NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 27


__ADS_3

BAB 27


Kami sudah sampai di tempat yang sudah di tentukan oleh mereka semua,


Aku berjalan paling di belakang tetapi aku masih bisa melihat semua yang hadir dan sudah duduk di posisi masing masing kecuali satu orang yang belum, aku tau siapa dia karena posisi duduknya membelakangi kami.


Dan begitu aku mendekat wanita tersebut langsung bangkit dan memeluk aku sambil meneriakkan namaku.


"Andra aku rinduuuu....


Aku pun segera menebak jika sosok yang sedang memeluk aku sambil menyembunyikan wajahnya adalah anita karena dia satu satunya teman sma aku yang paling rajin berteriak apalagi jika aku lambat datang maka tingkahnya akan seperti ini, berteriak berlari sambil memanggil namaku lalu dengan santai memelukku meski sudah berkali kali aku melarangnya untuk memeluk aku ,tetapi anita tetaplah anita dirinya tidak akan pernah berhenti memeluk aku tanpa harus tau tempat, seperti saat ini.


"Lho anita kamu hadir juga... Kata Rafa kamu di luar negeri, tanyaku sambil mendorong sedikit badannya karena jujur aku risih.


" Semalam aku tiba di kota ini dan tadi pagi aku cat Rafa terus Rafa ngasih tau deh ......ada acara reuni tingkat sma, Ucapnya sambil berlenggok di depanku.


"Oh gitu... Jadi mana suami kamu...?


" Lho bukannya kamu calon suami aku kapan kamu lamar aku....... Ucapnya sambil tertawa.


"Dasar setress ....... Balas ku.


Mereka semua tertawa setelah mendengar ucapanku.


" Ya... Benar sekali . ... Aku setress karena kamu.

__ADS_1


"Sudah duduk dulu kasihan andra kayak tersangka aja tangannya pake di pegang segala... Ucap Rafa.


" Ayo ndra duduk di dekatmu aku sangat rindu sama kamu, aku juga mau minta nomor HP kamu biar kita bisa saling bertanya kabar.


"Aku nggak mau ngasih kamu nomor hpku takut nanti kau cat aku sembarang.


" Nggaklah ndra aku juga tau batas kali..... Emang kamu sudah punya pacar. .... Tanya anita.


"Bukan pacar lagi an...... Tapi istri. Bisikku di dalam hati.


" Puk...owe.....kenapa kamu diam, di tanya itu ...... ya di jawab.


"Gimana andra mau punya pacar jika dirinya nggak pernah bisa lupa dengan gadis cantik yang selalu di kaguminya.


" Emang siapa....gadisnya..? Tanya anita.


"Hem......


Aku terpaksa berdehem karena rasya hampir saja membocorkan jika aku juga masih lanjut di perguruan tinggi, sementara semua teman teman sekolahku yang lain tidak mengetahui hal itu.


" Kenapa berdehem apa di antara kita ada yang di taksir andra......ucap ayu salah satu teman sekolahku.


"Ala...andra yang pada dasarnya memang dingin sama wanita tidak akan bisa mengungkapkan rasa sukanya sama wanita tersebut..... Ucap iwan .... Yang membuat kami semua tertawa bersama.


Setelah itu kami lanjut makan karena semua pesanan sudah datang dan siap di eksekusi.

__ADS_1


Sambil makan aku menyempatkan bertanya tentang kabar keluarga anita termasuk suaminya.


" apa kabar dengan keluargamu an... Ucapku dengan tidak merubah panggilan akrabnya kepada anita.


"Keduanya sudah meninggal dan kamu tau sendiri kan ndra aku hanya seorang anak tunggal jadi aku sudah menjadi sebatang kara...... Untungnya ayah meninggal saat aku sudah bisa mengelolah usahanya jadi aku sekarang yang memimpin di perusahaan papi.


" Bagaimana dengan suami kamu.


"Kau tau dari mana kalau aku sudah menikah... Tanya anita.


" Tuh....... Ucapku sambil memonyongkan mulutku ke arah Rafa.


"Si kupret.... Ucap anita.


" Iya kenapa.....emang aku, tapi aku kan ngegosif sesuai fakta, sela Rafa.


"Nggak masalah sih....


" Terus..... Jawab Rafa kembali.


"Sudah makan.... Nggak usah berdebat.... Ucapku.


" Dari dulu sampai sekarang kalian ini tetap saja seperti tikus dan kucing, sambung rasya.


"Kenapa nggak ngajak misua lho an... Tanya Rafa.

__ADS_1


" Misua... Misua... Emangnya dia mie kuah ......dasar dodol... Suami tau..... Ucap anita.


"Iya.... deh... Aku ngalah, ucap Rafa kembali.


__ADS_2