NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 66


__ADS_3

BAB 66


Andra segera menemui anita di ruangannya setelah sampai di kantor.


Anita yang sudah tau jika andra sudah sampai di depan ruangannya segera membuka satu kancing kemeja atasnya dengan sontak mempertontonkan belahan dadanya yang lumayan padat, tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu terdengar dari luar.


"Tok... Tok.... Tok...


" Iya masuk, ucap anita dari dalam dengan pura pura sedang sibuk.


"Maaf Bu, pak andra sudah datang...apa langsung di suruh masuk saja? Tanya asisten anita yang hanya menjulurkan kepalanya dari luar.


" Oh, sudah datang ya?


"Iya bu.


" Suruh aja langsung masuk, timpal anita.


"Baik bu, ucap sekretarisnya lalu kembali menutup pintu ruangan ibu bossnya.


Tak lama setelah itu, sekretaris anita pun kembali menemui andra .


" Siang Pak andra, bapak di persilahkan langsung masuk ke ruangan ibu anita, ucap wanita cantik yang sedang berdiri di depan andra.


"Terima kasih, kalau begitu aku masuk dulu.

__ADS_1


" Silahkan pak, ucap wanita yang bernama atika tersebut dengan ekor matanya terus mengikuti langkah andra karena merasa sangat kagum dengan ketampanan andra "astaga kira kira dia mau di tempatkan di mana ya, kok aku jadi penasaran.


Sedangkan andra kini sudah berada di dalam ruangan anita, andra tampak menundukkan wajahnya ketika tanpa tidak sengaja melihat belahan dada anita yang terekspos sempurna.


" Hai ndra, silahkan duduk dulu sekalian temani aku makan siang ya.


"Baiklah, jawab andra dengan wajah tampak tegang.


" Santai aja ndra, nggak usah tegang gitu kayak kita baru ketemu aja.


"Aku santai kok an.


" Tunggu ya, aku suruh atika pesan makanan untuk kita berdua.


"Tapi aku udah makan an.


"Okelah terserah kamu an.


" Gitu dong , sekali kali ngalah ama sahabat kenapa?


"Iya sudah pesan aja, tapi yang banyak ya dan jangan hari ini aja tapi seterusnya biar aku nggak usah repot mikirin makanan dan gajiku bersih total biar akunya cepat kaya raya, jawab andra sambil tersenyum.


" Coba kamu masih bujang aku siap sedia tapi sayang kamu sudah menjadi milik orang lain dan udah gitu kamu mau kaya untuk orang lain, timpal anita sambil memanyumkan bibirnya dengan gaya manja sambil berjalan ke sofa tempat di mana andra duduk.


"Sejak kapan kamu jadi lebay begini, ucap andra santai.

__ADS_1


" He... he.... he..., maaf gurau.


Tak lama kemudian makanan yang di pesan anita datang dan mereka berdua segera mengisi perut masing masing dengan hening tanpa ada yang mau memulai bicara.


Hingga sesaat kemudian anita mulai berbicara memecahkan kesunyian di antara mereka.


"Kamu mau kan jadi asisten pribadi ku?


" Ha..., asisten pribadi? Tanya andra kaget.


"Iya, asisten pribadiku.


" Nggak ketinggian an?


"Maksud kamu?


" Di mana mama maha siswa yang terpilih seperti saya ini harus melalui tahap demi tahap .


"Itu kan untuk orang lain, sedangkan kamu itu adalah sahabatku sejak sma.


" Tapi an.


"Tak ada tapi tapi, sekarang kamu jawab aja mau atau tidak.


" Kalau aku pribadi mau mau aja tetapi bagaimana dengan petinggi di sini?

__ADS_1


"Kalau soal ini kayaknya itu hak aku mau memilih siapa atau paling tepatnya mau percaya dengan siapa karena asisten pribadi ini bukan hanya bertugas sekedar membantu di perusahaan tetapi bisa jadi membantu dengan agak pribadi juga ita dan itu hanya kamu yang aku rasa pas dengan jabatan ini, apa lagi sebentar lagi aku akan ke luar negeri untuk waktu yang tak bisa di tentukan, jadi apa kau mau bersedia?


__ADS_2