NIKMAT MEMBAWA PETAKA

NIKMAT MEMBAWA PETAKA
BAB 14


__ADS_3

BAB 14


"Sungguh..... Bukan aku menangis karena marah, bersedih bahkan menyesal ,semua itu tidak benar tetapi saat ini di dalam hatiku rasa yang sangat mencekam adalah ketakutanku akan hal sebuah perbedaan yang bagaikan langit dan bumi, aku takut tidak bisa memberi nafkah yang cukup untuk seorang putri tunggal dari keluarga konglomerat yaitu bambang kusuma wijaya sedangkan aku hanya seorang kuli bangunan dengan upah perhari cuma seratus dua puluh ribu rupiah.


Sedangkan tuan bambang kusuma wijaya segera berlutut dan meminta maaf atas keputusan yang di ambil olehnya setelah melihatku sangat terpuruk di dalam keadaan ini.


Aku pun dengan segera membantunya berdiri dari posisinya yang berlutut meski diriku sendiri masih terasa sangat lemah.


"Tuan apa yang tuan lakukan... Tanyaku.


" Maafkan aku andra yang harus menyeretmu di dalam ambang ke hancuran aku tau tidak siapa pun laki laki baik yang mau meminang putriku menjadi seorang istri karena hal itu sungguh tidak pantas di terima olehnya yang tidak bisa menjaga harkat dan martabat seorang wanita yang sesungguhnya, termasuk kau.... Ucapnya sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


"Tuan jangan berucap seperti itu, seorang wanita selalu layak menjadi seorang istri meski seburuk apa pun masa lalunya,tetapi menurut aku tuan... Akulah yang tidak pantas untuk mendampingi putri tunggal tuan , perbedaan kami bagaikan langit dan bumi tuan ,dan yang sangat tuan perlu ketahui jika aku selama ini hidup dengan serba kekurangan dari upah yang aku dapat setiap harinya apa lagi putri tuan yang biasa hidup mewah, jadi aku ingatkan sekali lagi ...... Tolong tuan pikirkan lagi keputusan yang tuan ambil saat ini karena sungguh keputusan ini akan mencoreng nama baik tuan dengan menerima saya sebagai menantu di rumah tuan, ucapku.


Tiba tiba saja putra sulung tuan bambang masuk dan bertepuk tangan.


"Puk....puk...puk.....luar biasa anak muda aktingmu sungguh hebat kamu tidak pantas menjadi kuli bangunan tetapi kau sangat pantas menjadi aktor ternama yang mendunia... Ucapnya sambil berdiri berkacak pinggang di dekat pintu.


" Aditya....... Jaga bicara kamu, ucap tuan bambang.


"Aditya........ Papi minta sama kamu dengan hormat tinggalkan kamar ini sekarang juga, teriak tuan bambang.


" Baiklah pi..... Dengan senang hati.... Dan kau penjilat.... Pria miskin.... Selamat karena berhasil masuk ke keluarga konglomerat menumpang makan dan kemewahan... Ucapnya sambil menarik bibir atasnya semakin ke atas.

__ADS_1


Sedangkan aku hanya bisa diam dan berdoa memohon kekuatan kepada yang maha kuasa...


"Ya allah cobaanmu begitu besar... Tuntun hamba menjalani hidup baru ini, dan berikan hamba kekuatan karena , hamba sungguh tidak mampu mendahului kehendakmu, dan entah sebesar apa lagi yang ada di depanku untuk menjadi ombak dalam hidupku, doaku di dalam hati.


"Andra jangan kau ambil hati ucapan aditya... Ucap tuan bambang sambil mempersilahkan ku duduk.


" Duduklah....dan kalian mulailah mengganti pakaian calon menantuku karena setengah jam lagi acaranya akan di mulai, ucap tuan bambang lagi sambil tersenyum mengusir semua tanda tanya yang tertulis di kepala para wanita jadi jadian yang sejak tadi menjadi saksi di setiap pembicaraan kami.


"Baik tuan akan segera kami eksekusi, ucap si tulang lunak yang senang sekali melambai lambai.


Tetapi saya tidak sama sekali menanggapi omongan mereka yang ingin mencoba bergurau kepadaku.

__ADS_1


__ADS_2