NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 44


__ADS_3

BAB 44


Mendengar pertanyaan dari Rafa,kinayah sontak menoleh dan menatap andra dengan tatapan tajam penuh tanya.


"apa maksud teman kak andra...?


" Oh..., soal teriakan Rafa tadi ya.


"Itu nggak usah di dengar, rafa orangnya memang begitu.


" Ya nggak bisa gitu dong kak andra, nay mau tau atas apa yang di katakan sahabat kak andra tadi jika aku ini adalah wanita yang kak andra puja selama ini.


"Ya iya, itu memang benar lalu masalahnya di mana.....? bukannya itu bagus coba bayangkan jika selama ini aku memuja wanita lain.


" Maksud nay bukan begitu, tetapi pertanyaan nay kak andra sering lihat nay di mana, sementara kita hanya pernah bertemu dua kali sebelum kita nikah itu pun secara kebetulan, terus aku tiba tiba menjadi wanita pujaan kak andra selama ini, bukannya wanita akan menjadi pujaan setiap laki laki jika sering bertemu atau melihat...?


"Sudahlah nay, masalah itu jangan di bahas itu cuma omongan asal dari mulut jahil rafa.


" Terserah kak andra, jika kak andra tidak mau jujur lebih baik nay pulang sendiri.


Ternyata kinayah tidak main main dengan perkataannya, dia pun berlalu begitu saja membuat andra harus mengejarnya sedangkan andra masih belum bisa bergerak terlalu cepat sehingga kinayah sudah lumayan jauh dari posisi andra saat ini.

__ADS_1


Entah dari mana datangnya darco yang tiba tiba sudah memeluk tubuh kinayah dari belakang, membuat kinayah berontak berusaha lepas dari pelukan darco tetapi tenaga darco sangat kuat sehingga tubuh kinayah masih belum bisa lepas dari dekapan darco.


Andra yang melihat istrinya di peluk oleh pria lain terasa tersulut emosi tanpa mengingat keadaannya, dirinya mempercepat langkahnya sambil menggepalkan kedua tangannya.


Dengan cepat kilat andra melayangkan tinjunya ke arah wajah darco, sehingga tubuh darco terhuyung ke belakang seketika kinayah berlari di belakang andra.


Sedangkan darco yang tidak Terima di tonjok dengan tiba tiba, lalu berdiri dan mengusap darah segar yang mengalir di sudut bibirnya.


Dengan sorot mata tajam darco menatap andra lalu maju dan mulai menyerang andra dengan pukulan dan tendangan tetapi andra masih bisa menghindari serangan darco yang bertubi tubi.


Kedua pria yang sama sama tersulut emosi saling melayangkan pukulan yang dahsyat dan tampaknya keduanya sama sama kuat sehingga pukulan masing masing masih setia melayang di udara hingga konsentrasi andra buyar melihat kinayah berlari membuat darco mengambil kesempatan dan melayangkan tendangannya dengan memutar badannya sehingga mengenai kepala bagian belakang andra, tubuh andra melayang lalu tersungkur ke ubin lantai rumah sakit membuat sudut bibir dan ujung kening andra mengeluarkan dara segar yang sangat banyak, andra kembali berdiri dan menyerang darco dengan sangat sengit membuat tubuh darco ambruk dengan darah sudah bercecer di mana mana.


"Jika kamu ingin selamat jangan pernah menyentuh apa yang sudah menjadi milikku, ucap andra sambil menginjak sebelah pipi darco yang sekarang sudah terbaring dengan posisi tengkurap.


" Dasar laki laki bodoh tak punya otak , dia itu bukan gadis lagi karena aku sudah terlebih dahulu menikmati tubuhnya.


"Bagi saya itu tidak penting.


" Chui....., aku tidak akan membiarkan dia menjadi milik siapa siapa jika tujuanku belum tercapai.


"Dan kau harus tau jika tujuanmu tak akan pernah tercapai selagi saya masih hidup, karena aku tau kau mendekati kinayah bukan karena cinta tetapi karena balas dendam.

__ADS_1


" Bagus jika kamu tau, semoga kamu bisa menjadi pahlawan .


Percakapan mereka tidak di selesaikan karena kinayah sudah datang dengan beberapa orang satpam yang bertugas di rumah sakit ini.


"Itu pak orang yang merusak ketentraman rumah sakit ini, silahkan di bawah keluar.


" Baik non... Ucap salah satu satpam yang sudah lama bertugas di rumah sakit ini sehingga tau siapa sebenarnya kinayah.


Setelah berbicara dengan satpam tersebut, kinayah seketika menoleh ke arah suaminya sedang berdiri sambil memegangi bagian yang terluka.


"Kak andra, kakak tidak apa apa kan, tanya kinayah.


Andra tidak segera menjawab pertanyaan istrinya tetapi dia tersenyum lalu merangkul istrinya dengan lembut.


" Kakak tidak apa apa sayang, bagaimana dengan kamu..?


"Kinayah tidak apa apa kak, tetapi kinayah habis di peluk laki laki yang bukan muhrim kinayah, tutur kinayah penuh sesal.


" Tidak apa sayang ayo kita ambil pakaian kakak lalu kita jemput kakak aditya biar kita pulang ke rumah.


"Tapi kakak harus ketemu dokter dulu, biar luka luka kakak di obatin, terus itu di kemeja kakak ada darah mungkin itu dara dari luka kakak yang baru di jahit.

__ADS_1


" Itu nggak apa apa nanti nay aja yang obatin di rumah pakai kecupan bibir milik nay, ucap andra sambil menaik turunkan alisnya.


__ADS_2