
BAB 89
Sementara di sebuah kamar hotel tampak seseorang merasa linglung dengan keadaan yang sekarang di lihatnya.
"Ini di mana kok tampak asing di mataku? Gumam andra sambil menatap keliling ruangan yang saat ini di tempatinya.
Dirinya pun perlahan lahan menyibakkan selimut dengan seketika matanya melotot seakan biji matanya hendak melompat keluar melihat di tubuhnya sudah tak ada sehelai benang pun yang melenket dia pun kembali tertegun ketika melihat banyak tanda gigitan kecil di bagian dadanya seketika penglihatannya nanar terbayang wajah istri yang sudah di khianati nya.
"Maafkan suamimu ini nay, yang tidak bisa menjadi imam yang baik untukmu, mungkin di sinilah akhir dari kisah rumah tangga kita karena sudah tidak mungkin kau akan ikhlas menerima laki laki hina seperti aku saat ini, ucap andra lirih.
Sedangkan kinayah terus tersenyum di kamar hotel sebelahnya yang di tempati andra , kinayah terus menatap layar HP miliknya di mana suaminya sedang meratapi kesedihannya.
"Kamu memang jenius nisa bisa bisanya kamu bisa berfikir arah ke sana di mana tak pernah terpikirkan olehku untuk memasang CCTV di kamar tersebut lalu menyambungkan ke handphone milikku.
" Hai..., nona kisa itu yang masang kamu bukan aku jangan memfitnah, balas nisa setengah teriak.
"Oke aku yang pasang tapi itu kan atas perintah kamu dodol.
__ADS_1
" Ya jelaslah, jika aku yang pasang sudah tentu aku memasangnya sebelum kamu dan andra ehem ehem lalu aku di sini yang akan menonton film bokep langsung sahabatku aku menjadi gatal dan aku mau garuk pakai apa?
"Pakai sikat wc ha... ha.... ha...., jawab kinayah singkat sambil tertawa.
" Terus....., tertawalah sampai elek, ucap nisa dengan wajah di Teluk bibir di manyun manyumkan.
"Kamu sih pakai nanya segala, jelas jelas ada pak ustadz yang bisa nggaruk gapain lagi nanya.
" Boro boro pak ustadz mau ngaruk yang itu nyium pipi aja belum muhrim, ucap nisa dengan wajah masih saja di Teluk.
" Udah nggak usah tertawa terus bentar kesambet baru tau rasa, sini aku mau lihat wajah sedih andra yang habis khianatin istri tercintanya.
"Chi..., apaan lho mau lihat suamiku yang sedang telanjang.
" Idih...., siapa juga yang mau ngeliat suami lho telanjang dasar orang aneh, gerutu nisa sambil melangkah menjauhi kinayah tetapi masih jelas di dengar kinayah.
"Aneh aneh gini kamu juga masih mau bersahabat denganku.
__ADS_1
" Terpaksa coy.
"Ala...., terserah kamu mau terpaksa mau apa emang gue pikirin.
Tiba tiba perdebatan mereka terhenti setelah terdengar ketukan pintu di kamar mereka tempati mereka pun buruh buruh menggunakan syarii yang biasanya mereka gunakan setelah semuanya beres nisa pun melangkah mendekati pintu lalu membuka secara perlahan.
" Selamat pagi nona pesanan makanan nona sudah kami siapkan mau di antarkan ke kamar atau nona yang turun, ucap resepsionis hotel tersebut.
"Bagaimana nona kisa? tanya nisa kepada atasannya.
" kita makan di sini saja.
"baiklah nona.
" bawa saja makanan kami ke sini nona mau makan di sini.
*****Hai semuanya selamat pagi dan selamat beraktivitas kembali seperti biasa jangan lupa berdoa sebelum memulai sesuatu, mohon bantuan up dan komennya dong untuk ceritaku ini dan yang akan segera muncul Takdir Cinta Jelita dua.
__ADS_1