NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 69


__ADS_3

BAB 69


" Ha..., balas dendam?


"Iya, balas dendam kesumat dengan keluarga Bambang kusuma Wijaya .


" Jadi rencana kamu ke depannya bagaimana?


"Aku akan merebut kembali kinayah lalu membuatnya semakin ku ratukan setelah itu aku akan membuat dirinya menangisi kematian seluruh keluarganya termasuk biadab bambang si gembel itu.


" Bagus, aku juga akan membuat andra sibuk hingga perlahan dirinya akan lupa waktu, setelah itu aku akan membantumu agar lebih mudah mendapatkan kembali kinayah, ucap anita sambil memainkan jari jari lentiknya di dada bidang darco yang sudah sedari tadi bertelanjang dada.


Sedangkan darco yang mendapat perlakuan seperti itu dari lawan sexnya tersenyum liar dan memberikan serangan pajar merona di siang hari hingga keduanya merasa sangat puas dan tenggelam di dalam kenikmatan yang berlumpur dosa.


"Bagaimana apa kau puas?


" Yang lebih tepatnya aku nggak puas tetapi setidaknya kebutuhanku terpenuhi.


"Maksud kamu apa? Tanya darco dengan mengenyitkan kedua alisnya.


" Aku tidak akan pernah puas meski harus di gilir dengan banyak orang, sebelum aku bisa menikmati di jamah oleh andra, entah mengapa manusia yang satu ini sungguh susah di taklukkan sangat jauh berbeda dengan sahabatnya yang lain yang dengan mudah goyah dengan rayuanku dan kemolekan tubuhku, ucap anita sambil menyunggingkan senyum samar di kedua bibirnya sambil memakai kembali pakaiannya.

__ADS_1


Mendengar ucapan anita darco merasa tertantang dan kembali menarik tubuh anita lalu kembali menjamah tubuh anita dengan buas dan kali ini lebih kasar tetapi lagi lagi anita tidapk merasa keberatan dan kembali menyunggingkan senyum menantang di bibirnya.


"Terima kasih darco, aku pulang dulu takut andra menunggu aku di kantor, ucap anita setelah dirinya sudah selesai membersihkan tubuhnya dan sudah berpakaian rapi kembali sambil berjalan keluar meninggalkan darco sendiri di dalam kamar hotel.


" Dasar wanita murahan, sukanya mengobral tubuhnya, gerutu darco.


Sedangkan di tempat lain kinayah sudah berinisiatif untuk menyusul andra secara diam diam dirinya akan membuktikan sendiri kelakuan suaminya karena sampai detik ini andra belum pernah menelpon dirinya.


"Hai kok termenung saja? Apakah gerang yang kau pikirkan sehingga engkau tampak begitu dalam menatap kolam ayang ada di hadapan kamu nay, tanya aditya yang tiba tiba datang membuyarkan lamunan kinayah.


" Oh, kalo aditya bikin kaget aja.


"Emangnya apa yang kau pikirkan?


"Kamu lagi mikirin andra kan?kamu pasti merindukan dia.


" Ah..., kak aditya sok tau aja.


"Lalu , kalau kau nggak lagi mikirin andra lantas siapa dong yang kau pikirkan masa darco sih?


" Ih..., kak aditya ini makin ngaco aja omongannya.

__ADS_1


"Baiklah , aku tidak akan menebak lagi terserah kamu mau cerita atau tidak tetapi aku mau nyampaiin sesuatu ke kamu.


" Apaan kak?


"Bulan depan aku akan menyusul papi ke sana karena ada hal penting yang harus kami selesaikan tetapi sebelumnya aku mau meminta ijin memasuki ruangan kerja papi yang satu lagi , apa kamu tau di mana kuncinya?


" Untuk apa kak aditya kesana?


"Aku cuma penasaran saja dengan ruangan itu kenapa kita ini di larang masuk ke sana.


" Sebaiknya kak aditya jangan melanggar peraturan yang sudah papi buat.


"Tapi dek aku sedikit ada menaruh rasa curiga dengan ruangan itu.


" Dan aku juga pernah mendengar papi berdebat dengan mami yang mempermasalahkan ahli waris dari harta papi.


"Maksudnya?


" Mami mau salah satu yayasan atau apalah di minta mami atas nama siapa aku juga nggak terlalu jelas mendengar pertengkaran mereka, yang pasti di antara kita bertiga tetapi papi malahan mengingatkan mami jika itu bukan hak kita atau pun papi.


"Ha..., berarti ini semua bukan milik papi dong kak.

__ADS_1


" Entahlah..., aku juga belum mengerti alur cerita ini.


"Kita tunggu saja kemana arahnya.


__ADS_2