NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 50


__ADS_3

BAB 50


Dengan tatapan kosong tuan bambang kusuma Wijaya kembali terngiang permintaan terakhir sahabatnya sekaligus kakak angkatnya.


****


Sambil memegang kedua tangan bambang mudah saat itu, sambil berkata.


"Saat ini hanya kamu yang dapat aku percaya, tolong selamatkan anakku bagaimana pun caranya dan tolong jangan pernah menyerahkan perusahaan milikku kepada siapa pun kecuali jika anakku sudah kau anggap mampu menjadi pemimpin yang bisa menguasai dan mengelola semua aset milikku tentunya dengan bantuan darimu, didik dia menjadi anak yang soleh dan bertanggung jawab.


"Mengapa kakak baskoro berkata begitu, seakan kakak akan pergi jauh meninggalkan satria dan aku.


" Entahlah bam, tetapi aku merasakan firasat buruk akan terjadi kepadaku dan keluargaku.

__ADS_1


"Jika memang begitu sebaiknya kak baskoro menunda keberangkatan ke Singapore.


" Tidak, aku akan tetap pergi besok pagi tetapi aku akan membawa serta anak istriku karena aku tidak mau terjadi apa apa dengan mereka di sini.


"Kenapa takut kak bukanlah di sini masih ada aku...?


" Kamu fokus menjaga perusahaan ku saja, jangan pernah lepaskan ke tangan orang lain walau bagaimana pun keadaannya.


"Baiklah kalau begitu kak, aku akan memegang teguh amanah darimu.


"Uchhh....., dia sudah besar kak, dia juga sudah menjadi putramu yang soleh dan bertanggung jawab, tetapi maaf aku terpaksa mendidiknya sebagai anak yatim piatu yang tak punya apa apa, ucap tuan bambang dengan lirih sambil mengusap air matanya dan menarik napas panjang.


Perlahan tuan bambang meninggalkan jendela tempatnya berdiri lalu berjalan membuka pintu rahasia yang ada di ruang kerjanya, lalu masuk menyusuri lorong sempit yang tak pernah ada yang tau jika di balik lorong sempit tersebut terdapat ruangan yang sangat mewah dengan rak dan lemari bersusun rapi lalu di sudut ruangan ada sebuah meja dan kursi yang memiliki laci yang lumayan untuk penyimpanan barang barang seperti album foto dan lain lain yang kelak akan sangat berguna untuk anak baskoro.

__ADS_1


Tuan bambang kini sedang duduk di kursi yang terdapat di sudut ruangan lalu menarik sebuah album foto miliknya dan baskoro kakaknya.


Dengan mata berkaca kaca dia membuka satu persatu foto tersebut hingga tanpa sadar air matanya sudah mengalir di kedua pipinya.


"Terima kasih kak baskoro atas semuanya jika bukan karena kakak mungkin aku saat ini masih hidup terlunta lunta di jalanan.


" Kau adalah malaikat bagiku , maafkan aku karena tidak bisa membalas kebaikanmu , sampai sekarang aku belum bisa menemukan siapa sebenarnya yang sudah mencelakai kalian , tetapi aku berjanji akan tetap mencari siapa yang tega berbuat keji kepada keluarga kamu kak, tunggu hingga anakmu bisa memimpin perusahaan kamu . Ucap tuan bambang dengan penuh rasa amarah yang luar biasa.


Setelah berkata seperti itu tuan bambang kemudian bangkit dan meraih sebuah kotak yang isinya sebuah permata yang berwarna biru mengkilat.


"Aku yakin jika pemilik batu ini adalah seseorang yang sudah berani mencelakai kakakku dan istrinya.


" Sebentar lagi hidup kalian akan berakhir, tertawa lah kalian semua .

__ADS_1


"Sebaiknya aku pergi aku takut ada orang yang akan mengetahui ruangan ini, jika ada maka semua perhiasan almarhum akan terancam .


''biarlah semuanya menjadi misteri sekarang ini karena, aku akan menjadikan pembalasan tragedi kematian kak baskoro akan lebih berkesan di seluruh kota ini ,biar akan ku jadikan sejarah berdarah di kota kelahiran baskoro kusuma Wijaya Putra tunggal dari pranoto kusuma Wijaya.


__ADS_2