
BAB 43
Kedua sahabat andra sudah masuk dan memilih duduk di brangkar tempat tidur pasien, begitu juga dengan andra yang ikut duduk bersama mereka karena ingin memberi ruang kepada kinayah yang andra yakin jika istrinya itu sedang merasa sangat malu.
Rafa dan rasya begitu penasaran dengan kehadiran kinayah di ruangan tempat andra di rawat ,di tambah lagi dengan kelakuan mereka yang berbuat hal yang lebih seperti yang di lihat mereka tadi sangat tidak mungkin di lakukan andra di luar kata sah.
Sakin penasarannya mereka berdua , Rafa dengan keras mencubit andra meminta penjelasan tetapi andra tidak memperdulikan mereka, karena andra sendiri memperhatikan tingkah kinayah yang sudah serba salah, karena rasa malu yang berlebihan membuat kinayah langsung menarik buku lalu pura pura membaca buku tersebut, tanpa dia sadari jika posisi buku tersebut sedang dalam ke adaan terbalik.
Andra yang tidak mau istrinya malu untuk ke dua kalinya ,dengan perlahan berdiri lalu berjalan ke arah kinayah, andra menarik buku yang di pegang istrinya lalu di letakkan di atas meja , kemudian kinayah di ajak berdiri dan berjalan ke arah teman teman andra dengan saling menautkan tangannya.
"Nay, kenalkan dia sahabatku, ini namanya Rafa dan yang satunya lagi namanya rasya, ucap andra sambil menunjuk satu persatu sahabatnya.
" Hay, saya kinayah, senang berkenalan dengan kalian.
"Hay juga kinayah , kami juga senang berkenalan dengan kamu, ucap Rafa.
"Apa kalian bisa menjelaskan atas apa yang kami lihat tadi, ucap rasya menyelah pembicaraan Rafa.
Kinayah tampak melirik andra, sedangkan yang di lirik juga sudah sangat mengerti jika dirinyalah yang berkewajiban menjawab pertanyaan sahabatnya.
" Dengan senang hati sahabatku, tetapi sebelumnya aku minta maaf.
Tetapi tiba tiba rasya menyela ucapan andra.
"Tidak usah bertele tele ndra, langsung pada intinya saja kami ini sahabat kamu, kami tau siapa kamu, bagaimana kelakuan kamu, bagaimana akhlak kamu, kamu tidak akan pernah menyentuh wanita yang bukan muhrim kamu apalagi seperti yang kalian berdua lakukan tadi.
__ADS_1
" Iya, makanya dengar dulu penjelasan saya. Ucap andra kembali.
"Iya ndra, teruskan, ucap Rafa.
" Aku minta maaf karena tidak memberi tahu kalian dan bahkan tidak mengundang kalian di pernikahanku yang di lakukan secara tiba tiba di kediaman tuan bambang kusuma wijaya, ucap andra dengan panjang lebar tanpa ada titik komanya.
"Ha menikah...., teriak mereka berdua serentak karena kaget.
" Iya...,aku sudah menikah beberapa bulan yang lalu .
"Kurang ajar kamu ndra, ucap rasya yang tiba tiba berucap.
Sedangkan Rafa langsung menonjok andra dengan kuat sehingga bibir andra seketika mengeluarkan darah segar, melihat keadaan andra kinayah tiba tiba berteriak histeris sambil memeluk andra.
" Cukup, kalian jangan lagi mencoba menyakiti kak andra, jika kalian berani memukul suamiku maka aku akan melaporkan kalian ke pihak yang berwajib, teriak kinayah dengan suara lantang .
"Maafkan kami ndra , karena kami harus menyakiti kamu hanya sekedar menguji seberapa besar cinta wanita pujaan kamu yang sekarang hadir sebagai pendamping kamu untuk selamanya, ucap rasya.
Sedangkan rafa hanya tersenyum sambil menepuk nepuk bahu andra.
" Sialan..., kalian tega menjadikan aku uji coba hanya untuk menguji seberapa besar pedulinya wanitaku terhadap diriku, ucap andra yang sedang duduk di sofa bersama kinayah.
sedangkan kinayah sudah tidak malu lagi berbuat mesra di hadapan kedua sahabat andra, dia membaringkan andra di atas kedua pahanya lalu membersihkan luka andra dengan tisu.
"Pukulan kami bukan sekedar untuk menguji seberapa besar perasaan istri kamu, tetapi itu juga sebagai ungkapan rasa kecewa yang sangat dalam karena kamu menikah tanpa memberi tahu kami.
__ADS_1
" Okelah aku memang mengaku salah atas itu tetapi semua ini terjadi secara tiba tiba jadi baik aku dan kinayah sama sama tak bisa berbuat apa apa.
"O iya, sekarang bagaimana ke adaan kamu...?
" Ya, seperti yang kau lihat.
"Kok kamu bisa di lukai orang, gimana ceritanya...?
" Ceritanya panjang, sekarang bukan saatnya menjelaskan semuanya, tunggu aku sehat , aku akan bercerita banyak tentang semuanya.
"Baiklah, tetapi kamu harus ingat jika kamu sedang berhutan penjelasan terhadap kami.
" Tenang saja andra tidak pernah lupa akan janji, ucapnya sambil tersenyum.
"Enak ya, bila sudah nikah ...?
" Ya enak lah, ada yang manjain.
"Ya sudah kami pulang dulu.
" Oke, makasih atas kunjungannya.
"Sama sama, kinayah kami pamit titip sahabat kami.
Kinayah hanya menanggapi perkataan mereka dengan anggukan sambil tersenyum ramah.
__ADS_1
Tiba tiba Rafa kembali sambil berteriak.
" Rasanya kayak apa ndra gadis idaman sejak jaman dahulu tiba tiba menjadi milik kita...? Tanya Rafa.