
BAB 19
Setelah mendapat ijin dari pak sulaiman kinayah dengan segera menaiki motor besar yang merupakan motor besar laki laki punya tersebut, dengan lincah kinayah membawa motor tersebut dengan kecepatan di atas rata rata, pak sulaiman yang hanya bisa tergagap melihat motornya berlalu dengan sangat laju di depannya.
"Bener bener ya anak muda jaman sekarang sungguh tidak sayang nyawa kirain di pasar ada kali yang jual nyawa... Pak sulaiman berbicara sendiri sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Sementara di tempat lain tampak andra sedang duduk di sebuah bangku kayu dengan napas masih ngos ngosan.
Tiba tiba pak aksan datang mendekatinya yang kebetulan dirinya terlebih dahulu datang dari andra.
"Kok masuk ndra.... Tanya pak aksan.
" Eh... Bapak bikin kaget aja..... Assalamu alaikum kek pak.
"He... he.... he.... Maaf ndra lupa, ucap pak aksan sambil terkekeh.
" Iya deh di maafin... Ucap andra sambil tersenyum mengusap keringatnya.
"Kenapa masuk kan bisa cuti dua hari bagi karyawan yang sedang melakukan pernikahan.
" Mau ngapain juga di rumah pak...... apa lagi pernikahan seperti aku ini sama seperti hanya sebuah pernikahan yang ada di dalam sinetron saja.
"Maksud kamu.... Tanya pak aksan curiga.
__ADS_1
" Pernikahanku sebenarnya tidak di inginkan oleh pihak pihak tertentu pak.
"Maksudnya... Tanya pak aksan penuh obsesi.
" Wanita cantik dan kaya...... Kita kira maukah sama pria miskin yang hanya kuli bangunan pak...? Tanyaku pada pak aksan
"Ukhu.... Pak aksan tampak menarik napas dengan berat, lalu kembali berucap ''ndra tidak semua rejeki berupa uang atau pun sesuatu barang yang nyata adanya, tetapi terkadang rejeki itu merupakan hal yang lain yang mungkin kita tidak bisa melihat atau pun tidak tampak.
"Tapi pak.... Istriku mencintai laki laki lain yang memiliki segalanya pak, sedangkan aku hanyalah pria miskin yang tidak punya apa apa, aku tidak mampu untuk bersaing.
" Memiliki harta berlimpah belum tentu memiliki cinta yang tulus atau pun kasih sayang dan perhatian, sedangkan kita yang miskin dan tidak punya apa apa mungkin saja kita memiliki cinta kasih yang tak berbatas.
"Semua itu tidak cukup bagi orang kaya pak.
"Alhamdulillah pak tinggal nunggu di wisuda saja.
" Semoga kamu mendapat nilai kelulusan seperti yang kau inginkan.
"Amin pak.... Makasih doanya, ucapku.
" Ayo sekarang waktunya bekerja anak muda, ucap pak aksan sambil tertawa.
Aku dan pak aksan pun meninggalkan tempat kami tadi lalu berpencar menuju pekerjaan masing masing seperti biasa.
__ADS_1
Ketika aku baru sampai di situ teman kerjaku sudah mulai mengejekku.
"Sttt...... Anak mandor datang, ucap yang satu.
" Chi....anak mandor dari hongkong....Penjilat lah iya....sahut yang satunya lagi.
Aku yang sudah biasa mendapat perlakuan seperti itu hanya menanggapinya dengan santai sambil mengganti pakaianku dengan seragam seperti biasa.
"Hei.... Andra apa kamu sudah puas tidur di rumah ya kemaren atau kamu pergi mencuci sepatu tuan bambang kusuma wijaya bersama kakakmu...? Tanya salah satu dari mereka lagi.
Lagi lagi aku tidak menanggapi ucapan mereka yang sebenarnya membuat kupingku panas tetapi aku harus bertahan tidak boleh mengambil resiko yang tinggi sekarang aku butuh biaya banyak untuk wisudaku di tambah lagi aku harus memberi nafkah untuk kinayah yang sekarang sudah sah menjadi istriku .
Lagi lagi aku mendengar ocehan yang sangat tak bermutu dari, salah satu dari mereka yang ikut menimpali ucapan teman temannya.
"Bukan di cuci tetapi di jilati sampai bersih biar dia di angkat jadi ceo.... ha.... ha...
" Betul itu..... Sambung yang lain.
Mendengar ocehan mereka yang tambah membuat kuping dan hatiku panas aku pun berinisiatif mengambil pekerjaan yang jauh dari mereka supaya emosiku tidak bertambah yang akan membuat keributan kasihan jika pak aksan dan tuan bambang ikut terseret seret namanya, yang akan membuat mereka sendiri yang rugi.
Tetapi tanpa aku ketahui jika di proyek ini sejak dari tadi ada seseorang yang memperhatikan aku dan teman temanku yang tiada lain adalah tuan bambang kusuma wijaya. Sekilas ku lihat dia berada di ruangannya sedang menatap aku dan teman temanku.
Mendengar ucapan teman temanku..... Itu pasti, karena posisi kami sedang bekerja berada di sekitar ruangan beliau.
__ADS_1