NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 8


__ADS_3

BAB 8


Dari kejauhan terlihat rasya sedang berjalan menuju ke arahku sambil melambaikan tangannya.


Begitu juga aku yang baru datang dan sedikit merasa bersalah karena merasa tidak setia kawan.


Setelah rasya sampai di depanku aku terlebih dahulu menyapanya.


"Assalamu alaikum rasya ,maafkan saya, bukannya saya tidak setia kawan tetapi hal ini benar benar tidak terduga dan aku terlanjur membuat janji kepada tuan bambang , aku tidak enak untuk menundanya, ucapku


Tak ku sangka rasya malah memeluk aku sambil tersenyum.


" Tidak apa apa ndra, ucapnya sambil menepuk pundakku.


"Tapi aku tidak enak hati kepada Rafa, ucapku lagi.


" Yaelah.... Ngapain sok tidak enak hati sama Rafa dia aja ke club semalam nggak ngajak kita, ucapnya sambil memukul pundakku.


"Emang kamu mau ke club malam... Tanyaku.


" Ya anggak sih tapi , ucapnya menggantung di udara.


"Tapi kenapa...... Kalau di ajak mau. Ucapku.


" He.... he... he..... Kan sekali kali ndra, ucapnya sambil mengusap dagunya.


"Ah.... Sudahlah nggak usah di bahas itu,lebih baik kita temui Rafa ... Ucapnya sambil memutar badannya sambil menarik tanganku.


" Lepaskan tanganku.... Kayak kita homo aja bergandeng tangan.... apa kata orang nantinya, ucapku sambil menepis tangannya.


"Kita memang nggak homo tapi sama sama jomblo akut... he... he.... he... Ucap rasya sambil tertawa geli.

__ADS_1


Aku pun berjalan sambil tertawa di buatnya, sehingga tanpa terasa kami sudah sampai di depan ruangan rafa.


Beberapa saat kemudian aku masuk bersama rasya di ruangan Rafa, aku lihat muka Rafa tampak babak belur .


"Assalamu'alaikum .... Bagaimana keadaanmu apa sudah baikan.... Tanyaku


Andra hanya sedikit mengangguk menanggapi pertanyaanku lalu aku pun kembali memberi nasehat.


" Lain kali kamu jangan bertindak seperti ini, semua orang punya masalah tetapi tidak semua masalah bisa di selesaikan dengan emosi.


Rafa hanya tertunduk sambil terisak... Aku dan rasya saling tatap.


"Raf kamu kenapa.... Kok nangis... Tanyaku.


Tetapi Rafa hanya menggelengkan kepalanya.


" Ya sudah, kalau kamu belum siap bercerita nggak apa apa, jika kamu sudah siap kami selalu siap untuk mendengarkan semua cerita kamu. Ucapku kembali.


Tiga hari kemudian Rafa sudah agak mendingan cara berbicaranya pun sudah normal kembali.


"Bagaimana keadaan kamu tanya rasya.


" Alhamdulilah susah membaik dan aku sudah mau pulang, aku takut mami aku mampir ke apartemenku . Ucapnya.


"Emang kenapa kalau orang tua kanu mampir kan enak ada yang ngurusin kamu. Ucapku.


" Kamu jangan gila ndra, kalau mami tau apa yang terjadi sama aku bukannya di urusin tapi di masukin lagi akunya ke rumah sakit ini, apa lagi kalau mereka tau kejadiannya di club bisa bisa mereka membunuh aku.


"Makanya jangan sok alim lho kalau di depan ortu. Jawab rasya.


" Lha.... Aku kan memang alim...

__ADS_1


"Alim pala peak lho.... Alim kok nongkrong di club bikin masalah lagi... Timpal rasya


" Udah udah... Jadi nggak nih pulang, tanyaku pada mereka.


"Ya jadilah ndra..... Ucap Rafa.


" Kalau jadi buruan.... Aku masih ada kerjaan nggak enak ijin terus sama pak aksan. Ucapku.


"Siapa itu pak aksan... Tanya rasya.


" Mandor ku..... Ucapku kembali dengan nada malas.


"Oh..... Si botak itu ya..... Sambung Rafa.


" Nggak usah ngolok orang fa.. Coba lihat pala lho.... Tuh cermin besar di depan lho.. Ucap rasya kembali.


"Ala.... Aku biar botak tetap aja aku lebih ganteng dari kalian... Ucap Rafa yang semakin songong.


" Hai kalian mau pulang atau lanjut berdebat.... Aku pulang ini.


"Ya... Nggak seru banget sih ndra kita kan udah jarang gumpul..... Tunggu malam minggu kalau mau waktu panjang untuk bergurau bukan sekarang aku lagi sibuk.


" Iya deh..... Kita ngalah aja. Ucap keduanya secara bersamaan.


"Jom..... Bawa barang barang kamu, ucap rasya.


"Tega amat sih sya aku kan baru mendingan.


" Nggak usah manja... Penyakit kamu itu penyakit kau cari sendiri... Ucap rasya kembali.


"Oh iya fa, apa sih masalahnya sehingga kamu di bonyok gitu sama orang orang di sana, tanyaku.

__ADS_1


" Feli selingkuh ndra.... Pertamanya sih aku nggak percaya sama ucapan anita.


__ADS_2