NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 4


__ADS_3

BAB 4


Malam ini adalah malam minggu andra dengan santainya bersenandung di teras rumahnya sambil bersandar di sebuah kursi kayu dengan mengotak atik HP miliknya,dirinya sedang duduk santai setelah dirinya selesai melaksanakan sholat isya.


Tiba tiba suara salam dari arah jalan terdengar olehnya.


"Assalamu alaikum.... Tuan tampan.


" Wa alaikum salam ...... Masuk,tumben main di rumahku... Biasanya malam minggu sore sudah di kafe.


"Gitu amat sih penyambutannya .... "Emang maunya gimana.... Tanya andra.


" Ya... Manis dikitlah... Tanya kabar kek, bikin kopi kek, ucap rasya.


"Yaelah...kayak kamu tamu special aja...mau bikin kopi ya tinggal pergi ke dapur sudah..... Ucap andra.


" Ya sudah aku pulang saja...sepertinya kedatanganku sudah tak di harapkan lagi, ucap rasya sambil berdiri dari duduknya.


"Tunggu..... Kamu mau kemana.. .. Tanya andra.


" Mau ke planet pluto... Jawabnya sinis


"Planet pluto sudah bukan planet lagi itu cuma sekedar bintang , mana dewa gitar kok dia tidak bersama kamu.


" Itu dia aku ke sini... . .. Saat ini dia berada di sebuah club malam.


"apa.....club malam..... Apa kamu nggak salah ngomong.


" Beneran...... Rafa saat ini berada di sana, kalau nggak percaya coba kamu hubungi dia dengan panggilan vidio, jawab rasya dengan memanyumkan bibirnya.


"apa hal dia ke sana..... Tanya andra.


" Mengintai pacarnya, katanya pacarnya sering main di tempat itu dan menurut info yang di dapat Rafa, pacarnya selalu bersama lelaki lain .

__ADS_1


"Uch...... Masalah wanita.... Ucap andra.


" Ayo ke sana andra aku takut Rafa tersulut emosi jika benar adanya gosip ini, ajak rasya.


"Ya... Ayolah takut nanti Rafa di bonyok orang di sana.


" Pakai mobilku aja, ucap rasya.


"Ya iyalah... apa mau pakai mobilku yang masih di dieler.


" He.... he.... he.... Maaf abisnya kami sering kelahi masalah kendaraan kalau lagi sama Rafa.


"Sudahlah cepat kemudikan aku takut Rafa kenapa napa.


" Ya... Kamu aja yang nyetir andra.


"Ya sudah cepat naik.... Ucap andra.


Setelah itu andra pun melajukan mobil rasya di tengah semaraknya kota xxx dengan laju di atas rata rata, waktu yang di tempuh tidak sampai satu jam mereka pun sudah sampai di tempat parkir yang cukup luas , setelah mendapat tempat parkir dan memarkirkan mobilnya andra dan rasya turun dengan terburuh buruh karena tampaknya di dalam club sedang terjadi huru hara yang di perkirakan oleh mereka adalah ulah rafa.


Tanpa permisi dan bertanya lagi andra langsung menerobos wanita wanita malam yang sedang berbaris menonton, setelah andra sudah sampai di dalam arena di mana Rafa menjadi tontonan dan mainan mereka,andra langsung menyerang satu persatu para pria yang berbadan kekar yang sedang menghajar Rafa.


Sedangkan rasya berlari dengan cepat kearah Rafa, dirinya mendahulukan menyelamatkan Rafa terlebih dahulu sebelum membantu andra.


Rafa kemudian di amankan di sebuah kamar oleh rasya , setelah rasya selesai membaringkan Rafa di sebuah tempat tidur di dalam kamar yang ada di club tersebut, rasya kembali membantu andra.


"Ndra.... Awas di belakang, teriak rasya kepada andra yang hampir terkena pukulan preman yang tinggi besar dan bertatto.


" Makasih sya..... Ucap andra setelah selesai melumpuhkan preman yang hampir memecahkan kepalanya.


"Sama sama ndra ,ayo kita lanjut olahraganya lama nih baru dapat lawan... Ucap rasya.


" Iya juga ya... Lanjut ,ucap andra itung itung hiburan malam ini.

__ADS_1


Ucap mereka setelah mendapati lawan mereka semakin banyak.


Tetapi tiba tiba mata andra menangkap sosok gadis yang sejak dulu selalu mencuri perhatiannya, dia adalah gadis cantik berambut panjang, tetapi melihat pakaiannya membuat andra menyipitkan matanya.


"Ndraaaa...... awas..... Teriak rasya yang segera membuyarkan pikirannya dan dengan segera andra membungkukkan badannya untuk menghindari hantaman sebuah besi yang lumayan besar terkipas di atas kepalanya.


Melihat itu andra menjadi bergidik ngeri dirinya membayangkan jika kepalanya terkena besi itu maka tamatlah riwayatnya.


Sementara rasya yang sudah asyik melayani lawannya dengan pukulan yang bertubi tubi merasa sangat puas meluahkan emosinya.


Sambil bersiul siul dan sesekali bersenandung dirinya mengibas tangan dan kakinya, demikian juga dengan andra dirinya sangat menghayati setiap pukulan yang di berikan kepada musuhnya.


"Ndra..... Panggil rasya sambil melompat sedangkan andra yang sangat mengerti maksud sahabatnya dengan segera menangkap ke dua tangan rasya sehingga kaki rasya terputar mengibas semua musuhnya dengan kuat sehingga dalam waktu sekitar dua puluh menit semuanya lumpuh.


"Ah.... Cape juga ya ndra.... Ucap rasya sambil memijiti lengannya yang terasa pegal.


" Iya soalnya lama baru kita dapat lawan segini banyaknya.


"Ya udah yuk... Kita bawa Rafa ke rumah sakit, usul andra.


" Yuk.... Balas andra sambil melirik ke sana kemari mencari sosok yang tadi di lihatnya.


"Rasya.... apa kamu tidak melihat kinayah tadi..... Tanya andra sambil berjalan.


" Kinayah siapa... Tanya balik rasya.


"Itu lho adik kelas kita dulu..


" Dulu.... Tanya andra.


"Masa kamu sudah lupa sih... Yang di kampus itu... Yang sering kita kagumi... Yang rambutnya panjang.


"Oh... Ingat sudah.... Nay maksud kamu ya...

__ADS_1


" Iya..


"Hidupnya sekarang sudah berantakan dia jadi anak liar , ikut pergaulan bebas, tiap malam bersama marco pacarnya yang kepala geng yang kita lawan tadi.


__ADS_2