
BAB 98
Sedangkan di tempat lain tampak Andra sedang tertunduk sambil memegangi kepalanya dengan sesekali mengusap air matanya.
Dua hari setelah kepergian nyonya Amalia yang merupakan ibu mertua ,ibu dari istri tercintanya baru dirinya tau itu pun dirinya tau setelah membuka sebuah situs online yang menyediakan berita berita viral terkini.
Dirinya tampak shock dan terpukul terlebih lagi tak satu pun pihak keluarga yang memberi tahu akan berita duka tersebut termasuk Kinayah istrinya maupun bapak mertuanya yaitu tuan Bambang kusuma Wijaya.
"Mengapa mereka tak satu pun memberiku kabar duka apakah mungkin karena kepergianku terlalu lama makanya mereka sudah tidak menganggap aku sebagai anggota keluarga mereka lagi, tanya Andra di dalam hatinya.
" Ataukah karena kasus aku sekarang yang akan menikah lagi apakah mereka mendengar berita ini? Tanya Andra kembali di dalam hatinya .
"Ya Tuhan, mengapa aku lupa meminta syarat kepada Anita agar berita pernikahan kami tidak di publikasikan ke media.
" Maafkan Andra moms, Andra belum bisa bahagiain Nay sesuai permintaan moms dan juga semua ucapan moms ada benarnya jika aku adalah..., tiba tiba ucapan Andra menggantung karena tak ingin lagi mengungkit semua keburukan seseorang.
"Astagfirullah, apa yang aku pikirkan sungguh aku begitu jahat dan memiliki hati yang busuk dan dengki lindungi aku ya allah bukankah ibu istriku adalah ibuku juga lalu kenapa aku harus sakit hati dengan ucapannya bukankah juga tak ada orang tua yang ingin anaknya tersesat.
"Kayaknya kekeliruan para karyawan di kantor kemaren karena ulah Anita yang sengaja karena tidak ingin aku tau tentang kepergian moms, ini harus di bicarakan dengan Anita apa maksudnya seperti ini, ucap Andra sambil berdiri lalu melangkah pergi dengan muka sedih bercampur marah.
Andra berlalu tanpa satu ucapan apa pun bahkan sekretarisnya saja yang bertanya tidak di jawabnya.
__ADS_1
"Maaf tuan Andra , tuan mau kemana satu jam lagi kita akan ada meeting dengan dewan di reksi?
Namun tak sepatah kata pun keluar dari mulut Andra sebagai jawaban dirinya terus melangkah tanpa menoleh menanggapi pertanyaan sang sekretaris.
Melihat ke adaan sang atasan dirinya pin segera meraih gawainya yang terletak di atas meja lalu menelpon ibu bossnya yaitu Anita.
" Ya halo ada apa?
"Halo maaf ibu ada di mana sekarang ? "Aku lagi di cafe bersama temanku.
" Tampaknya tuan Andra sedang ada masalah atau lebih tepatnya beliau sedang marah besar pada hal sebentar lagi kami akan ada meeting dengan dewan direksi tapi dirinya tetap pergi dengan diam seribu bahasa.
" Kemungkinan seperti itu bu, aku juga sempat berpikir demikian.
"Ya sudah, kamu boleh kembali melanjutkan pekerjaanmu.
" Baik Terima kasih bu.
"Hem.
Baru saja Anita mematikan telponnya dan hendak kembali di tempat duduknya terdengar kembali deringan HP miliknya dirinya pun kembali menatap layar ponsel yang sedari tadi di genggamnya.
__ADS_1
" Hem, ternyata benar dia sangat marah.
"Marah saja kamu sayang tetapi kamu jangan pernah bermimpi turut mengucapkan belasungkawa kepada keluarga istrimu yang sialan itu.
Setelah puas berucap dirinya pun kembali menarik ke atas sudut bibirnya sambil tersenyum licik lalu menekan layar HP nya untuk menerima panggilan dari Andra.
" Hallo sayang tumben nelpon aku duluan kangen ya?
"Kamu di mana?
" Aku di sini sayang si cafe langganan kamu soalnya si dede kayaknya mau makan menu kesukaan daddynya.
"Bisa kamu pulang sekarang ada yang perlu aku bicarakan bersama kamu.
" Ya datang aja ke sini sayang biar sekalian kita makan bersama tentu si dede akan bahagia jika memenuhi keinginannya bersama.
"Tidak aku mau kita ketemu di rumahku, terdengar suara tegas dari seberang sana.
" Sayang ini masih sangat siang aku masih malu bercinta denganmu dengan keadaan terang menderan sayang , tunggu nanti malam saja ya, ucap Anita manja.
"Hentikan bualanmu Anita dan datang kemari segera.
__ADS_1