangkir yang berisi kopi.
"apa kau buat sendiri nay? Tanya saling papi dengan kening mengkerut.
"Iya pi, ini buatan kinayah sendiri silahkan di minum.
" Subhanallah, putri papi memang benar benar sudah dewasa, bagaimana kabar anda nak.
"Entahlah pi, selama kak andra pergi dia sama sekali tidak pernah menghubungi nay, Jawab kinayah dengan tatapan sedih.
" Sabar nak, mungkin ini suatu cara Tuhan mengangkat derajat kamu.
"apa tidak sebaliknya nay gugat cerai aja kak andra pi?
" Byuur... Uhuk... Uhuk... Ti, tidak nak, jangan pernah kau ucapkan itu lagi. Ucapan tuan bambang terbata bata karena keselek dan kopi yang ada di mulutnya menyembur keluarga .
"Tapi pi.
" Tak ada kata tapi.
"Pi, kasihan kinayah biarkan dia akhiri pernikahan ini.
" Aditya, ada banyak hal yang perlu kita bicarakan sekarang sebaiknya soal ini tidak di bicarakan sekarang.
__ADS_1
"Baiklah pi, kami juga butuh penjelasan tentang sesuatu yang kami temukan di dalam ruangan kerja papi yang satunya lagi.
" Maafkan papi nak, bukan niat papi ingin merahasiakan semua ini tetapi aku sebenarnya berniat memberi tau kalian jika sumpah ku sudah ku laksanakan.
"Jadi apa yang kami lihat di ruangan itu benar dan yang melakukan semua itu adalah papi? Tanya kinayah dengan mata berkaca kaca.
" Iya nak, itu semua papi yang melakukan.
"Berarti papi adalah seorang pembunuh berdarah dingin, sambung aditya.
" Ya, mungkin itulah sebutan papi yang layak.
"Mengapa papi tega melakukan semua ini pi, apa lagi semua yang papi bunuh tak lain adalah sahabat papi sendiri?
Mendengar penjelasan papinya air mata kinayah semakin deras dan kedua telapak tangannya menutup mulutnya dengan rapat tampaknya di sangat syok dengan apa yang di dengarnya karena di dalam benaknya dari semalam dirinya berharap semua ini bukan papinya yang melakukan tetapi ternyata apa yang ada di dalam pikirannya ternyata tidak benar.
"Stop pi, nay tidak percaya tentang cerita papi.
" Papi tidak akan berhenti bercerita hingga kalian mendengar semuanya.
"Tapi kenapa papi tega melakukan semua itu pi? Tanya aditya.
" Ceritanya panjang nak;sebenarnya aku bukanlah dara dari kusuma Wijaya.
Kedua mata aditya dan kinayah membulat kaget.
__ADS_1
"Terus.
" Aku hanya seorang gelandangan yang kebetulan di ambil oleh tuan baskoro kusuma wijaya sebagai adik angkat karena dirinya sangat prihatin kepadaku yang sudah babak belum di hajar masyarakat saat itu karena kedapatan mencuri jemuran berupa celana salah satu warga meski sebenarnya aku benar benar tidak berniat mencuri pakaian tersebut karena rencananya aku hanya ingin meminjamnya karena celanaku sobek parah sehingga alat vital ku sudah keluar semua karena saat itu aku hanya menggunakan celana tanpa mengunakan ****** akan tetapi mereka tidak ada yang mau mempercayai aku hingga mereka semua mengoroyokku sampai babak belur dan terkulai lemas di pinggir jalan sampai seseorang yang mengunakan mobil mewah dengan setelan jas mewah merasa iba melihatku dan membawaku ke rumah sakit.
Setelah aku di rawat selama satu minggu, orang tersebut datang lagi dan mulai bertanya kepadaku tentang asal usul ku serta namaku.
"Siapa namamu? Tanya tuan baskoro.
" Namaku bambang tuan.
"Dari mana asalmu?
" Aku tidak tau asalku tuan .
"Lalu selama ini kamu tinggal di mana?
" Aku tinggal di bawah jembatan dan aku bekerja sebagai pemulung.
"Lalu kenapa kamu bisa di keroyok massa.
" Maaf tuan, tapi itu memang salahku karena aku mencuri satu lembar celana di jemuran salah satu masyarakat di sana .
"Kamu pasti anak baik karena jika tidak kamu tidak mungkin mengaku mencuri, apa sebabnya sehingga kamu mencuri.
" Karena celanaku sobek parah tuan, alat kelamin ku sudah keluar semua, aku malu berjalan kembali dengan keadaan mengenggam alat vital ku.
__ADS_1