NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 22


__ADS_3

BAB 22


"Ala bilang aja kalau kau puas dengan kehancuran aku..


" Dek.... Aku tidak pernah merasa puas di atas penderitaan orang lain.


"Lalu kenapa kamu mau menikahi aku sementara kau sendiri tau jika aku punya kekasih... bukankah kita sudah pernah bertemu bahkan dengan kekasihku.


" Ukh.... Seandainya aku tau jika putri tuan bambang adalah kau ..... Maka sejak pertama kalinya tuan bambang memintaku untuk menikahi anaknya, aku sudah menolak.... Ucapku sambil menarik napas dengan berat.


"apa karena harta....


" Sejak lahir aku tidak pernah memiliki harta bahkan sekarang ini keluarga pun aku tak punya lalu untuk apa harta ....... gajiku yang cuma seratus dua puluh ribu sehari saja....tidak bisa ku habiskan dalam sehari jika hanya untuk aku seorang lalu untuk apa aku memiliki harta.


"Jika benar kamu menikahi aku bukan karena harta kedua orang tuaku.... Sebaiknya kita buat perjanjian kontrak nikah yang pada akhirnya kamu tidak akan mendapatkan apa apa.


" Bukankah sejak dari semalam aku sudah menyarangkan kepada nyonya amalia hal itu... Jawabku.


Mendengar penuturan ku ,kinayah pun terdiam untuk sejenak, kemudian melanjutkan bicaranya.


"Baiklah jika kau sudah menyarangkan hal tersebut berarti moms sudah menyiapkan , kamu tinggal tanda tangan saja di atas materai.


" insya allah.... Aku akan melakukannya, dengan satu syarat.

__ADS_1


"Lihat... Jika memang kamu tidak bermaksud apa apa untuk apa kamu mengajukan syarat.... Jangan bilang syarat kamu menuntut aku melakukan tugasku sebagai seorang istri...... Karena aku tidak sudi di sentuh oleh tanganmu yang penuh kapalan itu, lagian kamu sangat akan menyesal jika mencicipi tubuhku karena aku sudah bukan gadis perawan lagi... Kekasihku sudah merenggut nya.


Mendengar hinaan dan kejujurannya membuat sedikit nyeri di hatiku... Sejenak terasa sesak di dadaku... Tetapi aku tetap berusaha tersenyum.


" Tidak apa jika kamu jijik denganku karena memang itu fakta..... Dan Terima kasih atas ke jujuranmu......sangat jarang di temui saat ini wanita yang mau jujur dengan kekurangannya......aku juga tidak mau MENUNTUT syarat yang seperti itu.


"Lalu kau mau syarat apa jika harta kamu tidak mau... Dengan tubuhku pun kau tidak mau...... Jangan sombong kamu tidak ada laki laki yang bisa menolak pesona kinayah di dunia ini, ucapnya dengan gaya angkuh.


" Aku hanya meminta kamu berhenti menangisi pernikahan kita... dan selama kita masih di dalam masa kontrak kamu tidak boleh keluyuran tanpa izin aku.


"Saya akan mencoba memikirkan syarat yang kamu ajukan... Kayaknya tidak terlalu buruk.


" Baiklah... Kalau begitu mari kita pulang dan mulai sekarang kamu tidak boleh menangis lagi... Ucapku sambil berjalan mendahului dirinya.


Dari kejauhan sepintas aku melihat tuan bambang berdiri di atas balkon yang terdapat di lantai dua villa miliknya, dirinya sedang menyaksikan interaksi kami berdua.


Setelah kami sampai di depan villa kami kembali di sambut oleh si mamang tetapi kali ini dia tidak sendiri melainkan bersama istri tercintanya.


"Selamat malam tuan dan nona..... Ucapnya bersamaan dengan istrinya.


" Selamat malam mamang.... Sebaiknya mamang dan istri mamang memanggil saya biasa aja...... Ucapku.


"Maksud tuan.... Tanya si mamang.

__ADS_1


" Aku juga orang biasa seperti mamang kerjaku cuma kuli bangunan yang tinggal di kos kosan kecil jadi terasa aneh jika mamang memanggil saya tuan.


"Tapi tuan.... Ucapan si mamang menggantung karena saya segera menaikkan satu telapak tanganku sedikit di dekat wajahku sebagai tanda tidak Terima alasan.


" Panggil aku andra mang.... Ucapku sok akrab.


"Baiklah nak andra... Nona kinayah sebaiknya kita masuk tuan dari tadi menunggu nak andra dan nona kinayah untuk makan malam bersama.


" Terima kasih bu... Mang.....mari.....Ucapku sambil berlalu. sedangkan kinayah masih memilih berbicara dengan si mamang dan istrinya, entah apa yang di bicarakan oleh ketiga orang tersebut yang akun lihat saat menoleh ke arah mereka tampak kepala mamang dan istrinya mengangguk .


Sesudah aku menoleh sejenak ke arah mereka bertiga aku lanjut berjalan menemui tuan bambang yang sudah menunggu kami di meja makan.


"Rupanya kamu sudah datang mari makan.... Ucap tuan bambang dengan wajah terlihat senang.


" Makasih tuan... Ucapku.


"Harus berapa kali aku mengingatkan kamu ndra...... Panggil aku papi.


" Baik pa... Ucapku kembali dengan memanggil tuan bambang dengan sebutan pa.


"Terserah kamu ndra manggil aku apa sekarang asal jangan kau panggil aku pak sulaiman soalnya aku tidak punya kumis. Sahutnya lagi sambil tertawa aku pun ikut tertawa sehingga ruang makan tersebut seakan hidup dengan keceriaan.


Sedangkan kinayah yang lagi ngintip dari sela sela tirai dapat ku lihat dengan sekilas tetapi aku sendiri tidak memperdulikan dirinya bukan aku tega atau apa tetapi aku tidak ingin dirinya tertekan karena kehadiranku di sini.

__ADS_1


__ADS_2