
BAB 67
"Ha...., ka... Iro? Gila kamu sar.
"Mungkin jika orang yang jauh mengenalku dari jaman SMA dulu mengira tingkahku sangat konyol tetapi mereka tidak tau menahu tentang kehidupan pribadiku.
" Benar sekali sar, pendapat orang lain memang sangat jauh bertolak belaka dengan apa yang kita rasakan.
"Iya sih, makanya kamu mudah termakan hasutan maupun omongan orang lain.
" Iya, itu juga pesan bibi inem tadi pagi pas aku curhat sama dia.
"Sekarang ayo kita amati foto tersebut.
Setelah merasa jika sari sudah terlalu lama mengamati foto andra kinayah sudah tak sabar lagi bertanya.
" Sar, gimana menurut lho?
"Maaf nay, tapi foto ini asli cuma menurut aku kamu harus menyelidiki lebih dalam lagi tentang kesetiaan suami kamu karena tidak baik jika kita mengambil keputusan, segala sesuatunya perlu pertimbangan.
Mendengar jawaban dari sahabatnya itu hati nay pun mendadak ngilu dan seluruh tubuhnya tiba tiba terasa lemas.
__ADS_1
Sedangkan sari sahabatnya segera menenangkan hati sahabatnya yang sekarang ini tampak rapuh.
" Kamu harus menyikapi semua masalah ini dengan dewasa seperti yang telah kau ucapkan tadi jika kita sekarang sudah berada di fase dewasa sekarang ini, aku harap kau mengerti apa maksud saya.
Mendengar penuturan sahabatnya kinayah pun mengangguk dengan air mata sudah berderai.
"Aku kok cengeng ya sar? Tanya kinayah sambil menangis yang sekarang kepalanya sudah bersandar di dada sahabatnya.
" Semua wanita notabene nya cengeng nay, karena kodrat kita memang lemah tetapi meski kita mahluk lemah tetapi kita harus punya sikap, ucap sari sambil mengusap usap kepala bagian belakang sahabatnya.
"apa sebaiknya aku mundur saja dan membiarkan mereka berdua bahagia.
"Tetapi aku tidak bisa melalui kehidupan seperti ini sar.
" Jika memang kamu tidak mampu menjalani sebaiknya hargai dulu rumah tanggamu.
"Bukankah aku sudah sangat menghargai rumah tanggamu sar.
" Dengan apa?
"Dengan aku terus berusaha belajar menerima kak andra hingga aku pun sudah jatuh ke dalam cinta palsunya yang mungkin benar kata mami jika dia hanya menginginkan harta orang tuaku.
__ADS_1
" Astagfirullah hal adzim, ini nih wanita yang tidak akan mendapatkan wanginya surga, sedikit saja suaminya memiliki kesalahan sudah bermacam macam timbul di benaknya.
"Jadi aku salah sar?
" Iya ,salah besar, kamu salah besar nay, kamu harus mencari kebenaran dari cerita yang kau dapat apa benar suami kamu benar benar salah atau itu adalah sebuah fitnah , aku mohon nay bijaklah dalam mengambil langkah jangan sampai kau akan menyesal.
"Terima kasih sahabatku kau dari dulu selalu membawaku ke dalam dunia yang terang dan maafkan aku karena pernah berburuk sangka denganmu soal darco.
" Sudahlah, jadikan semua kesalahan kita sebagai pengalaman karena kita tempatnya khilaf tak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik allah, selagi aku masih di negara ini datanglah jika hanya ingin sekedar bersua.
"Terima kasih sar.
" Sama sama sahabatku .
"Semangat dan cari tau tentang suami kamu sebelum mengambil keputusan, dan aku akan membantu kamu bertanya kepada kak rasya tentang wanita itu semoga kak rasya tau tentang wanita itu.
" Baiklah , kalau begitu aku pamit dulu sar.
"Oke sayang, hati hati.
" Oke bye.
__ADS_1