
BAB 63
Sedangkan di kota lain tepatnya di rumah anita, tampak anita sedang menangis sesegukan karena sedang menceritakan masalah rumah tangganya kepada andra sahabatnya yang sangat dicintainya dalam diam.
"Aku nggak tau ndra , apa dia selingkuh atau tidak dirinya cuma tiba tiba berkata jika dirinya ingin berpisah denganku karena katanya kami tidak saling memiliki kecocokan, pada hal malam harinya kami masih tidur bersama dan tak ada masalah di antara kami.
" apa mungkin kamu yang melakukan kesalahan...?
Sejenak anita tampak diam, dirinya ingat betul jika sedang berhubungan badan dengan suaminya kedua bibirnya selalu meneriakkan nama andra jika sudah mencapai puncak kenikmatan yang membuat suaminya selalu berujung diam dan pergi meski di tengah malam buta.
"Kenapa diam..? apa benar kamu yang selingkuh..?
" Nggak ndra, aku nggak seperti itu, sudahlah lebih baik kau minum teh mu, keburu dingin.
"Baiklah, jika kamu belum siap bercerita denganku.
" Aku bukan tidak mau bercerita denganmu tetapi untuk apa di ceritakan semua sudah berlalu yang aku pikirkan sekarang bagaimana aku bisa bahagia di masa depan, sudahlah aku permisi dulu sebaiknya kamu juga istirahat.
"Oke.
Setelah itu anita pun berlalu, setelah anita sampai di dalam kamarnya yang megah ini , dirinya segera menghempaskan tubuhnya di atas kasur king size sambil berucap.
__ADS_1
" Kamu sudah dalam genggamanku ndra, tinggal gimana caranya aku bisa membuat kamu jatuh cinta kepadaku dan bagaimana caranya aku bisa memilikimu seutuhnya tanpa harus berbagi dengan wanita yang selama ini aku sangat benci.
"Entah apa hebatnya dia sehingga kamu rela mencintai dia meski dirinya tidak pernah tau jika kamu menyukainya, dirinya terus memenuhi hatimu sehingga kau tak dapat melihat cinta yang aku miliki untukmu selama ini.
" Maaf ndra, karena kali ini aku harus berbuat nekat cuma untuk memiliki dirimu.
"Aku harus kembali ke kota itu sementara andra akan aku beri pekerjaan di sini, aku akan membuat dirinya sibuk, sedangkan soal perempuan itu aku yang akan mengurusnya.
Setelah puas bermonolog sendiri anita pun bangkit menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, di dalam kamar mandi anita terus meraba area area terlarang nya sambil berteriak memanggil nama andra.
Setengah jam berlalu dirinya pun sudah keluar dari kamar mandi dengan wajah tampak segar.
"Ndra, kapan kau bisa melihat cinta yang aku miliki , kapan kau mau menyentuh tubuh seksiku yang selalu aku jaga untukmu, ndra aku sangat menginginkan sentuhanmu.
Sekitar jam tiga dini hari anita baru bisa tertidur, dirinya terus menyebut nama andra persis seperti orang mabuk tetapi dia sedang tidak mabuk minuman tapi sedang mabuk cinta bertepuk sebelah tangan.
Sedangkan di lain kamar andra masih saja setia memutar dan membolak balikkan tubuhnya di tempat tidur karena gelisah memikirkan istrinya.
"Ya allah entah apa pendapat nay kepadaku, hingga saat ini aku sama sekali belum menelpon dirinya.
" Maafkan aku sayang , bukan aku tidak mau menelpon kamu dan berbagi kabar tetapi aku benar benar sibuk.
__ADS_1
Keesokan harinya andra segera pamit kepada pembantu anita untuk pergi karena anita saat ini masih terlelap di dalam kamarnya, andra tidak mau menganggu anita dengan mengetuk pintunya.
"Bibi, maaf menganggu, ucap andra ramah.
" Iya tuan, apa ada yang bisa saya bantu. "Nggak kok bisa, aku cuma mau pamit sama bibi aja.
" Lho, kok pamitnya sama bibi tuan? "Iyalah bi, soalnya anita kayaknya belum bangun aku nggak mau membangunkan dia.
" Tolong sampaikan pada anita, Terima kasih karena sudah di ijinkan nginap di rumahnya.
"Baiklah tuan, tetapi tuan mau pakai kendaraan apa tuan sepagi ini..?
" Aku di jemput teman di depan simpangan sana bi.
"Ooo, gitu tuan balik lah tuan hati hati ya.
" Oke bi, Terima kasih ,assalamu alaikum.
"Wa alaikum salam tuan.
" Aduh nyaman bener deh, andai laki laki tampan dan sopan itu jodoh neng anita, ucap bibi pembantu anita setelah andra sudah lumayan jauh berjalan meninggalkan rumah anita.
__ADS_1