NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 42


__ADS_3

BAB 42


Setelah mereka selesai sarapan kinayah dan papinya segera berangkat, kinayah tidak banyak bicara saat di dalam perjalanan menuju rumah sakit, sehingga keheningan panjang telah tercipta di dalam mobil ,tiada siapa yang mulai berbicara untuk memecahkan kesunyian.


Kini kinayah sudah sampai di depan rumah sakit , dengan pelan kinayah turun dari mobil mewah milik papinya.


"Terima kasih pi tumpangannya, ucap kinayah yang memulai duluan memecahkan kesunyian di antara keduanya.


" Sama sama nak, sampaikan salam papi untuk aditya dan andra, maaf karena tidak sempat mampir melihat mereka soalnya meeting akan segera di mulai.


"Iya pi, nanti aku sampaikan ke mereka berdua.


" Baiklah nak, papi lanjut dulu ya...!


"Iya pi hati hati di jalan.


" Iya nak, Terima kasih, ucap tuan bambang kemudian melajukan kembali mobilnya.


Sedangkan kinayah mulai menggayungkan langkahnya dengan hati yang sedang berbunga bunga karena dirinya akan menjemput andra pulang.


Sebelum kinyah ke kamar andra, dirinya terlebih dahulu mampir di kamar aditya.


"Assalamu alaikum kak adit.


" Wa alaikum salam, kamu sama siapa...? Tanya aditya sambil celingak celinguk mencari seseorang.


"Kak aditya nyari siapa sih...?


" Nyari mami...!


"Mami nggak ikut soalnya hari ini ada kegiatan di yayasan milik mami.

__ADS_1


" Lalu ngapain kamu ke sini.


"Ya jenguk kak aditya lah, masak jenguk tukang kebun,Jawab kinayah kesal.


" Nggak usah jenguk aku, tuh sana suami kamu nunggu.


"Bikin kesel banget sih kak Adit hari ini.


" Bukan bikin kesal tetapi memang benar dahulukan suami dari pada keluarga.


"Iya iya deh aku pergi, dasar bawel, pantas tidak laku laku, ucap kinayah mendumel sambil berjalan keluar dari kamar aditya.


Tak butuh waktu lama kinayah sudah sampai di depan pintu kamar andra.


" Assalamu alaikum, ucap kinayah sambil menunduk.


"Wa alaikum salam sayang, sama siapa..? Tanya andra.


"Gimana keadaan kak andra.


" Alhamdulillah baik dek, ucap andra sambil meraih satu tangan kinayah lalu di ciuminya.


"Kak apa apaan sih malu tau,ucap kinayah sambil menarik tangannya kembali tetapi andra semakin kuat mengenggam tangan kinayah lalu menarik kinayah agar semakin mendekat.


" Dek duduk sini di dekat kakak, aku rindu, ucap andra sambil meraih pinggang kinayah lalu meletakkan kepalanya di atas kedua paha kinayah.


"Kak andra jangan gini ah, malu jika ada yang lihat.


" apa adek nggak rindu sama kakak...?


"Hem..., kinayah hanya menjawab dengan berdehem karena merasakan geli di bagian pahanya karena gesekan kepala andra yang hampir menyentuh area sensitif nya.

__ADS_1


" Dek, jawab dong pertanyaan kakak, rengek andra yang seperti anak kecil.


"Aduh, kak andra kenapa begini sih...? Ucap kinayah.


" Jawab dulu,kakak nggak mau berhenti nih kalau adek nggak jawab, ucap andra kembali sambil menggesek gesekkan kepala andra di kedua paha kinayah bahkan sesekali andra merasa gemes dan mengigit dengan lembut kedua paha kinayah secara bergantian .


"Ah...., Kak geli tau , ucap kinayah sambil berusaha mendorong kepala andra karena nggak tahan dengan rasa yang di buat andra di pahanya.


" Makanya jawab, susah amat sih.


"Iya iya aku juga rindu sama kak andra, teriak kinayah dengan kesal karena andra sakin kuat mengigit paha kinayah.


" Nah gitu kenapa, ucap andra sambil membalikkan tubuhnya yang semula sedang tiarap, kini posisi andra sudah tidur terlentang ber bantal kan kedua paha kinayah sambil menatap kinayah dengan mata sendu, sedangkan kinayah yang di tatap oleh andra seperti itu tiba tiba seluruh wajahnya terasa panas karena malu.


"kenapa muka kamu merah sayang..?


Sontak kinayah meraba seluruh permukaan wajahnya.


"Kalau merah jangan di tatap terus, ucap kinayah sambil me manyum kan bibirnya.


" Bibir jangan di gitukan, takut kak andra nggak tahan.


"Nggak tahan kenapa...? Tanya kinayah.


Tiba tiba andra menarik tengkuk kinayah sehingga kepala kinayah semakin tertunduk dengan detik selanjutnya kedua bibir mereka sudah saling menautkan.


Kejadian itu berlangsung lama karena tiada siapa yang mau berhenti, mereka seakan sama sama melepas kerinduan yang mendalam dan semakin hanyut dengan decapan decapan yang semakin nyaring dan panas, tanpa mereka sadari jika pintu ruangan tersebut sudah terbuka, dua orang laki laki dewasa yang sedang berdiri di ambang pintu terpaku dengan mata tak berkedip melihat pemandangan yang sedang terjadi di hadapan mereka, karena mereka sudah tidak sanggup melihat adengan panas di depannya, Rafa dan rasya terpaksa harus berdehem.


"Hem..., mereka berdua serentak berdehem.


Keduanya sontak kaget dan melepas tautan mereka, kinayah merasa sangat malu sehingga dirinya tidak mau menoleh menatap ke dua orang yang sedang berdehem sedangkan andra dengan cepat dia terbangun dari paha kinayah.

__ADS_1


"Hai kalian sudah datang rupanya, ucap andra dengan santai seakan tidak terjadi apa apa.


__ADS_2