NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 39


__ADS_3

BAB 39


Mendengar penuturan putri semata wayangnya nyonya amalia tampak terhenyak, sakin kagetnya terlihat sekali jika dirinya tampak susah menelan air liurnya sendiri.


Tanpa di sadari dirinya seketika mengangkat satu tangannya lalu mendekatkan punggung tangannya di kening anaknya.


"Kamu tak lagi sakit kan nay...? Tanya nyonya amalia.


" Ih...., apaan sih moms, ucap kinayah sambil menarik kepalanya dari punggung tangan nyonya amalia.


"Atau benar kata Adit, kamu sedang kemasukan malaikat.


" Nggak usah kuno kayak gitu deh moms.


"Tapi bener lho nay, kamu hari ini bikin mami sedikit sakit kepala.


" Ya...,kalau tingkah nay bikin sakit kepala yang nggak usah di pikirin lah moms.


"Asal kamu tau ya..., mami juga nggak mau mikirin kelakuan kamu hari ini,tetapi naluri mami selalu ingin tau.

__ADS_1


" Itu karena moms terlalu kepo atas hidup nay.


"Enak aja kalau ngomong, emang aku ini ibu ibu kompleks yang selalu keliling cari berita seputar tetangga, ucap nyonya amalia dengan memanyunkan bibirnya ke depan.


" Kemungkinan berbeda tetapi satu tujuan .


"Yaelah nay..., segitunya kau nuduh mami, ngomong ngomong kamu kok mau di keloni sama si kuli itu sih, gimana ceritanya.


" Nah kan, ujung ujungnya mengarah ke sana .


"Heran aja sih, ternyata si kuli mampu menduduki tingkat lebih tinggi dari si darco.


"Sebaiknya kamu berpikir bijak untuk mengambil keputusan, demi suatu masa depan yang kau dambakan.


" Maksud moms..?


"Maksud mami, kamu itu sudah bukan remaja belasan tahun lagi, yang tidak tau melihat lelaki mana yang menurut kamu bisa menjadi imam yang baik untuk kehidupan di masa depan kamu, mami hanya bisa berdoa yang terbaik tetapi tidak ada hak untuk mengatur hidup kamu, tetapi jujur andra sedikit membawa cahaya di kehidupan keluarga kita, aku aja sudah mulai sedikit tertarik dengan akhlak yang di miliki nya, mami hanya bisa sedikit mengingatkan jika mencari lelaki sepertinya bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami, jadi jangan menyia nyiakan kesempatan yang ada karena terkadang kesempatan ke dua tidak akan pernah ada, dan jangan membuang berlian demi sebuah batu.


"AKu sendiri masih sangat bingung, apakah yang saat ini aku rasakan adalah perasaan cinta atau sebuah rasa kagum saja.

__ADS_1


" Kamu pasti tau membedakan yang mana cinta dan yang mana hanya sebuah rasa obsesi semata, jangan sampai kau menyesal.


"Biarkan seperti itu dulu moms, aku tidak ingin keterpaksaan, biarlah hubunganku dengan andra mengikuti arusnya.


" Jangan pernah membuat celah di mana bisa orang ketiga akan menyusup masuk di antara kalian berdua.


"Nggak usah khawatir moms, semua akan indah pada waktunya.


" Ya sudah..., kalau begitu jalan pikiranmu.


"Jangan terlalu serius moms, hidup itu enak di bawah santai.


" Terserah kamu, ucap nyonya amalia sambil memarkirkan mobilnya di bagasi karena mereka sudah sampai di rumahnya.


Sambil beriringan keduanya melangkah masuk ke dalam rumah dengan isi hati yang berbeda.


Tuan bambang yang sedang duduk santai di ruang keluarga sejenak melirik dua perempuan yang beda usia berjalan dengan sangat anggung mendekati dirinya.


"Hem... Tuan bambang berdehem sambil melirik ke arah dua wanita cantik yang susah berdiri di sampingnya.

__ADS_1


" Kenapa hanya berdehem papi...?


__ADS_2