NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 81


__ADS_3

BAB 81


"Kau...? Teriak kinayah kaget.


" I i iya nona kisa, maaf kalau aku lancang.


"Lepaskan aku tuan andra, ucap kinayah yang matanya sudah berkaca kaca entah dirinya ingin menangis karena marah atau karena senang karena tanpa sengaja dirinya melihat jika jari manis andra masih tetap memakai cincin kawin mereka.


" Sedangkan andra yang tanpa sengaja menatap mata indah yang di miliki kisa tampak berkaca kaca tiba tiba diliputi rasa bersalah apalagi saat dirinya menyadari jika mata yang di miliki kisa sama persis mata yang di miliki kinayah, mata yang selama ini selalu membuatnya tidak bisa tidur.


"Siapa dia? ;mengapa suara dan matanya begitu mirip, andra membatin.


Tiba tiba suara teriakan nyaring membuyarkan lamunannya sehingga tanpa sengaja andra melepaskan kedua tangannya membuat tubuh kisa sudah terhempas di hamparan pasir.


" Bhuk, suara tubuh kisa terjatuh sehingga dalam seketika teriakan nyaring pun kembali melengking di pinggir pantai.


"Akh...... Sakiiiiiiit.... , teriak kisa.


Membuat andra hanya bisa menutup mulutnya.

__ADS_1


" Astaga...., maaf nona aku benar benar tidak sengaja, ucap andra setengah panik lalu kembali membantu kisa bangun tetapi segera tangannya di tepis.


"Maaf, nggak usah menolongku lagi jika pada akhirnya aku akan tambah sakit, ucap kisa sambil berusaha bangun sendiri.


Mendengar untaian kata yang di ucapkan kisa membuat hati andra tiba tiba merasa ngilu karena kata itu sepantasnya di ucapkan kinayah istrinya tetapi andra segera menyadari jika tadi dirinya menjatuhkan kisa sehingga dirinya berucap demikian.


"Maafkan aku nona sungguh aku tidak berniat menyakiti nona.


" Tidak usah meminta maaf atas kesalahan yang tidak kamu perbuat, ucap kisa dengan sedikit menegakkan wajahnya.


"Tapi nona memang benar adanya akulah yang menjatuhkan anda.


" Iya benar sekali, Terima kasih jika kamu sudah menyadarinya semoga saja kamu selalu menyadari setiap kesalahan yang kau perbuat dan mengakuinya.


"Sama sama, ucapnya datar lalu terus melangkah ke arah di mana nisa sedang duduk.


Tanpa sadar andra pun masih saja terus berjalan mengikuti langkah dimana kisa akan pergi.


" Hai..., mengapa kamu terus mengikutiku? Seru kisa.

__ADS_1


"Oh..., maaf nona aku tidak berniat mengikuti nona tetapi naluri ku yang seakan ingin terus bersama nona, jawab andra santai.


" apa kau sedang merayuku? ;tanya kisa sedikit berpaling menatap andra.


"apa nona merasa sedang di rayu? ;tanya andra kembali.


" Haiiii, sebaiknya kau menjauh dariku, aku takut kekasihmu marah kepadaku lalu membatalkan kerja samanya denganku.


"Saya rasa itu tidak ada hubungannya nona, lagian dia bukan kekasihku melainkan atasan ku dan yang paling penting nona harus tau jika aku ini sudah memiliki istri yang super cantik .


Mendengar pengakuan andra seketika kisa dan nisa tampak saling menoleh dan saling menatap.


" Mengapa nona saling tatap apa aku tampak seperti pembohong?


"Oh..., nggak kok kami hanya sedikit kaget karena kedekatan anda dengan atasannya tadi seperti sepasang kekasih.


" Ah...., iya kami memang sangat dekat karena kami sudah lama bersahabat.


"Oh..., gitu rupanya, terus istri anda di mana saat ini tuan andra? Tanya nisa tiba tiba menyela pembicaraan kisa dan andra.

__ADS_1


"Aku titipkan sementara ke orang tuanya karena tidak mungkin membawa dia berpindah tempat ke tempat lain apalagi sementara ini aku sedang di promosikan akan menjadi wakil ceo di perusahaan milik sahabatku karena ibu anita akan segera berangkat ke luar negeri mengurus perusahaan miliknya di sana.


"Lalu untuk apa anda di sini tuan andra? Tanya nisa kembali.


__ADS_2