
BAB 70
"Maka dari itu aku akan menyelidiki apa sebenarnya yang papi sembunyikan ke kita berdua.
" Baiklah kak, tetapi kak aditya janji apa pun keadaan papi kita tidak boleh membencinya!
"Itu sudah pasti dek.
" Oke, tunggu di sini biar aku ambil kuncinya, seru kinayah sambil sedikit berlari menuju sebuah ruangan kecil yang ada di kamarnya, dengan sedikit menggerakkan fotonya bersama papi dan maminya tiba tiba sebuah pintu terbuka yang membuat kinayah sempat melotot kan matanya tak percaya karena di dalam ruangan yang jika di lihat dari luar terlihat sangat sempit ternyata di dalamnya begitu megah dengan furniture yang sangat antik dan mahal, selain itu tampak sebuah foto suami istri dengan seorang anak laki laki yang begitu tampan sekilas kinayah tampak meraba dan mengusap usap foto tersebut.
"Siapa mereka? ;mengapa foto mereka ada di sini?
Lalu tampa sengaja kinayah kembali membuka sebuah maaf yang berisikan akta lahir dan sebuah tulisan di maf biru tersebut.
" (Dek...., selamatkan satria putraku.....),Tuhan ada rahasia besar apa di kehidupan papi? Ucap kinayah lirih.
Tiba tiba terdengar suara langkah kaki kak aditya menuju ke arah kamarku sehingga kinayah pun terburu buru meraih kunci yang sebenarnya ingin aku ambil lalu dengan cepat aku menutup kembali karena teringat pesan papi.
"(Tolong lindungi lemari ini untuk papi, kunci ruangan kerja papi yang satunya lagi ada di lemari ini, jangan sampai ada yang tau keberadaan ruangan ini selain kamu nay , bahkan mami kamu pun tidak tau soal lemari ini. ) ;aku pun mengiyakan semua perintah papi tanpa pernah curiga dan bahkan tak pernah merasa penasaran dengan lemari rahasia papi yang tidak aku sangka jika lemari yang di maksud papi adalah sebuah ruangan yang cukup besar dan begitu mewah tetapi terdapat banyak benda benda asing di dalamnya yang salah satunya ya...seperti foto dan akta lahir atas nama satria putra baskoro Wijaya, siapa sebenarnya mereka?
"Nay kok melamun aja, kan kakak nyuruh kamu ngambil kunci, tanya aditya yang sudah berada tepat di belakang kinayah.
__ADS_1
" Ah... O.. I.. Itu kak, anu. Ucap kinayah gagap.
"Itu anu apa...di mana kunci yang kakak maksud ? Tanya aditya dengan senyum mereka di bibirnya.
" Ini kak.
"Makasih ya dek, nggak mau ikut membantu kakak? Tanya aditya setelah kunci tersebut sudah berpindah di tangannya.
" Apa boleh kak?
"Menurut lho?
" Aku mau tapi kapan?
" Iih.. ,Kak aditya gitu banget sih.
"Ya gimana nggak gitu , orang kamu makin hari makin lemot.
" Ya, ayo kita ke kamar itu.
"Ayo.
__ADS_1
" Ih..., ayo tapi masih berdiri tegak di situ.
"Ya kamu duluan lah dek, kan kamu yang kepercayaan papi.
" Ngiri, dengki.
"Bukan gitu juga sih, tapi bener deh papi lebih percaya sama kamu dari kakak ini.
" Jangan jangan kak aditya bukan anak kandung papi kak?
"Betul juga ya.
" Kalau gitu , ayo kita segera periksa semua teka teki papi yang ada di dalam kamar itu.
"Ayo siapa takut, semoga saja benar kak aditya itu anak angkat sari papi.
" Buset lho, kepengen banget ya?
"Iya iyalah sejarah kak aditya kan terlalu jahil sama nay.
Tanpa mereka sadari mereka pun sudah berada tepat di depan pintu ruang kerja tuan bambang tanpa menunggu lagi aditya segera membuka pintu tersebut lalu masuk ke ruangan yang masih tampak gelap tanpa ada sedikit pun pencahayaan lalu tiba tiba kinayah yang terus meraba mengikuti kemana suara langkah aditya menabrak sebuah benda dan terjatuh.
__ADS_1
"Praaank..., seketika suara kinayah melengking menggema di ruangan tersebut karena kaget sehingga dirinya tanpa sadar berteriak histeris.