
BAB 101
"Ha ha ha Andra Andra, kenapa sih kamu masih tidak bisa menerima kenyataan jika kamu itu tidak pernah di anggap ada oleh keluarga mereka, bukti apa lagi yang kau inginkan bukanlah kau bisa membuka mata kamu lebar lebar saat ini di mana tak satu pun keluarga mereka yang menghubungi kamu dan memberi tau tentang berita kepergian nyonya Amalia .
" Kamu jangan coba coba mengalihkan pembicaraan.
"Apakah menurut kamu aku sedang mengalihkan topik ? ;bukankah pembicaraan kita masih berada di area tuan Bambang Kusuma Wijaya.
" Terserah kamu aku akan berangkat sekarang juga.
"Mau kemana kamu Ndra?
" Aku akan berangkat ke Singapura hari ini juga.
"Kamu jangan gila Ndra, kita masih banyak persiapan yang belum kelar sementara hari pernikahan kita tinggal beberapa waktu lagi.
" Saya tidak perduli soal pernikahan karena bagi aku pernikahanku sudah terlewati dengan Kinayah .
"Plaaak, tiba tiba tangan Anita ter ayung dengan keras menampar pipi sebelah kiri Andra dengan sangat kuat.
" Berani kamu mempermalukan saya di depan kolega saya Ndra maka hidup kamu dan ***** kamu itu juga akan hancur lebur bersama keluarganya, karena jika kamu tidak bisa aku miliki maka tak satu pun yang bisa memiliki kamu, camkan itu.
__ADS_1
Dengan sangat marah Andra menarik kembali bahu Anita lalu memutar dengan kasar tubuh Anita yang sudah beranjak hendak pergi meninggalkan dirinya.
"apa kau mengancam aku?
" Menurut kamu? Tanya Anita dengan mata melotot.
"Baiklah, kali ini aku Terima tantangan kamu ternyata sedikit demi sedikit kamu sudah memunculkan taringmu.
" Kamu jangan sepelekan Ancaman ku Ndra, atau kamu akan menyesal.
"Lakukan yang kau mau An, tapi ingat aku bukanlah laki laki lemah seperti mantan suami kamu dan sekarang dari perbuatanmu aku bisa menyimpulkan jika ternyata nikmat yang berupa pekerjaan yang kau berikan kepadaku ternyata membawa petaka dalam rumah tangga ku dengan Kinayah, aku sangat kecewa dan menyesal pernah menaruh hati dan bahkan mencintai kamu dahulu .
Setelah dirinya sejenak termenung memikirkan ucapan Andra, Anita pun sedikit menurunkan nada suaranya sedikit lembut lalu berkata.
"Pergilah tetapi tidak melewati tiga hari.
" Kau izinkan atau tidak aku akan tetap berangkat assalamu alaikum, ucap Andra dengan nada dingin.
Tak lama setelah Andra pergi Anita pun segera menelpon seseorang.
"Halo bukankah ini adalah kesempatan kalian?
__ADS_1
" Maksud kamu?
"Sebaiknya kalian melakukan penyerangan sekarang karena saat ini mereka masih dalam suasana berduka mereka tentu belum siap untuk mengibarkan bendera perang.
" Katakan apa yang kau inginkan?
"Aku mau kau musnahkan penghalang aku yaitu Kinayah mantan pacar kamu.
" Bukankah saat ini calon madu kamu menghilang tanpa jejak.
"Kalau begitu culik si tua bangka itu sekap dan siksa dia sampai dial memberi talu sendiri di mana keberadaan puterinya.
" Ha ha ha, ide bagus sayang, kamu memang ahlinya yang selalu membuat aku puas dari segala hal termasuk di atas ranjang.
"Jangan banyak bicara sebaiknya kamu segera bertindak karena Andra akan segera terbang ke sana.
" Wah wah wah, rupanya akan ada pertunjukan hebat di sini dan kayaknya akan lebih seru karena sekali tepuk akan banyak pulau yang terlampaui.
"Ingat jangan sakiti calon suami aku.
" Tergantung sayang.
__ADS_1