NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 21


__ADS_3

BAB 21


Kinayah yang menyetir motornya dengan sangat laju melepas semua emosi di dadanya yang terasa akan meledak , motor tersebut melaju dengan sangat kencang membela keramaian di kota xxx, meski sudah berkali kali hampir tabrakan dan tersenggol tidak membuat nyali kinayah surut.


Setelah beberapa menit berkendara kinayah kini sudah sampai di villa milik papinya, dirinya segera memarkirkan motornya di dalam halaman yang di kelilingi dengan pagar yang tinggi menjulang.


"Non kinayah...... Ucap penjaga rumah yang tadi membuka pintu pagar besi setelah melihat sebuah motor besar berbelok ke arah villa ,lalu berhenti tepat di dekat laki laki paruh baya sambil membuka helmnya.


" Iya.... Mamang ini aku kinayah..


"Tumben Non datang pakai motor.


" Lagi mau aja mamang... Jawab kinara berbohong.


"Oh... Ya sudah Non kinayah masuk sana ada mbok di dalam.


" Nggak mamang aku mau ke pantai saja dulu ..... Mau nyari udara segar.


"Nggak cape apa Non.....?


" Nggak kok mamang orang berapa menit aja udah sampai..... aku pamit dulu ya mamang, ucap kinayah.


Setelah itu kinayah segera berlari ke arah pantai sambil menangis sejadi jadinya dirinya menyalurkan semua emosinya dengan berteriak sambil melempar batu ke dalam air.


"Sialan kamu darco..... Penghianat....... aku benci kamu..... aku benci kamu...... "Akh........ Mengapa aku jatuh cinta dengan laki laki biadab sepertinya.


" Aku memang bodoh...... Semuanya sudah tak berguna......semua ini adalah ulah papi....... Jika papi tidak menyita semua fasilitas ku ini semua tidak akan terjadi.ucap kinayah sambil menangis.


Sekitar jam lima sore sebuah mobil mewah tampak melaju sedang menuju arah villa , laki laki paruh baya yang selalu di panggil mamang dengan cepat membuka pintu pagar lalu menutupnya kembali kemudian dirinya mendekati mobil milik tuannya.


Tampak dua laki laki yang beda usia turun dari mobil mewah itu tentunya si mamang juga sudah kenal dengan andra karena ini bukan yang pertama kalinya andra di ajak ke sini.

__ADS_1


Mereka berdua serentak mengucapkan salam.


"Assalamu alaikum mamang...


" WA alaikum salam tuan.... Tuan mencari non kinayah ya... Tanya mamang dengan polos.


"Emangnya kenapa mamang... Tanya keduanya tampak khawatir.


" Nggak sih tuan cuma Non kinayah sejak tadi siang datang juga ke sini.


"Ha..... Pakai apa mamang... Tanya tuan bambang yang heran karena kendaraan yang sering di pakai kinayah belum di kembalikan termasuk kuncinya.


" Tu.... Jawab mamang dengan menunjuk motor besar yang terparkir tepat di sebelah mobil miliknya.


"Itu kan motor pak sulaiman... Gumam tuan bambang sambil melirik menantunya.


Sedangkan yang di lirik hanya bisa tersenyum.


" Sekarang di mana dia.... Tanya tuan bambang.


" Ndra tugas kamu nak..... Kesempatan, ucap tuan bambang.


"Saya...... Tuan.... Jawabku.


" Papi...... aku ini mertua kamu, bantah tuan bambang.


"Sementara si mamang hanya tampak bengong mendengar percakapan kami.


" Emang Non kinayah sudah nikah tuan... Tanya si mamang


"Iya... Mamang dan ini suaminya namanya tuan andra.

__ADS_1


" Selamat ya tuan atas pernikahannya semoga sakina mawaddah warohmah.


"Amin jawabku bersamaan dengan tuan bambang.


" Sudah sana... Temui kinayah dia istri kamu dan kamu berhak seutuhnya.


Tanpa menunggu waktu aku segera berjalan menuju tempat yang di tulnjuk si mamang.


Di sini pemandangan sangat indah, apa lagi sore hari seperti ini, tidak lama lagi langit orange akan muncul membawa ke indahannya.


"Di mana dia.... Tanyaku di dalam hati.


Tiba tiba pandanganku sepintas melihat seseorang sedang duduk sambil memeluk lututnya lalu meletakkan kepalanya di atas lutut tersebut.


" Apakah yang di sana adalah kinayah.... Tanyaku kembali di dalam hati sambil berjalan perlahan mendekati orang tersebut.


"Ternyata benar tebakan ku jika seseorang yang ku lihat tadi adalah kinayah.


"Tetapi dia sedang menangis...apakah dirinya masih menyesali pernikahan kami...tanyaku kembali di dalam hati.


Aku pun memberanikan diri menghampirinya lalu berinisiatif menyapanya terlebih dahulu soal jawabannya baik buruknya akan aku Terima.


" Assalamu alaikum dek.... Ucapku sambil berdiri.


"WA alaikum salam..... Jawabnya sambil menoleh menatapku...


" Sedang ngapain di sini.... Tanyaku dengan tak lupa memberinya senyum terbaikku .... Meski sepintas ku lihat raut wajahnya berubah saat melihat siapa yang sedang berdiri di dekatnya,yang sedang duduk menghadap Laut.


"Ngapain kamu ke sini.... Tanyanya dengan nada ketus.


" Tidak sedang ngapa ngapain..... Kebetulan di ajak bapak mertuaku ke sini nggak nyangka jika adek juga di sini.... Jawabku.

__ADS_1


"apa kalian berdua membuntuti ku..... Tanyanya kembali.


" Kayaknya nggak dek... Lagian pekerjaanku hanya kuli bangunan bukan tukan penguntit.


__ADS_2