NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 73


__ADS_3

BAB 73


Hari dan bulan terus berganti hingga tanpa di sadari andra kini sudah meninggalkan kinayah sang istri selama sembilang bulan lamanya tanpa pernah ada komunikasi meski hanya lewat telpon saja.


Apalagi saat ini andra benar benar di buat sibuk oleh anita karena sekarang anita sudah membuka cabang di sebuah kota besar sehingga anita selalu mengirim andra meninjau langsung cabang yang baru beberapa bulan belakangan ini di buka.


Seperti sekarang ini andra dan anita berada di sebuah restoran mewah di kota di mana anak cabang perusahaannya berada, mereka berdua sedang menunggu seorang investor yang berjanji akan ikut menanam saham.


Tiba tiba suara seorang perempuan bercadar sedang menyapa mereka berdua dengan sangat lembut, di mana perempuan tersebut di dampingi oleh serang wanita mudah berhijab namun tak bercadar .


Mendengar suara seorang perempuan menyapanya andra tampak terkejut lalu menatap intens perempuan yang sedang berdiri terpaku di hadapannya tampaknya bukan andra saja yang kaget dengan pertemuan mereka tetapi si perempuan itu juga tampak begitu kaget setelah andra mengangkat wajahnya menghadap ke arah di mana wanita bercadar tersebut berdiri.


Sedangkan anita dengan wajah penuh senyum dirinya ikut berdiri membalas menyapa si perempuan bercadar tersebut.


"Selamat siang nona kisa baskoro senang bertemu dengan anda begitu juga dengan nona nisa.


" Selamat siang nona anita, balas kisa dan nisa secara bersamaan.


" Deg..., kisa . . .? kenapa suaranya mirip kinayah apa karena aku sedang sangat merindukannya sehingga aku selalu mengingat dirinya? Nai apa kabarmu sayang semoga kamu tidak benci dengan aku yang sama sekali tidak pernah menghubungimu.

__ADS_1


Tiba tiba lamunan andra buyar karena tangan anita sudah mengusap usap sebelah pundaknya.


"Ndra, kok ngelamun sih, ayo sapa investor kita dong.


" I.. I..ya, nona, jawab andra terbata bata.


Kinayah yang melihat tingkah anita mengusap pundak andra sontak terbelalak dan tiba tiba ada rasa nyeri di hatinya tetapi kinayah tetap berusaha tenang dan mencoba menahan air mata yang sudah menganak sungai.


"Ternyata wanita ini yang kak andra cintai, aku akan berusaha ikhlas melepasmu kak , maaf cincin pernikahan kita belum aku lepas karena aku masih berstatus istrimu bisik kinayah di dalam hatinya sambil menunduk.


" Selamat siang nona kisa senang bertemu anda silahkan duduk, ucap andra dengan mengulurkan tangannya berniat bersalaman tetapi kisa atau kinayah memilih menakupkan kedua telapak tangannya sambil membungkuk sebagai tanda balasan untuk andra, andra yang melihat itu pun ikut membungkuk. "Terima kasih tuan.


"Baiklah Terima kasih andra.


" Sama sama nona kisa dan nisa, silahkan duduk.


"Kalau begitu mari kita mulai meeting sekarang.


" apa tidak sebaiknya kita makan atau minum dulu nona, jawab anita.

__ADS_1


"Kayaknya itu bukan ide yang buruk, nona anita.


" Baiklah mari kita memulai makan terlebih dahulu dan sebaiknya tuan andra bisa memimpin doa mengingat hanya dia saja yang berjenis kelamin lain dari kita berempat, ucap kinayah dengan berusaha menghidupkan suasana yang tampak kikuk .


"Benar sekali nona kisa, timpal anita.


Andra pun akhirnya mengiyakan kemauan ketiga wanita yang duduk di depannya.


Setelah mereka selesai makan lalu mereka kembali ke maksud utama kedua belah pihak pun kini sudah sah menjadi rekam bisnis, kisa atau kinayah kini adalah seorang investor yang memiliki saham terbesar di perusahaan anita.


Setelah semuanya selesai kisa dan nisa pun pamit untuk pulang ke sebuah hotel di kota di mana mereka berada sekarang.


Kepergian kedua wanita tersebut meninggalkan banyak pertanyaan di benak andra karena batinnya mengatakan jika gerakan dan suara kisa sangat mirip dengan seseorang.


"Ndra kamu kenapa sejak kedatangan kedua wanita itu konsentrasi kamu buyar seperti ini, tanya anita yang membuyarkan kembali lamunan andra.


"Entahlah mungkin mereka memiliki sihir yang mampu membuyarkan konsentrasi aku, jawab andra asal yang membuat anita semakin kesal.


" Ngawur, ucap anita kesal.

__ADS_1


__ADS_2