
BAB 29
Sementara itu aku yang pulang dengan menaiki taksi online di tengah perjalanan dirinya melihat seseorang sedang di keroyok oleh beberapa orang pemuda yang jika kita lihat dari postur tubuhnya dan pakaiannya mereka tidak lain adalah seorang bodyguard, seketika aku menyetop mobil yang aku kendarai .
"Stop pak.... Ucapku
" Sebaiknya kita jangan terlibat nak.. Ucap supir taksi tersebut.
"Tapi ini termasuk penganiayaan pak...yang bisa membuat sesama mahluk hidup bisa meregang nyawa.
" Tapi biasanya mereka .....seperti itu karena masalah utang piutang yang tidak kunjung di bayar dan asal kamu tau nak mereka yang menjadi korban itu adalah pemakai ... biasanya.... Ucap bapak itu kembali.
"Kita harus menolong orang itu pak.... Bapak di sini aja biar aku yang ke sana siapa tau masih bisa di selesaikan dengan cara berembut, ucapku.
" Baiklah nak kau rupanya adalah anak mudah pemberani dan tangguh, hati hati.
"Terima kasih banyak pak...
" Sama2 nak....
Aku tak menunggu lama lagi, kubuka pintu mobil lalu aku turun dan berjalan mendekat dan berteriak untuk mengalih kan perhatian mereka, setelah mendengar teriakan aku salah satu dari mereka melepas kerah baju laki laki yang di pegangnya dan melangkah dengan gagah mendekatiku.
"Siapa kamu anak muda.... Berani beraninya kamu menganggu kesenangan kami..?
" Saya bukan siapa siapa diantara kalian tetapi apa yang kalian lakukan adalah suatu perbuatan kekerasan yang bisa menghilangkan nyawa orang lain.
__ADS_1
"Itu bukan urusanmu... Jadi sekarang pergilah biarkan kami melakukan tugas kami dengan menyeret hidup hidup laki laki kaya tapi brengsek ini.
"Jika aku melarangmu.... Kalian mau apa tanyaku.
" Berarti kamu sudah bosan hidup anak muda.
"Kita lihat saja takdir Tuhan, siapa di antara kita yang akan di jemput oleh malaikat pencabut nyawa .
" Kurang ajar kamu anak muda.... Kamu benar benar sudah bosan hidup... Ucapnya sambil menyerang ku .
Aku pun tidak tinggal diam aku melayaninya dengan semangat itung itung olahraga.
"Ternyata kamu juga punya nyali.
" Kau jual aku beli sobat. Balas ku santai.
Sampai saat aku sudah sedikit lelah melawan mereka berempat dan tiba tiba suara.
"Sreeek..... Terdengar suara sobetan sepintas di bagian perutku aku pun melirik saat rasa perih kurasakan dan ternyata iya... Aku terluka di bagian perut salah satu belati mereka ada yang berhasil tembus sehingga sedikit demi sedikit darah mengalir membasahi kemejaku di bagian bawah.
Rasa perih ku semakin menjadi tetapi aku berusaha mencoba tidak perduli dan tetap melawan mereka, sampai sekitar tiga puluh menit mereka semua berhasil aku lumpuhkan dan tak lama kemudian petugas dari kepolisian datang ternyata supir taksi yang aku tumpangi tadi sempat menghubungi polisi.
"Terima kasih pak atas inisiatifnya memanggil polisi.
" Sama sama anak muda kamu terluka..
__ADS_1
"Sedikit pak....
"Ayo kita kita ke rumah sakit... Ucap seorang petugas.
" Nggak usah pak... baiknya kita segera tolong korban mereka yang sudah tidak sadarkan diri.
"Baiklah anak muda... Mari
Tetapi alangkah kagetnya aku setelah korban tersebut di angkat dan aku pun sempat melihat wajahnya.
" Tunggu pak..
"Iya anak mudah ada apa..?
" Namaku andra pak dan korban ini ternyata adalah kakak iparku.
"Baiklah kalau begitu ayo sekalian kita berangkat ke rumah sakit.
" Baiklah... Ayo pak.
Sebelum berangkat aku tidak lupa memberikan uang lembaran seratus satu lembar kepada supir yang sudah baik mau mengantarku sampai di sini.
"Tidak usah anak muda.. ... Tolak nya.
" Ambil pak dan Terima kasih banyak sudah membantu aku.
__ADS_1
Supir itu pun menerima uang itu dan aku pamit untuk menemani kakak iparku yaitu aditya.