
BAB 11
"Atas dasar apa dia tidak suka laki laki itu.
" Iya , katanya gara gara laki laki itu sekarang anaknya menjadi seperti itu.
"Berarti anaknya terjerumus karena pergaulan, bagaimana jika kamu meminta agar kau di perkenalkan sama putrinya.
" Tetapi aku belum siap menikah pak.... Kuliahku saja masih belum selesai belum lagi aku belum tau seberapa lama waktu yang aku butuhkan untuk meniti karirku, ucapku sambil menunduk.
"Anggap saja ini anugrah dari allah semoga apa pun yang allah berikan kepada kita merupakan suatu hikmah yang membawa kebaikan bagi diri kita.
" Baik Pak saya akan mencoba memikirkan semuanya....
"Sebaiknya kamu sholat istikharah minta petunjuk kepada allah atas semua kebimbanganmu.
" Terima kasih pak...
"Sama sama.... Kamu makan sana.
" Nggak pak Terima kasih , rasanya aku tidak berselera makan.... Salam saja sama ibu, ucapku
"Iya nanti aku sampaikan sama ibu, kamu langsung pulang tidak baik berkeliaran dengan hati yang resah, ucap pak aksan yang membuat hatiku seketika menjadi sejuk seakan aku kembali memiliki keluarga.
__ADS_1
*****
Sementara di tempat lain, di rumah tuan bambang kusuma wijaya tampak semua keluarganya sedang duduk di meja makan hendak melakukan sarapan pagi sebelum semua lanjut beraktivitas seperti biasa.
Tiba tiba tuan bastian memulai berbicara memecahkan kesunyian di antara mereka.
"Nay mulai hari ini kamu jangan kemana mana dan tiada siapa pun yang boleh menemui kamu. Ucapnya tegas
Semuanya tampak tercegat mendengar omongan tuan bambang.
" Kok gitu si papi... Protes nyonya amalia.
"Iya apaan sih..... Papi ini, sambung kinayah
"Tidak bisa begitulah pi..... Sambung aditya.
" Bagi kamu tidak ada larangan mau keluar sekarang atau pun tidak pulang sama sekali silahkan tetapi mulai hari ini semua pasilitas kalian termasuk kendaraan dan semua kartu kalian akan papi blokir mulai hari ini.
"Pi.... Bagaimana anak anak akan melewati hari mereka. Protes nyonya amalia.
" Bukan hanya anak anak mami ,tetapi termasuk kau juga.
"Ha... Apaaaa...... Tidak boleh begitu pi,,bagaimana aku bisa ketemu teman teman sosialita ku dan bagaimana dengan arisanku, ucapnya sambil menekan sendoknya dengan keras sehingga menimbulkan suara berisik di meja makan.
__ADS_1
" Selagi tidak ada yang mau merubah cara hidupnya maka sepanjang itu juga pasilitas kalian akan saya tarik karena kalian semua sudah terlena oleh kemewahan yang kalian dapatkan tanpa harus mengeluarkan keringat.
"Dan kau nay minggu depan kamu akan menikah dengan lelaki pilihan papi, mau atau tidak suka atau tidak suka kamu akan papi nikahkan dengan laki laki yang layak menjadi imam kamu.
" Papi.... Saya tidak setuju dengan pilihan papi pokoknya nay harus menikah dengan pilihan mom nya, bantah nyonya amalia dengan setengah berteriak.
"Tidak ada yang bisa membantah papi, ucapnya sambil berdiri dari duduknya.
Sedangkan kinayah kini sudah berlari ke atas menuju kamarnya mesti dirinya tidak menginginkan semua ini tetapi dirinya bisa apa HP dan semua pasilitas nya sudah di sita oleh papinya.
Sedangkan aditya dan mom nya kini masih di meja makan bersaing melempar semua barang yang ada di depannya.
"Kamu jahat papi... Kamu tega sama istri dan anak sendiri, mami benci papi... Hiks.... hiks.... hiks.... Teriak nyonya amalia sambil melempar barang barang yang ada di atas meja.
" Dasar tua bangka.... Tidak ada hati semoga cepat m***, sambung aditya sebelum berlalu pergi dan membabas semua piring piring di atas meja.....
Mendengar suara berisik dari pecahan barang barang yang berjatuhan membuat para pelayanan yang semula berada di belakang berlarian masuk ke ruang makan, dan betapa kagetnya mereka melihat yang tadi terhidang rapi di atas meja kini sudah berhamburan di lantai belum lagi piring piring pecah semuanya sudah berhamburan kesana kemari.
Tidak satu pun berani mendekati nyonya pelayang yang lebih tua di antara mereka bertiga.
" Tapi kasihan nyonya, takut kena kakinya, jawab yang satu.
"Tidak kok dia kan pakai sendal, biarkan nyonya sedikit tenang... Ayo ke belakang
__ADS_1
lanjutkan kerjaan kalian, perintah bi inem .