
BAB 23
Sementara kinayah yang sengaja mengintip di balik tirai sedikit terharu melihat papi yang sangat di sayanginya dalam diam, kembali tertawa semenjak perubahan sikap dirinya dan aditya membuat papinya tidak pernah sama sekali tertawa seperti itu.
"Aneh dia pakai ilmu apa sih.... Kok bisa membuat papi tertawa lepas seperti itu sedangkan di rumah saat bersama kami senyum aja nggak mau.
Meski hatinya terasa dongkol kepada andra tetapi di sudut matanya tampak basah karena air mata haru.
" Tapi baguslah setidaknya papi bisa tertawa lagi meski pun beliau tertawa bukan karena kami...... Aku aja sampai lupa kapan papi terakhir tertawa bersama kami.
"Papi.... Meskipun kinayah tidak bisa menurut sama papi tetapi kinayah sangat sayang sama papi.... Semoga papi selalu bisa tertawa.......maafkan kinayah karena tidak bisa membuat papi tertawa seperti yang bisa di lakukan oleh pria asing yang baru papi kenal......Ucap kinayah sambil mengusap air matanya.
Kinayah yang hendak memutar langkahnya kembali ke ruang utama seketika menahan langkahnya setelah mendengar suara lembut tuan bambang memanggil namanya karena rupanya bukan andra saja yang melihat dirinya tetapi tuan bambang juga demikian.
"Mau kemana nay..... apa kamu tidak mau makan sama papi malam ini...? Tanya tuan bambang dengan lembut.
Kinayah seketika menghentikan langkahnya lalu memutar kembali badannya dan berjalan perlahan mendekati meja makan di mana andra dan tuan bambang hendak memulai menyantap makanan yang sudah di siapkan oleh istri si mamang.
Kini kinayah sudah berdiri di dekat papinya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan sesekali melirik andra dengan tatapan penuh kebencian.
Sedangkan yang di tatap hanya menunduk saja dari tadi tanpa memperdulikan jika ada sepasang mata yang memandangnya dengan kebencian.
"apa mau berdiri saja sampai kami habis makan... Ucap tuan bambang kepada putrinya yang dari tadi berdiri di dekatnya.
__ADS_1
" Nggak kok... Aku juga mau makan lapar soalnya kayak mau makan orang...... Ucapnya ketus.
Andra yang mendengar ucapan kinayah tiba tiba keselek makanan yang membuat dirinya terbatuk.
"Tuh...suami kamu keselek tolong ambilkan air nay, Ucap tuan bambang.
" Khuuu...... Kapan aku makannya kalau terus di suruh begini... Emang nggak bisa ya...kamu ngambil sendiri airnya.... Ucap kinayah sambil mengendus dan melotot kan matanya kearah di mana aku duduk.
"Bisa kok.... Orang ini deket... Jawabku sambil meraih air putih yang ada di gelas lalu segera meneguk nya.
" Nay... Sama suami nggak boleh begitu.... Sekarang surgamu ada pada andra karena dia suami kamu dan papi sudah seutuhnya melepas kamu untuk andra... Jadi papi harap kamu bisa memperbaiki sikap dan menerima andra sebagai imam kamu..... Ucap tuan bambang kembali dengan nada yang sangat lembut.
"Iya deh papi...... Udah dong ceramahnya nay mau makan nih.... Ucap kinayah sambil menarik kursi di dekat papinya.
"Pi..... Udah deh.... Nggak usah ini itu, di sana dan di sini sama aja, ucap kinayah kesel.
" Nggak.... Pokoknya kamu duduk di sana di dekat suami kamu atau kamu tidak usah sama sekali ikut makan titik, ucap tuan bambang tegas.
"Tuhan..... Ucap kinayah sambil berdiri lalu menarik kursi dengan kasar yang ada di dekatku sehingga tanpa sengaja kaki kursi tersebut tergesek dengan kakiku sehingga menimbulkan sedikit goresan dan mengeluarkan darah, meski terasa sangat perih tetapi aku coba untuk tetap menahan tanpa menimbulkan sedikit pun rintihan karena aku tidak mau menambah kekacauan saat makan malam bersama kinayah untuk pertama kalinya.
Makan malam pun berlalu dengan saling diam tanpa ada lagi yang mau berbicara baik tuan bambang atau pun kinayah apa lagi aku yang memang tidak punya ide untuk berbicara dengan keduanya.
Setelah selesai makan malam kinayah tampak memakai baju yang berbahan kain tebal miliknya dan meraih kunci motor yang tergeletak di meja sofa ruang utama.
__ADS_1
Tetapi tuan bambang yang sedang bersantai di ruangan tersebut langsung bertanya.
"Mau kemana nay ini sudah malam... Tanya tuan bambang.
" Pulang pi...... Kasihan pak sulaiman..... Motornya aku bawa.
"Bagaimana dengan suami kamu....
" Dia kan datang sama papi jadi papi lah yang pulangkan dia kehabitatnya.....
"Dia bukan sejenis hewan..... Jadi jaga ucapan kamu, protes ruan bambang.
" Malas berdebat sama papi... Aku pulang, ucap kinayah sambil berlalu.
"Nay..... Jangan pulang dengarkan papi.... Nay... Nay.... Teriak tuan bambang tetapi kinayah sama sekali tidak memperdulikan teriakan papinya.
Aku yang merasa kasihan dengan mertuaku seketika bertindak seakan berada di alam sadar.
Setelah kinayah melangkah ke luar dan hendak berjalan menuju motornya tiba tiba saja jiwa keberanian ku yang entah dari mana segera merasuki tubuhku dengan secepat kilat aku tangkap pergelangan tangan kinayah lalu ku genggam erat kemudian ku angkat lebih tinggi sehingga dia melotot kan matanya ke arahku tetapi hal itu tidak bisa membuatku merasa takut terhadapnya.
"Lepaskan..... Ucapnya
" Kau mau kemana... Tanyaku.
__ADS_1
"apa urusanmu.... Jawabnya lagi.