
BAB 84
Sementara di lain tempat Anita tampak sedang duduk di sebuah kursi yang berada paling pojok sedang berbicara dengan salah satu pelayang club, tampak pelayang tersebut mengangguk anggukkan kepalanya tak lama kemudian Anita tampak menyodorkan sebuah amplop yang lumayan tebal meskipun keadaan di dalam club tampak kurang pencahayaan namun masih bisa terlihat jelas amplop yang berwarna coklat tersebut setelah itu Anita segera mengibas ngibaskan satu telapak tangannya yang bertanda jika dirinya segera menyuruh pelayang tersebut untuk segera pergi .
"Ukh...., malam ini kamu harus menjadi milikku seutuhnya ndra, semoga rencanaku berhasil dan aku bisa hamil, jika malam ini kita berhasil menyatukan raga kita akun pastikan akan segera hamil karena aku sudah konsultasi dengan dokter dan mengkonsumsi obat penyubur kandungan, ucap Anita penuh keyakinan.
Sedangkan di lain tempat tampak andra sedang berbicara serius dengan nisa lewat panggilan telpon.
"Gimana kira kira nis? Tanya andra kepada nisa karena belakangan ini andra tampak sangat dekat dengan nisa karena faktor pekerjaan yang membuat keduanya sering bertemu sedangkan kisa tampak sekali dirinya menjaga jarak meski terkadang dirinya kerap mengingatkan nisa siapa andra sebenarnya.
" Ya terserah kamu, jika kamu merasa aman aman aja bertemu dengan atasanmu yang ganjen itu ya, kamu pergi aja.
"Jika niatnya baik, mengapa meski di club?
" Iya juga sih ndra, mengapa meski di club?
"Sebaiknya aku nggak usah pergi.
" Emangnya dirinya ngundang lho dalam rangka apa?
"Katanya sih mau minta maaf atas ke jadian tempo hari, jawab andra santai.
" Emang atasan lho ada ngelakuin salah sama kamu?
"Ya gitu deh?
__ADS_1
" Ya udah ke sana aja, orang atasan lho baik kok.
"Aku takut di jebak nis, ucap andra dengan wajah risau.
" Ya..., jangan pikiran gitulah sok ganteng aja lho takut di jebak.
"Iya nis, kemaren itu atasan aku sekaligus sahabatku minta sesuatu sama aku tapi aku nggak mau.
" Memangnya minta apaan?
"Minta di puaskan katanya dia sudah lama cinta sama aku.
" apa...? Teriak nisa karena kaget.
"Nah..., kamu aja kaget.
"Yeee...., emang kau anggap aku laki laki apaan?
" Siapa tau kau salah satu lalascup, celetuk nisa.
"Apaan itu lalascup?
" Laki laki asal celup, ucap nisa sambil tertawa.
"Ya nggaklah, aku ini masih waras kalau mau main gituan tinggal datangi istriku.
__ADS_1
" Syukur deh... Kalau masih ingat istri di kala di suguhi makanan enak di luar sana.
"Aku nggak akan pernah duain istri saya karena dia adalah wanita yang sudah lama ku impikan dan tak pernah terbayang akan bisa memilikinya, ucap andra sendu.
" Emang kenapa...?
"Dia orang kaya nis sedangkan aku hanyalah seorang kuli bangunan.
" Lalu bagaimana kalian bisa bersatu?
"Panjang ceritanya nis nanti di lain kesempatan aku pasti ceritain ke kamu sekarang kita udahan dulu ya ngobrolnya salam sama atasan kamu yang jutek .
" Okey, ngak usah di kasih tau orangnya sudah denger kok, apa kamu jadi ke sana?
"Iya, ucap andra lemah.
" Baiklah hati hati.
Setelah nisa memutuskan sambungan telponnya dia lalu berjalan perlahan mendekati kisa atau kinayah.
"Gimana apa kamu sudah yakin jika suami kamu masih setia dan mencintai kamu, tanya nisa kepada kinayah.
" Iya, maaf kalau selama ini aku salah.
"Sudahlah kamu nggak salah dalam hal ini kok, siapa pun wanita jika berada di posisimu saat ini sudah pasti berpikiran sama denganmu.
__ADS_1
" Terima kasih, kau memang sahabatku yang paling mengerti aku, syukur deh kamu nggak jadi ke kairo.
"Dan gara gara kamu lisanku dan syarii ku saat ini tidak sejalan.