
BAB 28
Keriuhan mereka semua tidak ada yang terlepas dari sepasang mata yang sejak dari tadi memperhatikan mereka semua.
" Kok ..... bisa ya ....orang miskin kayak dia berteman dengan anak anak pengusaha sukses di kota ini bahkan ada yang sampai mancanegara dengan nilai kekayaan yang tidak terhitung.. . ... Monolog aditya yang secara tidak sengaja melihat andra berada di sebuah restoran mewah dia pun terpaksa meminjam uang kepada sahabat satu satunya sekarang, karena sejak aditya tidak memiliki apa apa teman temannya yang selama ini di anggap baik satu persatu menjauh dan yang bertahan tinggal satu karena dia putra dari rekan bisnis tuan bambang yang memiliki banyak hutang budi kepada tuan bambang kusuma Wijaya.
"Kayaknya ini mencurigakan.... Aku harus menyelidiki latar belakang suami dari adikku sekarang jangan sampai kecolongan dan menguras semua harta papi.
" Dirinya juga sepertinya dekat dengan wanita yang di sampingnya.... Jangan jangan mereka ada hubungan gelap... Ini perlu di abadikan sebagai bukti untuk kinayah. Aditya bermonolog di dalam hati sambil memotret andra yang sedang berbicara dengan anita tetapi jika di lihat dari arah aditya mengambil gambar keduanya tampak seperti sedang berciuman apalagi aditya kembali mengedit gambar tersebut sehingga mereka tampak sedang berdua saja.
Setelah aditya merasa sudah cukup untuk oleh oleh buat kinayah dirinya pun segera keluar dari restoran tersebut.
"Nggak rugi gue ngutang duit.... hasil yang aku dapat cukup memuaskan.... Ucapnya setelah lolos ke luar dari restoran.
" Aku kirim ke kontak kinayah ah.... Essst... tapi tunggu dulu.... HP kinayah sekarang di mana ya.... Jangan jangan masih sama papi..... Kalau bener itu HP masih di saku tuan takur rugi dong aku..... Biarkan aja ah...nanti aku pulang baru ngasih liat kinayah langsung dari HP gua, ucapnya sambil berjalan ke arah taksi yang sudah di pesannya.
****
Sementara di tempat lain teman teman andra sudah pada bubar, kini tinggal mereka bertiga di tambah satu orang yaitu anita karena masih betah bertukar cerita.
__ADS_1
"Jadi sudah berapa tahun kamu abis nikah an... Tanyaku kepada anita.
" Ummm... Satu tahun delapan bulan... Jawab anita dengan gaya bibir di miringkan.
"Waktu aku nikah si kupret sama babenya datang kok..... Lanjut anita.
" Masa sih.... Ucapku bersamaan dengan rasya.
Tampak Rafa tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"apa bisa di jelaskan Rafa..... Tanyaku.
Sedangkan aku yang sudah mengerti kemana diriku saat itu hanya terdiam.
"Aku lho ngundang kalian bertiga bahkan pakai undangan special tetapi hanya ai kupret yang satang..... Kemana sih kalian berdua.
" Itu aku ada lembur di proyek.... dan nggak ada yang bisa menggantikan aku, ucapku asal.
"Kalau aku sih .... Kebetulan samaan dengan acara tante aku di singapore, jawab rasya.
__ADS_1
" Tetapi sudahlah yang penting mulai sekarang tidak boleh lagi ada yang namanya putus kontak... Awas jika ada yang melakukan hal itu... dan tidak Terima alasan... Ucap anita dengan penuh penekanan di setiap kata kata yang di ucapkannya.
"Baiklah.... Kalau begitu sebaiknya kita pulang malam sudah semakin larut, aku takut istriku Mar.... Ucapku secara tidak sadar lalu dengan cepat aku menggantung ucapanku.
" apa ndra.... Istri.....kucing kamu kali...ha... ha... ha.... Ucap kedua kebo conge yang tidak lain, adalah rasya dan Rafa.
"Kamu lho ndra kalau ngomong selalu keselek.... Ucap anita.
" Iya deh maaf.. Ayo pulang.... Ucapku sambil meneguk sisa minuman milikku, setelah itu aku mempercepat langkahku, karena di dalam hatiku diriku memang di landa keresahan , takut kinayah marah atau rumah tuan bambang tertutup lalu aku harus pulang ke tempat kos ku dan harus menjelaskan kepada kinayah atas apa yang aku lakukan sehingga kinayah akan kembali menertawakan aku lagi.
"Oh.. Tidak...itu tidak boleh terjadi, ucapku di dalam hati.
" Ndra cepet banget... Teriak rasya.
"Taksi yang aku pesen sudah nunggu di depan.... Teriakku.
" Lho kok taksi.... Tadi kan kita datang bersama ndra..... ucap rasya.
"Nggak apa apa aku naik taksi aja biar nggak ngerepotin kalian , kasihan kalian harus mutar arah lagi jika ngantar aku.. Kan kita tidak satu arah... Ucapku sambil berjalan mundur.
__ADS_1
" Tumben kamu mikir kasihan sama kami... Ucap ke duanya sedangkan anita sedang berjalan sambil menerima telpon yang entah dari siapa .