NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 30


__ADS_3

BAB 30


Di perjalanan menuju rumah sakit aku segera menelpon mertua ku yaitu tuan bambang.


"Dreeeeet.... Dreeeeet.... Dreeeeet.... Terdengar suara yang menandakan panggilan ku berhasil tembus ke seberang sana tetapi tidak ada yang menjawab aku sempat berinisiatif menelpon kinayah tetapi aku kembali mengingat jika HP kinayah masih di tangan mertua laki laki ku.


" Ya sudahlah aku mungkin lebih baik nggak memberi tahu mereka tentang semua ini.... Toh belum tentu juga mereka panik dengan keadaanku... Ucapku lirih.


Sakin asyiknya aku bermain di dalam pikiranku sehingga membuat aku tidak sadar jika kami sudah sampai di depan pintu rumah sakit, seorang perawat dan seorang petugas kepolisian secara bersamaan menepuk bahuku.


"Mas... Sudah sampai.... Ucap mereka secara bersamaan.


" Oh.... Udah ya... Tanyaku linglung.


"Iya silahkan turun, ucap perawat itu kembali .


Sekilas aku menoleh ke bawah ternyata di bawah sudah siap satu buah brangkar yang sudah pasti itu untuk aditya dan satu lagi kursi roda untuk aku.


Lalu aku kembali menatap kemeja putih yang ku pakai saat ini tak lagi berwarna putih tetapi sudah berubah menjadi warna merah ,merah darah yang terus mengalir dari sobekan kulitku yang berada di bagian perutku.


Mungkin karena luka ku banyak mengeluarkan darah sehingga perlahan lahan perasaanku semakin oleng dan penglihatan ku sudah mulai kabur tetapi aku masih berusaha mengusir rasa itu dengan menggeleng gelengkan kepalaku agar penglihatan ku kembali normal tetapi sekuat apa pun aku berusaha tubuhku tetap semakin melemah sehingga aku sudah tidak mampu mengingat lagi saat saat aku di dorong menggunakan kursi roda.

__ADS_1


****


Di tempat lain tampak kinayah terbaring di ranjang dengan posisi mata sudah terpejam tetapi badannya terus dia putar balikkan sambil sesekali mengintip jam tangannya yang masih belum di lepasnya sambil menggerutu.


"Sudah jam sebelas malam tetapi dia belum pulang juga... Sadar nggak sih dia ini, kalau dirinya numpang di kamar aku, nanti aku kuncikan......papi marah lagi sama aku..... Ah.... Serba salah banget sih.... Mengapa masalah hidupku ini begitu rumit... Mau berlari jauh......kekasihku pun sudah selingkuh.....dasar kau darco pria brengsek ,kau sudah merenggut semuanya lalu pergi meninggalkan aku seperti sampah, dan sekarang aku


akan tetap tinggal di sini hidupku terganggu dengan kuli bangunan yang numpang hidup di sini,ucap kinayah dengan sedikit kesal.


"tapi beberapa hari numpang di sini dia cukup bersih dan wangi dirinya tidak pernah pulang kerja dengan penampilan kotor seperti kuli yang sebenarnya dan jika di perhatikan dia juga sangat tampan tetapi sayang sih dia miskin gajinya sebulan saja tidak mampu membeli meski cuma dress satu lembar saja...... Tetapi jika dia kaya sih mungkin saat ini aku akan mengatakan jika aku sudah mulai suka.... Astaga apa yang aku pikirkan..... Amit...amit...kinayah bangun kamu. Ucap kinayah sambil memukul mukul kepalanya.


Lain lagi di kamar tuan bambang dan nyonya amalia ,nyonya amalia yang sedang duduk merias dirinya sebagai rutinitas malamnya sebelum tidur sempat melirik hp milik suaminya yang sedang berdering beberapa kali yang di letak di meja rias nya , tetapi setelah dirinya melihat panggilan itu berasal dari nomor andra dirinya pun sedikit mengintip suaminya yang sedang berada di dalam kamar mandi, setelah merasa jika suaminya tidak mendengar panggilan tersebut......dirinya lalu menghapus panggilan andra di HP milik suaminya.


"Ngapain si gembel nelpon malam malam begini..... Dasar miskin nggak tau adat ..... Sudah larut begini masih nelponin orang aja, ucap nyonya amalia dengan nada kesal.


" Telpon dari siapa mi.... Tanya tuan bambang.


"Nggak dari siapa siapa.... Jawab nyonya amalia berbohong sambil memutar mata malas.


" apa aku salah dengar ya tadi...


"Ya... Salah lah orang aku dari tadi duduk di sini nggak ada tuh suara orang nelpon di HP papi.

__ADS_1


"Ya sudah.. ... Aku mau tidur sama mami malam ini ... Papi rindu.... Ucap tuan bambang sambil memeluk istri tercintanya dari belakang.


" Ala....bilang aja lagi ada maunya.....


"Kalau ada emang kenapa mi...


" Ya aku nggak maulah.....


Kening tuan bambang tampak mengkerut lalu bertanya.


"Mami menolak papi....?


" Siapa yang nolak... Maksudku itu....


" Ya nggak mau nunggu lama lama maksudku pi..... Ucap nyonya amalia sambil bergelayut manja di pangkuan tuan bambang.


Meski pun ke duanya sudah berusia paruh baya dan sering berdebat gara gara anak anaknya, tetapi jika mereka sudah berada di dalam kamar tidak ada lagi perdebatan dan perbedaan pendapat yang ada hanyalah sikap manja nyonya amalia yang selalu menciptakan suasana romantis antara keduanya ,leguhan dan ******* dari kemesraan yang mereka buat begitu sering menggema di dalam ruangan yang kerap suara ,hanya tembok lah yang senantiasa menjadi saksi bisu dari kisah cinta dan kemesraan dua orang yang sudah hampir lanjut usia .


"Ngapain nolak papi...... Mami aja selalu rindu dengan sentuhan sentuhan papi yang selalu bisa membuat mami melayang, bisik nyonya amalia tepat di kuping tuan bambang yang merupakan suaminya.


" Benarkah boongmu mami.....

__ADS_1


"Salah darling..... Ucap nyonya amalia sambil mendekatkan wajahnya.


Kemesraan mereka pun berlangsung hingga larut malam , mengecap indahnya berumah tangga tanpa adanya kebohongan dan kemunafikan di dalam sebuah hubungan akan selalu bahagia hingga di penghujung waktu, seperti keduanya.


__ADS_2