NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 82


__ADS_3

BAB 82


"Tidak untuk apa apa nona nisa, hanya sekedar mencari angin saja untuk merehatkan otak, tiba tiba tanpa sengaja aku melihat seorang perempuan yang hampir terjatuh sehingga aku refleks berlari menolongnya tanpa aku sadari jika orang tersebut adalah nona kisa, lalu kalian untuk apa berada di pantai ini?


"Ah..., hanya sekedar melihat lihat saja kebetulan kami dapat rekomendasi dari pihak hotel jika pemandangan di pantai ini sangat indah jika sudah waktu senja dan ternyata benar sekali selain indah juga tempatnya bersih, ucap nisa dengan panjang lebar.


" Kalau begitu bagaimana jika aku ikut bergabung sama kalian nona aku akan tunjukan sebuah tempat yang lebih indah dari tempat ini.


"Wah..., kalau aku sih setuju banget tapi aku serahkan kembali kepada nona saya , seru nisa sambil melirik ke arah di mana kisa sedang berdiri memandang kami berdua.


" Bagaimana nona kisa? Tanya andra penuh harap.


"Kalau anda tidak merasa di repotkan tak masalah tapi anda harus tau satu hal bahwa kami tidak akan membayar anda meski sepeser pun karena anda sendiri yang meminta hal ini.


" Ha... ha... ha..., tenang saja nona, meski tampanku seperti ini aku juga punya duit jika hanya sekedar membeli makan.


"Baiklah, ayo kita telusuri pantai ini.


" Kruuuk... Kruuuk... Kruuukkk..., tiba tiba ada suara perut orang yang sedang lapar sontak andra melebarkan matanya sambil menatap kisa dengan penuh tanya.

__ADS_1


Sedangkan yang di tatap malah menggerutu di dalam hati.


"Sial kenapa perut ini pakai bunyi segala sih, gerutu kisa.


" Maafkan aku nona kisa lupa jika kita tadi melewatkan jam makan siang, ucap nisa dengan sangat panik.


"Apa yang anda katakan nona nisa, jadi sedari tadi siang anda belum makan?


" Benar tuan andra sebenarnya tadi ketika mau makan siang kami tiba tiba teringat perkataan salah satu pegawai hotel jadi kami langsung arah ke sini dengan rencana akan makan di salah satu restoran di daerah sini tetapi entah karena terlalu asyik bermain pasir akhirnya kami lupa makan dan lagian sedari tadi aku tidak melihat akan adanya restoran di sini.


"Baiklah sebaiknya kita pesan makanan sebelum kita ke tempat yang akan kita tuju kebetulan restorannya berada di dekat tempat tersebut jadi kita bisa makan malam sekaligus menikmati pemandangan.


Mereka berdua tampak sangat asyik berbicara sementara kisa terlihat berjalan terlebih dahulu karena merasa malu .


"Untungnya aku masih menggunakan cadar, coba kalau tidak mukaku sudah pasti merah karena malu, gerutu kisa sambil berjalan seakan dirinya tau ke arah mana mereka akan pergi.


Tiba tiba suara teriakan menyadarkan dirinya dan langsung berhenti dan menoleh menatap sinis dua orang beda jenis kelamin di belakangnya.


"Nona mau kemana? Tanya andra sambil tertawa.

__ADS_1


" Mau ke jonggong, udah tau aku nggak tau arah masih aja berjalan di belakangku.


"Ha... ha... ha..., makanya nona jangan sok tau kalau nggak tau, ucap andra sambil tertawa.


"apa anda sudah sangat puas menertawakan saya? ;atau jangan jangan anda baru bisa merasakan tertawa setelah bertemu aku.


" Benar sekali nona, aku hanya bisa bahagia jika bersamamu.


"Chiii..., sudah beristri masih saja suka merayu wanita lain.


" Ooo..., maaf aku lupa akan statusku, Terima kasih sudah mengingatkan siapa aku nona.


"apa bisa lebih cepat lagi, aku sudah sangat lapar.


" Baiklah nona kisa yang cantik, ikuti aku, ucap andra sambil berjalan cepat mendahului dua wanita cantik yang terpaksa berjalan tergopoh gopoh apa lagi kisa yang menggunakan syarii islam.


"Kenapa sekarang kalian yang malah seperti keong, ucap andra mengejek.


" Hai..., jika tak ikhlas melakukannya sebaiknya kau meninggalkan kami saja bukanlah sedari tadi aku sudah mengatakan padamu jika kami tidak ingin merepotkan mu, teriak kisa kesal.

__ADS_1


__ADS_2