NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 18


__ADS_3

BAB 18


Keesokan paginya kinayah bangun dari tidurnya matanya berputar mengelilingi ruangan yang ada di kamarnya tetapi dirinya tidak menemukan sosok yang di carinya.


" Kemana dia..... Kok nggak ada.....apa masuk ke kamar mandi ..... Tanya kinayah yang dengan perlahan bangun dan berjalan mengendap endap persis seperti maling mendekati kamar mandi lalu membukanya secara perlahan lahan tetapi kinayah kembali bingung karena sosok yang di carinya juga tidak ada di dalam kamar mandi.


Sambil berjalan kinayah berpikir dan mencoba mencari sesuatu yang bisa menunjukkan jika lelaki semalam memang tidur di dalam kamarnya, hingga sofa di dalam kamarnya pun dia ciumi seperti seekor anjing pelacak yang sedang mencari sesuatu yang bisa menjadi bukti.


"Syukurlah... Tampaknya lelaki itu benar benar tidak memasuki kamarku.


Setelah berucap kinayah lalu kembali ke ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah itu dirinya pun berniat turun tetapi alangkah kaget kinayah yang mendapati pintu kamarnya terkunci.


"Astaga pantas dia nggak masuk ke kamarku ternyata terkunci, ucapnya sambil tersenyum menang.


Dengan hati yang merasa sangat puas kinayah pun turun dengan mata masih sangat bengkak dan sembab gara gara semalaman dirinya menangis terus menerus hingga dirinya terlelap sampai pagi.


Kinayah berjalan dengan gontai mendekati ke dua orang tuanya yang sudah berada di meja makan terlebih dahulu.


"Ah... Kamu sudah datang nay.... di mana Andra kenapa tidak turun bersama kamu...Tanya tuan bambang.


Kinayah hanya menanggapi pertanyaan papinya dengan ke dua pundaknya dia naikkan.


" Kenapa begitu nay... Cepat ke atas panggil suami kamu ke sini ,kita sarapan bersama.


"Pi kenapa harus nay yang harus naik turun kan bisa dia turun sendiri, timpal nyonya amalia.

__ADS_1


" Mami sebaiknya kamu diam, jangan memberi contoh yang tidak baik untuk nay dia bukan lagi anak anak dia sudah bersuami sudah seharusnya dirinya mengurus suaminya.


"Khu..... Suami macam apa dulu....... Cuma seorang kuli bangunan kok harus di urusin...... Mending kasi racun tikus sekalian nay, ucap nyonya amalia nyerocos seperti kaleng rombeng.


" Memang ya mulut kamu itu benar benar tidak pernah di sekolahkan... Andai aku tau sifatmu seperti itu aku tidak akan pernah mau menikahi wanita yang miskin akhlak, ucap tuan bambang sambil menyudahi sarapannya.


"apa papi bilang....... Mulutku yang tidak pernah sekolah........ Chi..... Menantu kamu yang tidak pernah sekolah teriak nyonya amalia.


" Keluarga apa sih keluarga kita ini..... Tanya kinayah sambil berlalu dari duduknya tanpa menyentuh sedikit pun sarapan yang terhidang di meja.


Belum sempat kinayah melangkahkan kakinya tuan bambang sudah berdiri kembali di depannya dengan tatapan matanya yang tajam.


"Katakan semalam Andra tidur di mana...?


"apa semalam kau kunci pintu kamarmu...


" Iya...


"Bagus, untuk suami sahmu, kamu mengunci pintu sementara dengan laki laki yang bukan muhrim kamu pakaian dalam kamu pun kamu buka untuknya.


Hati kinayah tiba tiba terasa nyeri mendengar penuturan papinya karena apa yang di katakan papinya sungguh benar adanya .


"Pi... Ini masih pagi tidak usah membuat kekacauan, menantu pilihan papi aja itu yang nggak tau buka pintu kamar ...... dasar orang miskin, bantah nyonya amalia sambil berlalu.


" Ada baiknya dia miskin harta dari pada kamu dan anak anak kamu yang miskin akhlak, jawab tuan bambang sambil berlalu meninggalkan kinayah yang masih setia berdiri di tempatnya.

__ADS_1


"Ada apa dengan ku....... Mengapa hatiku merasa sakit mendengar ucapan papi.... Tanya kinayah di dalam hati.


" Mengapa juga sampai sekarang darco tidak pernah datang meski hanya bertanya tentang keadaanku setidaknya pada pak sulaiman...... Aku harus menemuinya akan aku lihat seberapa besar dirinya mencintaiku mengapa sudah sejauh ini tetapi dia sama sekali tidak ada pergerakan untuk menyelamatkan hubungan kami, monolog kinayah di dalam hati.


Setelah puas bermonolog di dalam hatinya kinayah kini ikut meninggalkan tempat di mana dirinya sejak dari tadi berdiri seperti patung.


Dengan gerakan cepat kinayah segera memasuki kamarnya lalu mengganti pakaiannya dengan celana jeans di padu dengan kaos kemudian di tambahkan dengan hoody yang berwarna hitam tidak lupa dirinya menarik sebuah tas branded yang berwarna hitam lalu kembali berjalan keluar menuju pos depan di mana pak sulaiman berada, dengan sopan dirinya menyapa pak sulaiman yang bekerja di rumahnya sebagai satpam.


"Selamat pagi pak sulaiman... Sapanya sambil tersenyum.


" Pagi juga non kinayah... Jawab pak sulaiman tidak kala ramahnya.


"Pak kinayah bisa nggak pinjam motor bapak.


Sejenak pak sulaiman terdiam mendengar permintaan kinayah yang merupakan putri satu satunya tuan bambang.


" Tapi non bapak takut ada apa apa sama non kinayah.


"Nggak usah takut pak, kinayah biasa kok bawa motor milik kak aditya tetapi di luar rumah sih... Soalnya kalau dari rumah papi suka marahin kinayah.


" Oh gitu toh.... baiklah non pakai aja tetapi hati hati.


"Kuncinya pak...


" Ada di situ non.... Ucap pak sulaiman.

__ADS_1


__ADS_2