NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 88


__ADS_3

BAB 88


Andra yang semakin lama semakin merasakan adanya sesuatu gejolak lain yang di rasakan nya membuat dirinya sedikit gerah lalu sedikit bergumam.


"Kok makin lama aku makin merasa panas dan gejolak yang sekarang timbul adalah gejolak aneh, ukh.... Perasaan apa ini.


" Ndra kamu kenapa kok kamu gelisah gitu? Tanya anita pura pura setelah melihat perubahan dari raut wajah dan sikap andra.


"Nggak tau nih an, rasanya ruangan ini sangat panas suhu tubuhku tiba tiba berubah dan kepalaku makin pusing.


" Ya sudah sini aku antar kamu istirahat saja, maafkan aku karena memaksa kamu ke sini membuat waktu istirahatmu terganggu, ucap anita kembali seakan menyalahkan dirinya dengan apa yang terjadi saat ini dengan andra.


"Akh... , kamu jangan meminta maaf an ini bukan salahmu takdir tak ada yang tau sama seperti apa yang aku rasakan sekarang, ucap andra dengan tubuh yang semakin gerah.


Setelah itu anita segera memapah tubuh andra memasuki kamar dengan memberi isyarat kepada anak buahnya supaya mereka berjaga jaga di luar pintu kamar.


Setelah sampai di dalam kamar anita segera mendudukkan andra di tepi tempat tidur lalu memerintahkan kepada andra untuk beristirahat sedangkan dirinya segera pamit untuk masuk ke kamar mandi.


"Baiklah sekarang kamu istirahat dulu aku masuk ke kamar mandi dulu.

__ADS_1


" Oke , ucap andra singkat.


Setelah di tinggal anita , andra segera membuka satu persatu kancing kemeja yang di pakainya lalu meraba raba seluruh tubuhnya dengan penuh napsu karena panas gejolak gairah yang semakin memanas di sekujur tubuhnya membuatnya segera ingin melepas dan menerkam seseorang tetapi dirinya masih tetap bertahan dengan kesadaran yang semakin menurun dia mencoba membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya tetapi tiba tiba datang seseorang membekap mulutnya dan segera membopong tubuhnya pergi.


Anita yang keluar dari kamar mandi dengan mengunakan linggeria berwarna hitam yang sangat seksi tanpa menggunakan dalaman dan ****** terlihat berjalan dengan mendayu dayu mendekati seseorang yang duduk di tepi ranjang dengan tidak sabaran dirinya mendekati laki laki tersebut lalu memeluknya dan mengusap usap dadanya dengan kedua telapak tangannya dari belakang apa yang di lakukan anita sudah cukup lama tetapi belum ada balasan penyerangan dari sang lawan hingga anita merasa ada yang aneh dirinya pun segera bangkit lalu menghidupkan lampu kamar yang saat itu keadaan lampu kamar di matikan hanya ada sedikit pencahayaan yang berasal dari cahaya lampu dari luar melewati fentilasi udara yang terdapat di area pintu dan jendela.


Setelah lampu berhasil di hidupkan mata anita melotot seakan kedua biji matanya seakan melompat keluar karena lelaki yang di raba dan di cumbuinya beberapa saat yang lalu bukanlah andra tetapi anggotanya sendiri yang duduk samal seperti posisi andra sebelumnya bedanya anak buah anita duduk di tepi ranjang dengan posisi kaki dan tangannya di ikat dengan mulut di lakban .


Melihat semua itu antara malu dan marah anita marah bahkan melemparkan semua apa yang ada di kamarnya dengan tidak perduli dengan keadaan tubuhnya yang saat ini menjadi tontonan anak buahnya sendiri.


"apa yang kalian lihat ? Percuma aku membayar kalian jika hanya sekedar menjaga pintu itu kamu tidak bisa.


Anita yang semakin jengkel dan membuat amarahnya semakin memuncak ketika dirinya menunggu penjelasan anak buahnya tetapi satu pun tak ada yang berani berucap.


" Apal yang membuat kalian bungkam dan tidak mau menjelaskan kepadaku siapa sebenarnya yang merebut andraku dari kamar ini.


"Maafkan kami bos, tapi...


" Plak...plak..., suara tamparan keras di kedua pipi anak buahnya yang mencoba menjelaskan kronologi kejadian hilangnya andra.

__ADS_1


Anak buah anita memang tidak ada yang berani menjawab jika mereka melakukan kesalahan karena anita sudah di kenal dengan sangat baik oleh anak buahnya yang hanya mau mendapatkan berita gembira tanpa mau mendengar berita buruk.


Jika mereka pun mencoba berbicara maka mereka akan mendapatkan perlakuan buruk dari anita dan anak buahnya yang lain.


Mereka biasanya akan menerima amukan yang seringkali berujung dari kematian bahkan ancaman untuk keluarga sang anak buah.


"Hei...., kalian segera lakukan seperti yang aku perintahkan.


" Baik boss, ucap kedua laki laki yang sejak tadi berdiri di belakang anita.


****


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam delapan pagi, anita tampak mengejap ngejapkan matanya lalu perlahan lahan mengangkat kepalanya yang tanpa sadar dirinya tertidur di depan meja riasnya.


"Ukh...., malam kembali berlalu ndra kini kau semakin jauh dariku, entah sampai kapan aku sanggup menunggu hingga mimpi indahku menjadi nyata... Hiks.... hiks... hiks...., ucap anita sambil menangis lalu mengusap kembali air matanya dengan kasar sambil berucap.


" Kau jangan lemah anita kau adalah wanita yang berkuasa jika kamu tidak bisa memiliki dirinya maka siapa pun tidak bisa memiliki andra.


***

__ADS_1


Hai semuanya para pembaca komen cerita ini yuk supaya autor bisa lebih mendapatkan saran dan semoga bisa membuat kalian semua tambah bersemangat bacanya maaf ya jika di cerita ini masih banyak kekurangan kesalahan dan lain lain maklum masih dalam tahap proses pembelajaran .


__ADS_2