NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 62


__ADS_3

BAB 62


Keesokan harinya, pagi pagi sekali kinayah sudah berada di dapur, bi inem yang melihat anak majikannya sudah berada di dapur tampak begitu kaget.


"Eh, non tumben, non pagi pagi gini udah ada di dapur apa ada yang non inginkan biar bibi yang bikinkan..?


" Nggak bi, lagi nggak kepingin apa apa, kinayah cuma kepingin belajar memasak, makanya kinayah cepat turun sengaja nunggu bibi di sini.


"Astaga non, ini baru jam berapa..? Ini masih terlalu pagi sebaiknya non tidur lagi.


" Nggak bi, aku mau di sini aja kebetulan mata kinayah sudah nggak mau terpejam lagi.


"Maaf ya non jika bibi terlalu berani bertanya , apa non kinayah lagi ada masalah.


" Kelihatan ya bi..?


"Matanya non yang kelihatan bengkak banget , non semalaman menangis ya...?


" Nggak kok bi, kinayah cuma kurang tidur saja, ucap kinayah berbohong.


"Nggak usah berbohong sama bibi non, bibi ini bukan baru kenal non kinayah tetapi sudah berpuluh puluh tahun bibi kenal non dan non juga selama ini tidak pintar berbohong.


" Bibi bisa aja.


"Iya lho non, meski non pernah berubah sikap tetapi non memang tidak pernah pintar dalam berbohong.


" Maaf ya bibi , jika selama ini ada perkataan atau perbuatan kinayah yang pernah menyakiti bibi, ucap kinayah sambil menyandarkan kepalanya di pundak bi inem , tidak heran jika kinayah seperti itu karena dari dulu kinayah memang sangat dekat dengan bibi inem bahkan kinayah remaja belasan tahun sering tidur di kamar bi inem.

__ADS_1


"Nggak ada yang perlu di maafkan non, bibi tidak pernah merasa pernah di sakiti oleh non kinayah, ucap bi inem sambil menarik tubuh putri majikannya itu ke dalam pelukannya.


Kinayah pun ikut memeluk bi inem dengan erat sambil sesegukan.


" Menangislah non, jangan di simpan di dalam hati.


"Bibi, mengapa kak andra tega kepada kinayah, ucap kinayah di sela tangisnya.


" Emang nak andra kenapa non...?


"Dia punya cewek lain bi, mereka tampak mesrah, jawab kinayah yang membuat tangisnya semakin pecah.


" Dari mana non tau..?


"Ada seseorang yang mengirim foto mereka ke HP milik kinayah bi.


"Tapi bi, dia juga ternyata ke sana karena dia sedang di wisuda, tetapi mengapa dia tidak memberi tau aku, dia memang tidak menganggap aku sebagai istrinya.


" Sssttt..., jangan terlalu cepat berpikiran buruk seperti itu non, pamali kata orang tua.


"Lalu aku harus apa bi..?


" Sabar ya non, kita pikirkan masalah ini sama sama semoga kita bisa dapat jalan keluarnya dan cepat selesai karena aku yakin jika ada seseorang yang berniat jahat dengan non.


"apa bener bi..? Tapi baik aku dan kak andra tidak memiliki musuh, lalu siapa ..?


" Kita akan menyelidiki dulu kebenarannya.

__ADS_1


"Baiklah bi, semoga itu hanya foto editan besok aku akan menemui temanku yang ahli soal edit mengedit.


" Nah, kalau gitu, senyum dong jangan sampai ini sampai di telinga papi dan moms nya non kinayah.


"Iya deh bi, memang bibi selalu bisa buat kinayah tersenyum, ucap kinayah sambil tersenyum menatap bi inem.


" Masa sih.


"Iya bi.


" Bener nih.


"Bener banget bibiku sayang.


" Baiklah, semangat.


"Semangat bi , ayo kita masak sekarang.


" Tapi untuk siapa kita masak bi...? Bukannya papi sama moms ada di Singapore sekarang.


"Ek, jangan lupa sama tuan muda aditya non.


" Oh iya, kak aditya kan masih di sini.


"Jom bi, kita masak untuk putra mahkota.


" Ha... ha.... ha...., bener saja non tuan aditya putra mahkota , kalau putra dalam kota baru iya, he.... he... he...

__ADS_1


Tiba tiba terdengar suara seseorang berdehem dari arah ruang makan.


__ADS_2