
BAB 72
Malam semakin larut tetapi kinayah masih tidak bisa memejamkan matanya meski bibi inem sudah tidur di dalam kamarnya tetapi hal itu tidak mampu membuat kinayah lupa tentang apa yang di lihatnya di dalam ruangan kerja papinya.
"Tuhan, apa benar semua itu milik papi? Jika benar semua itu milik papi , itu artinya papi adalah seorang pembunuh yang kemungkinan besar dialah yang membunuh ketiga sahabatnya dengan tragis, lalu kenapa mereka harus di bunuh dengan menggunakan benda tajam yang berbeda beda, apa maksud dan tujuannya.
Karena mata kinayah tak kunjung mau terpejam dirinya pun bangun lalu meraih benda pipih yang tergeletak di atas meja lalu dengan sigap dirinya mencoba menelpon andra tetapi tak ada jawaban dari seberang sana.
"Di manakah kak andra saat ini, apakah dirinya benar benar ingin menjauhiku, kok sampai sekarang dirinya sama sekali tak pernah menelpon diriku.
Seketika air matanya kembali menetes di kedua pipinya meski dirinya tetap berusaha menahannya karena takut is akan tangisnya terdengar oleh bibi inem yang sedang pulas.
Meski dirinya saat ini sangat hancur karena kepergian suaminya yang sampai saat ini belum memberi kabar, kinayah tetap berusaha tegar di hadapan semua orang, dirinya selalu berusaha bersikap seperti biasa di depan siapa pun.
__ADS_1
"Mungkin benar kata sahabatku aku harus pergi menyusul kak andra untuk membuktikan kebenaran dari foto tersebut.
" Aku harus bersabar menunggu saat yang tepat di mana kak aditya sudah berada di luar negeri, agar tak ada yang ikut campur dengan masalah rumah tangga ku andai masih bisa di perbaiki maka aku akan berusaha, tetapi jika tidak bisa di perbaiki maka apa boleh buat aku harus menghadapi dengan tetap tenang dan sabar mungkin ini adalah sebuah ujian yang akan menjadikan aku seorang wanita kuat.
Setelah puas bermonolog kinayah kembali membaringkan tubuhnya lalu mencoba memejamkan matanya karena jarum jam audah menunjukkan jam tiga tiga puluh dini hari.
Sementara kinayah terlelap di dalam tidurnya, aditya mala sudah bangun pagi pagi sekali lalu kembali masuk ke dalam ruangan milik papinya.
Aditya kini sudah berjongkok di depan sebuah lemari yang sempat di buka kinayah dan membuat kinayah berteriak histeris.
"Ukh...., benar benar kehidupan papi adalah sebuah kehidupan yang penuh misteri, sangat sulit di percaya yang kehidupan sehari harinya sangat tenang ternyata memiliki rahasia yang sangat besar.
" apa mungkin papi adalah seorang mafia yang bergerak di dunia hitam? Jika benar lalu aku ini dan kinayah adalah seorang anak mafia yang sudah sering membunuh secara keji.
__ADS_1
"Tidak tidak,papi bukan orang seperti itu, aku yakin papi bukan berniat menyembunyikan semua ini kepada kami tetapi mungkin dirinya belum berani mengungkap jati dirinya yang sebenarnya, meski begini aku yakin jika papi adalah orang baik jika dirinya pun membunuh sudah tentu ada alasan yang belum bisa di ceritakan kepada kami tetapi aku juga harus membicarakan kepada papi tentang semua ini.
Aditya yang sedang berbicara sendiri sambil memandangi pakaian yang masih berlumuran dara yang sudah kering tersebut tiba tiba di kagetkan dengan getaran HP miliknya.
Dengan sigap aditya meraih HPnya yang di letakkan di atas meja kerja papinya sambil membuka layar HP miliknya dan tampak terpampang sebuah mama yang sedang sangat di pikirkan olehnya mulai dari semalam, kemudian dirinya pun kembali menekan tombol hijau lalu mengucapkan salam dengan sangat sopan dan lembut.
"Assalamu alaikum pi... apa kabar papi sama mami di sana?
" WA alaikum salam nak, gimana keadaan kamu dan adikmu?
"Alhamdulillah pi... Kami baik.
" Oh iya, kapan kamu bisa berangkat ke sini nak, usahakan secepatnya.
__ADS_1
"Baik pi, tapi sampai di sana aku juga akan membahas sesuatu hal yang penting kepada papi.
" Deg...., tiba tiba hati tuan bambang seakan tertusuk jarum.