NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 33


__ADS_3

BAB 33


"Dia memang laki laki sholeh makanya papi senang dengannya sudah begitu dirinya juga sangat sopan dan perhatian kepada orang yang lebih tua dari dirinya.


" Bukannya mami membenci si kutu busuk itu...


"Itu dulu sebelum mengenalnya... Tetapi sekarang sejak ada dirinya rumah kita sangat tentram bapak sekarang rajin ke mesjid baik untuk melaksanakan sholat atau pun hanya sekedar mengikuti pengajian.... Sudah tidak pernah lagi ada pertengkaran.


" Iya sih moms, nay juga merasa begitu... Dia juga sudah lama bersama aku di dalam kamar tetapi tidak sekali pun dia berniat kurang ajar kepada nay.... Cuma aku jengkel karena sering memerintah aku mengganti pakaian yang aku pakai jika terlalu seksi.... Sudah gitu aku selalu di bangunin sholat tengah malam gitu moms... Tapi ada satu yang aku suka kalau si kutu busuk itu bangunin aku moms...


"apa.... Dia cium kau... Ucap nyonya amalia gambang begitu saja.


" Ah.... Pikiran moms itu tidak pernah jauh dari mesum.


"Lalu apa...


" Itu moms... Kepalaku selalu di usap usap seperti moms dulu kalau mau nidurkan nay....


"apa dia tidak pernah berusaha menyentuh kamu..


" Tidak sih moms kecuali perintahnya aku bantah baru dia ngancam...


"Berarti dia memang laki laki yang berkomitmen...

__ADS_1


" Maksud mami.....


"Dia kan sudah tanda tangan surat itu yang salah satu isinya tidak boleh menyentuh kamu selama masa kontrak.


"Iya juga sih.....


" Ya sudahlah ngapain dari tadi kita cuma bahas masalah si kutu busuk itu... Ucap kinayah.


Tak lama setelah kinayah menyudahi obrolannya mereka pun sudah sampai dan langsung mencari tempat parkir lalu nyonya amalia memarkirkan mobilnya dengan rapi.


Setelah itu mereka berdua berjalan dengan terburu buru menuju ruangan di mana aditya di rawat.


Seorang perawat mengantarkan nyonya amalia bersama kinayah ke ruangan aditya.


" Terima kasih suster... Ucap kinayah


Sedangkan nyonya amalia sudah secepat mungkin menarik gagang pintu lalu berlari mendekati anaknya sambil terisak .


"Aditya putra mami ...siapa yang melakukan ini semua nak... Tanya nyonya amalia sambil membolak balikkan wajah aditya yang bengkak karena tonjokan dari anak buah gaffar.


Sedangkan aditya yang sedang tidur pulas sangat kaget dengan kedatangan ibu dan adiknya... Sambil meringis aditya menepis tangan mami nya.


" Aduh... Sakit tau mi...

__ADS_1


"Iya nak... Mami juga tau... di mana mana kalau muka bonyok begini ya pasti sakit... Tapi siapa pelakunya...


" Aku nggak tau mi... Aku di keroyok.. Ucap aditya bohong.


"Pasti kakak ngambil masalah lagi... Ucap kinayah menyela pembicaraan ibu dan kakaknya.


" Jangan sok tau kamu...


"Ala... Abang memang begitu kok...


" Dari pada kamu di sini bikin suasana hati kakak tambah runyam mending kamu urus suami kamu noh di kamar sebelah di rawat.


Jantung kinayah berdetak lebih kencang mendengar suaminya juga di rawat, seketika pertanyaan pertanyaan timbul begitu saja di dalam hatinya.


Aditya yang melihat adik perempuannya tampak sedang bengong ingin menjelaskan kronologi kejadiannya hingga adik iparnya ikut terseret.


Tetapi tiba tiba nyonya amalia menatap aditya dengan seribu pertanyaan.


"Bisa kamu jelaskan kepada mami bagaimana bisa kalian masuk ke rumah sakit secara bersamaan.


***


selamat pagi semuanya mampir dong di karya kedua ku dan jangan lupa tinggalkan jejak.... untuk autornya biar tambah semangat.

__ADS_1


__ADS_2